Ada yang beda di Ramadhan kali ini. Alhamdulillah Ramadhan ini memberi berkah terbesar bagi saya yaitu dapat kembali ke masjid. Setelah hampir 7 tahun absen, saya akhirnya diberi kekuatan buat merobohkan tembok yang seperti menghalangi saya untuk datang ke masjid. Perubahan itu terjadi kira-kira 3 hari yang lalu, ketika shalat Isya dirumah, kemudian entah kenapa saya rindu untuk shalat sunat dua rakaat setelah Isya dan ketika shalat tersebut muncul suatu pemikiran untuk mencoba kembali shalat ke masjid dan dimulai besoknya ketika shalat subuh dan alhamdulillah paginya saya diberi kekuatan untuk melakukannya.
Bicara masalah shalat di masjid, dari kecil sebenarnya saya terbiasa melakukan shalat di masjid, tapi baru benar-benar rutin ketika kuliah di Bandung. Suasana keislaman di Bandung yang sangat cocok dengan saya, keterbukaan akan perbedaan, dan semangat para mahasiswa khususnya untuk memperdalam Islam menjadi support tidak langsung bagi saya untuk juga mendekat kepada-Nya yang salah satunya dengan selalu menghadiri shalat berjamaah di masjid.
Kebiasaan ini tiba-tiba berubah ketika saya pindah ke Jakarta, awalnya lebih disebabkan posisi rumah kontrakan waktu itu yang jauh dari masjid tepatnya mushalla dan untuk mencapainya perlu melewati daerah yang menurut saya kurang aman khususnya buat melakukan shalat subuh. Selain itu masyarakat didaerah tersebut yang juga tidak begitu memakmurkan masjid, sehingga mushalla tersebut sering sepi jama'ah. Akhirnya dengan kondisi tersebut saya jadi jarang menghadiri shalat di musjid, itu berlangung 4 tahun sebelum saya pindah ke kontrakan sekarang 3 tahun yang lalu.
Kebiasaan meninggalkan shalat berjamaah di masjid selama 4 tahun tersebut, yang menurut hadist bahwa sebaik-baiknya shalat untuk pria adalah dirumah sementara untuk wanita adalah dirumah, sepertinya lama-lama membangun suatu tembok yang memisahkan saya dengan mesjid setelah berada di kontrakan sekarang yang jarak ke masjidnya tidak terlalu jauh. Terkadang ada muncul keinginan untuk kembali ke masjid, tapi sepertinya godaan, tarikan untuk tidak mengayunkan langkah mengambil wudhu dan brangkat ke masjid ketika adzan memanggil lebih besar. Ditambah adanya barrier yang menyebabkan diri malas untuk menunjukkan suatu perubahan. Tapi alhamdulillah di ramadhan sekarang saya diberi kekuatan untuk berubah.
Ada rasa yang sama yang saya dapatkan ketika kembali hadir dalam majelis shalat berjamaah di masjid, rasa yang 7 tahun yang lalu yang biasa saya alami, rasa yang agak sulit digambarkan tapi lebih kepada rasa yang sangat personal, rasa antara saya dengan-Nya. Sepertinya ada rasa haru yang tidak saya ketahui penyebabnya, apakah itu merupakan ekspresi akan dosa-dosa selama ini, wallahu'alam, dan yang jelas membuat hati lebih dingin dan tentram.
Entah memang udah jalannya atau suatu kebetulan, pada hari yang sama ketika saya kembali ke masjid, siangnya sesuatu yang menurut saya sangat berharga dan telah lama saya jaga tiba-tiba hilang, tapi anehnya saya merasa ada suatu ketenangan dalam hati yang sepertinya diberikan-Nya sehingga saya tidak merasakan suatu rasa kehilangan yang begitu besar. Itulah rahmat yang saya rasakan hari itu, dan dari dulu saya selalu meyakini bahwa rahmat-Nya bisa dalam bentuk berbeda-beda dan selalu ditunjukkan lebih indah dari yang dibayangkan, wallahu'alam.
Moga di sisa puasa ini saya dapat lebih memperbaharui diri dalam hubungan dengan-Nya, dan menjadi kado terbesar dari-Nya di ramadhan kali ini. Bagaimana dengan anda ^^
Saturday, September 29, 2007
Friday, September 28, 2007
Melupakanmu
Nanya-nanya mengenai memory ke mas Wiki, jawabannya puanjang bangat. Singkatnya kalau pengertian memory itu sendiri adalah suatu kemampuan organisme untuk menyimpan, menyerap dan kemudian mengambil kembali informasi yang tersimpan tersebut. Dalam ilmu cognitive neuroscience yaitu ilmu yang secara khusus membahas mengenai memory mangatakan bahwa memory itu dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu:
- Sensory : kemampuan mengingat suatu object yang hanya terlihat sekilas yaitu antara 200-500 ms. Simple nya, misal kalau kita berjalan, otak kita mengkap dan mengenali semua object yang terlihat walaupun itu sekilas. Tapi karena itu sekilas, biasanya kemampuan kita mengingat object-object tersebut itupun cuma sebentar. Para ahli meyakini bahwa otak kita cuma sanggup menyimpan 12 items, tapi itu akan berkurang secara cepat, secepat perubahan object-object baru yang kita lihat.
- Short-term : Beberapa informasi yang ditangkap oleh memory sensory dikirimkan ke memory short-term. Memory ini juga tidak menyimpan lama suatu informasi. Diduga hanya menyimpan beberapa detik hingga satu menit. Para ahli meyakini pada memory ini hanya tersimpan 4-5 items. Ada satu yang menarik adalah memory ini akan menyimpan informasi lebih banyak jika informasi itu dipotong-potong kedalam suatu kelompok yang punya arti. Misal:
FBIPHDTWAIBM
rangkaian huruf itu sulit diingat, tapi akan lebih mudah jika dipotong-potong menjadi:
FBI PHD TWA IBM
Lucu yaaa, makanya dengan kecendrung memory seperti ini, orang menciptakan nomor telpon dengan cara mengelompokkan beberapa bagian misal:
0815 1010 5856
Kalau yang ini emang nomor cantik hehehe.., tapi dengan pemisahan seperti itu menyebabkan memory di otak dapat menyimpan lebih banyak items.
- Long-term: Sangat kontras dengan dua kelompok memory sebelumnya yang hanya menyimpan informasi untuk periode waktu tertentu dan tidak dapat di akses lagi untuk waktu yang tak terhingga, long-term menyimpan lebih banyak informasi dan untuk lama waktun yang tak terbatas. Diyakini bahwa penyimpanan short-term dalam bentuk acustical code (misal orang akan susah membedakan yang mempunyai acustically yang mirip fog, dog, bog, log dll), sementara long-term dalam bentuk semantical yaitu berdasarkan arti misal big, large, greate, huge dll. Media penyimpanan diotak sendiri berbeda-beda, dimana yang short-term pada region yang mudah berubah, sementara long-term terdapat pada sisi saraf yang tersebar luas di otak yang lebih stabil dan berubah permanen sehingga informasi yang tertanam tersimpan baik dan tidak berubah-ubah.
Selain itu ditemukan juga bahwa pada bagian hippocampus di otak manusia, berfungsi untuk mengkonsolidasikan informasi dari short-term menjadi long-term memory, dimana beberapa short-term informasi tersimpan kedalam bagian hippocampus ini dan kemudian dikonsolidasikan untuk disimpan di long-term memory. Lucunya itu biasanya berlangsung pada saat tidur karena pada saat tidur bagian hippocampus mencoba mereplays ativitas pada hari tersebut kemudian disusun kedalam satu makna (dikonsolidasi) kedalam long-term memory. Maka dari itu para ahli mengatakan bahwa salah satu fungsi utama tidur adalah untuk meningkatkan konsolidasi informasi.
Para ilmuwan neuroscientist menggap bahwa bagian hippocampus ini adalah salah satu bagian critical di otak dalam hal pemrosesan penyimpanan memory. Kerusakan pada bagian otak yang inilah yang menyebabkan seorang penderita Al-Zheimer mengalami kesulitan menggambarkan suatu informasi yang diterima, sehingga dia seolah-olah disorientasi karena kesulitan menyatukan (mengkonsolidasikan) informasi yang diterima.
Naaah disini kesimpulannya, kenapa siy saya capek-capek nulis semua ini, tidak lain karena saya coba mencari jawaban ilmiah tentang masalah bagaimana bisa melupakan seseorang. Halahalah, melupakan seseorang kok harus belajar bagaimana memory di otak bekerja, orang yang aneh. Tapi beneran, beberapa waktu yang lalu saya sempat bertanya ke seorang teman tentang bagaimana caranya melupakan seseorang. Teman tersebut dengan bijak (atau sok bijak ya hehehe, becanda.. ^^), mengatakan bahwa apapun yang terjadi dengan seseorang tersebut bukan untuk dilupakan tapi untuk dikenang, dan live must go on. Dan ternyata disini saya bisa buktikan bahwa ucapan bijak teman tersebut ada benarnya, memory akan seseorang adalah memory yang berifat semantical, memiliki suatu makna sehingga akan tersimpan abadi didalam otak (long-term memory) dan tidak bisa dihapuskan.
Karena sudah permanen, satu-satunya cara untuk melupakannya adalah dengan menaruh memory tersebut dibagian otak paling dalam, sehingga dia akan sulit terakses karena tertutupi oleh memory yang lebih baru. Mungkin banyak cara, salah satunya nyari 'someone new' yang akan mengisi memory otak dengan yang lebih fresh, itu mungkin makna ucapan 'live must go on' dari teman tersebut.. halah ^^
Hal yang mudah kok dipersulit, itulah saya... paraaaah
- Sensory : kemampuan mengingat suatu object yang hanya terlihat sekilas yaitu antara 200-500 ms. Simple nya, misal kalau kita berjalan, otak kita mengkap dan mengenali semua object yang terlihat walaupun itu sekilas. Tapi karena itu sekilas, biasanya kemampuan kita mengingat object-object tersebut itupun cuma sebentar. Para ahli meyakini bahwa otak kita cuma sanggup menyimpan 12 items, tapi itu akan berkurang secara cepat, secepat perubahan object-object baru yang kita lihat.
- Short-term : Beberapa informasi yang ditangkap oleh memory sensory dikirimkan ke memory short-term. Memory ini juga tidak menyimpan lama suatu informasi. Diduga hanya menyimpan beberapa detik hingga satu menit. Para ahli meyakini pada memory ini hanya tersimpan 4-5 items. Ada satu yang menarik adalah memory ini akan menyimpan informasi lebih banyak jika informasi itu dipotong-potong kedalam suatu kelompok yang punya arti. Misal:
FBIPHDTWAIBM
rangkaian huruf itu sulit diingat, tapi akan lebih mudah jika dipotong-potong menjadi:
FBI PHD TWA IBM
Lucu yaaa, makanya dengan kecendrung memory seperti ini, orang menciptakan nomor telpon dengan cara mengelompokkan beberapa bagian misal:
0815 1010 5856
Kalau yang ini emang nomor cantik hehehe.., tapi dengan pemisahan seperti itu menyebabkan memory di otak dapat menyimpan lebih banyak items.
- Long-term: Sangat kontras dengan dua kelompok memory sebelumnya yang hanya menyimpan informasi untuk periode waktu tertentu dan tidak dapat di akses lagi untuk waktu yang tak terhingga, long-term menyimpan lebih banyak informasi dan untuk lama waktun yang tak terbatas. Diyakini bahwa penyimpanan short-term dalam bentuk acustical code (misal orang akan susah membedakan yang mempunyai acustically yang mirip fog, dog, bog, log dll), sementara long-term dalam bentuk semantical yaitu berdasarkan arti misal big, large, greate, huge dll. Media penyimpanan diotak sendiri berbeda-beda, dimana yang short-term pada region yang mudah berubah, sementara long-term terdapat pada sisi saraf yang tersebar luas di otak yang lebih stabil dan berubah permanen sehingga informasi yang tertanam tersimpan baik dan tidak berubah-ubah.
Selain itu ditemukan juga bahwa pada bagian hippocampus di otak manusia, berfungsi untuk mengkonsolidasikan informasi dari short-term menjadi long-term memory, dimana beberapa short-term informasi tersimpan kedalam bagian hippocampus ini dan kemudian dikonsolidasikan untuk disimpan di long-term memory. Lucunya itu biasanya berlangsung pada saat tidur karena pada saat tidur bagian hippocampus mencoba mereplays ativitas pada hari tersebut kemudian disusun kedalam satu makna (dikonsolidasi) kedalam long-term memory. Maka dari itu para ahli mengatakan bahwa salah satu fungsi utama tidur adalah untuk meningkatkan konsolidasi informasi.
Para ilmuwan neuroscientist menggap bahwa bagian hippocampus ini adalah salah satu bagian critical di otak dalam hal pemrosesan penyimpanan memory. Kerusakan pada bagian otak yang inilah yang menyebabkan seorang penderita Al-Zheimer mengalami kesulitan menggambarkan suatu informasi yang diterima, sehingga dia seolah-olah disorientasi karena kesulitan menyatukan (mengkonsolidasikan) informasi yang diterima.
Naaah disini kesimpulannya, kenapa siy saya capek-capek nulis semua ini, tidak lain karena saya coba mencari jawaban ilmiah tentang masalah bagaimana bisa melupakan seseorang. Halahalah, melupakan seseorang kok harus belajar bagaimana memory di otak bekerja, orang yang aneh. Tapi beneran, beberapa waktu yang lalu saya sempat bertanya ke seorang teman tentang bagaimana caranya melupakan seseorang. Teman tersebut dengan bijak (atau sok bijak ya hehehe, becanda.. ^^), mengatakan bahwa apapun yang terjadi dengan seseorang tersebut bukan untuk dilupakan tapi untuk dikenang, dan live must go on. Dan ternyata disini saya bisa buktikan bahwa ucapan bijak teman tersebut ada benarnya, memory akan seseorang adalah memory yang berifat semantical, memiliki suatu makna sehingga akan tersimpan abadi didalam otak (long-term memory) dan tidak bisa dihapuskan.
Karena sudah permanen, satu-satunya cara untuk melupakannya adalah dengan menaruh memory tersebut dibagian otak paling dalam, sehingga dia akan sulit terakses karena tertutupi oleh memory yang lebih baru. Mungkin banyak cara, salah satunya nyari 'someone new' yang akan mengisi memory otak dengan yang lebih fresh, itu mungkin makna ucapan 'live must go on' dari teman tersebut.. halah ^^
Hal yang mudah kok dipersulit, itulah saya... paraaaah
Monday, September 24, 2007
Think Different
Here’s to the crazy ones.
The misfits.
The rebels.
The troublemakers.
The round pegs in the square holes.
The ones who see things differently.
They’re not fond of rules.
And they have no respect for the status quo.
You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them.
About the only thing you can’t do is ignore them.
Because they change things.
They push the human race forward.
And while some see them as the crazy ones,
We see genius.
Because the people who are crazy enough to think
they can change the world,
Are the ones who do.
Ide nyari sesuatu tentang think different ini pertama kali kecetus pas ngeliat blog seorang teman tentang toko Apple di Kuwait yang sekarang cuma tinggal sejarah, dan salah satu sejarah yang tersisa adalah Tag line 'Think Different' dari Apple.
Kata-kata diawal tulisan ini adalah intro setiap pemunculan iklan Think Different dari Apple di akhir tahun 90-an. Kata-kata yang menggambarkan mereka-mereka, tokoh-tokoh yang 'beda' dan memberi dampak pada kehidupan 'because the change things'. Mereka itu adalah Albert Einstein, Bob Dylan, Martin Luther King, Jr., Richard Branson, John Lennon, R. Buckminster Fuller, Thomas Edison, Muhammad Ali, Ted Turner, Maria Callas, Mahatma Gandhi, Amelia Earhart, Alfred Hitchcock, Martha Graham, Jim Henson (with Kermit the Frog), Frank Lloyd Wright and Pablo Picasso.
Terlepas dari mereka yang dimunculkan di comercial ads tersebut, menurut saya munculnya tag line 'Think Different' itu tidak lepas dari product Apple yang selalu beda dan semangat baru yang dibawa orang orang besar dibelakang semua perbedaan itu yaitu Steve Jobs. Buktinya iklan tersebut muncul tidak lama setelah Steve Jobs kembali memimpin Apple pada maret 1998 setelah berhenti Mei 1985. Jauh sebelum revolusi iPhone, ipod, Steve Jobs adalah seseorang dibelakang revolusi Personal Computer (PC), terciptanya sistem internet world wide web yang ada didepan kita sekarang ini, development ethernet port, Digital Signal Processor (DSP) dan lainnya.
Moga tulisan ini bisa jadi inspirasi bagi yang ngebaca untuk memulai sesuatu yang beda, apapun bentuknya. Saya sendiri selalu berharap bisa selalu memberikan suatu yang beda atau melihat dari sudut pandang yang berbeda akan segala sesuatu melalui tulisan-tulisan disini. Be ur self and think different.
halah... terlalu serius, santai wae atuh boy.
Enjoy ^^
The misfits.
The rebels.
The troublemakers.
The round pegs in the square holes.
The ones who see things differently.
They’re not fond of rules.
And they have no respect for the status quo.
You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them.
About the only thing you can’t do is ignore them.
Because they change things.
They push the human race forward.
And while some see them as the crazy ones,
We see genius.
Because the people who are crazy enough to think
they can change the world,
Are the ones who do.
Ide nyari sesuatu tentang think different ini pertama kali kecetus pas ngeliat blog seorang teman tentang toko Apple di Kuwait yang sekarang cuma tinggal sejarah, dan salah satu sejarah yang tersisa adalah Tag line 'Think Different' dari Apple.
Kata-kata diawal tulisan ini adalah intro setiap pemunculan iklan Think Different dari Apple di akhir tahun 90-an. Kata-kata yang menggambarkan mereka-mereka, tokoh-tokoh yang 'beda' dan memberi dampak pada kehidupan 'because the change things'. Mereka itu adalah Albert Einstein, Bob Dylan, Martin Luther King, Jr., Richard Branson, John Lennon, R. Buckminster Fuller, Thomas Edison, Muhammad Ali, Ted Turner, Maria Callas, Mahatma Gandhi, Amelia Earhart, Alfred Hitchcock, Martha Graham, Jim Henson (with Kermit the Frog), Frank Lloyd Wright and Pablo Picasso.
Terlepas dari mereka yang dimunculkan di comercial ads tersebut, menurut saya munculnya tag line 'Think Different' itu tidak lepas dari product Apple yang selalu beda dan semangat baru yang dibawa orang orang besar dibelakang semua perbedaan itu yaitu Steve Jobs. Buktinya iklan tersebut muncul tidak lama setelah Steve Jobs kembali memimpin Apple pada maret 1998 setelah berhenti Mei 1985. Jauh sebelum revolusi iPhone, ipod, Steve Jobs adalah seseorang dibelakang revolusi Personal Computer (PC), terciptanya sistem internet world wide web yang ada didepan kita sekarang ini, development ethernet port, Digital Signal Processor (DSP) dan lainnya.
Moga tulisan ini bisa jadi inspirasi bagi yang ngebaca untuk memulai sesuatu yang beda, apapun bentuknya. Saya sendiri selalu berharap bisa selalu memberikan suatu yang beda atau melihat dari sudut pandang yang berbeda akan segala sesuatu melalui tulisan-tulisan disini. Be ur self and think different.
halah... terlalu serius, santai wae atuh boy.
Enjoy ^^
Nikah Setelah Hamil
Judulnya serem yaaa.. Jangan sampai deh. Zina itu masuk dosa besar, nomor 3 lagi.. top three , mantaaab.. halah^^.
Tapi berikut buat pengetahuan aja, diambil dari tanya jawab dengan Quraish Shihab di Republika. Moga bermanfaat ^^
Perkawinan yang didahului oleh kehamilan dinilai sah oleh banyak ulama, walaupun memang ada ulama yang menyatakan bahwa perkawinan tersebut tidak sah. Sahabat Nabi SAW, Ibnu Abbas, berpendapat bahwa hubungan dua jenis kelamin yang tidak didahului oleh pernikahan yang sah, lalu dilaksanakan sesudahnya pernikahan yang sah menjadikan hubungan tersebut awalnya haram dan akhirnya halal.
Dengan kata lain, perkawinan seseorang yang telah berzina dengan wanita kemudian menikahinya dengan sah, seperti keadaan seorang yang mencuri buah dari kebun seseorang, kemudian dia membeli dengan sah kebun tersebut bersama seluruh buahnya. Apa yang dicurinya (sebelum pembelian itu) haram, sedang yang dibelinya setelah pencurian itu adalah halal. Inilah pendapat Imam Syafi'i dan Abu Hanifah.
Sedang Imam Malik menilai bahwa siapa yang berzina dengan seseorang kemudian dia menikahinya, maka hubungan seks keduanya adalah haram, kecuali dia melakukan akad nikah yang baru, setelah selesai iddah dari hubungan seks yang tidak sah itu. Memang kalau ingin lebih tenang, sehingga dipandang sah juga oleh penganut mazhab Maliki, tidak ada salahnya melakukan nikah ulang, dengan memanggil dua orang saksi, wali wanita serta siapa saja yang bertindak sebagai penghulu. Anak yang lahir itu -- jika diakui oleh suami wanita tadi, maka dia dapat menyandang nama sang suami. Demikian, Wa Allah A'lam.
Tapi berikut buat pengetahuan aja, diambil dari tanya jawab dengan Quraish Shihab di Republika. Moga bermanfaat ^^
Perkawinan yang didahului oleh kehamilan dinilai sah oleh banyak ulama, walaupun memang ada ulama yang menyatakan bahwa perkawinan tersebut tidak sah. Sahabat Nabi SAW, Ibnu Abbas, berpendapat bahwa hubungan dua jenis kelamin yang tidak didahului oleh pernikahan yang sah, lalu dilaksanakan sesudahnya pernikahan yang sah menjadikan hubungan tersebut awalnya haram dan akhirnya halal.
Dengan kata lain, perkawinan seseorang yang telah berzina dengan wanita kemudian menikahinya dengan sah, seperti keadaan seorang yang mencuri buah dari kebun seseorang, kemudian dia membeli dengan sah kebun tersebut bersama seluruh buahnya. Apa yang dicurinya (sebelum pembelian itu) haram, sedang yang dibelinya setelah pencurian itu adalah halal. Inilah pendapat Imam Syafi'i dan Abu Hanifah.
Sedang Imam Malik menilai bahwa siapa yang berzina dengan seseorang kemudian dia menikahinya, maka hubungan seks keduanya adalah haram, kecuali dia melakukan akad nikah yang baru, setelah selesai iddah dari hubungan seks yang tidak sah itu. Memang kalau ingin lebih tenang, sehingga dipandang sah juga oleh penganut mazhab Maliki, tidak ada salahnya melakukan nikah ulang, dengan memanggil dua orang saksi, wali wanita serta siapa saja yang bertindak sebagai penghulu. Anak yang lahir itu -- jika diakui oleh suami wanita tadi, maka dia dapat menyandang nama sang suami. Demikian, Wa Allah A'lam.
Subscribe to:
Posts (Atom)