IMHO
'Lagi sibuk bu?' atau 'tumben, hari ini agak nyantai' seperti telah menjadi default reply message yang siap di rewind setiap kali saya menerima pop-up lewat ym (yahoo messenger) dari seorang teman wanita. Belakangan saya hampir selalu menjadi pihak yang pasif, dalam artian saya baru akan menggirim message kalau di pop-up duluan. Paling, kalau benar-benar udah lama gak contact, saya cuma say hallo, and go. Saya tidak mau berlama-lama, karena saya tau ibu yang satu ini sekarang super sibuk dengan pekerjaannya. Dari ceritanya, saya dapat membayangkan kesibukannya saat ini. Tidak aneh kalau saya memanggilnya miss invisible, karena selalu berstatus invisible di ym agar tidak ada orang yang mengganggu harinya. Bagi saya, untuk mengganggu jangankan nelpon, sekedar sms saja saya suka gak tega walaupun itu di malam hari atau di hari libur biar dia mendapatkan istirahat yang cukup. Kadang kalau udah bete banget butuh teman ngobrol seperti kalau lagi sendiri di luar kota, baru saya sedikit sms, itupun kadang dengan sedikit perasaan yang tidak enak takut mengganggu istirahatnya.
Terkadang saya mikir, nyari apa siy bu? Ngumpulin uang banyak, gak semua orang punya obsesi seperti itu, termasuk saya dan mungkin termasuk si ibu ini. Nyari posisi karir, hmmm sepertinya gak juga. Dari potensi yang dia punya, saya tau ibu ini bisa meraih apa yang dia inginkan. Masalahnya apa emang itu yang dicari? Makanya, tidak salah saya bilang, Nyari apa siy bu sampai sesibuk itu?
IMHO, dengan semua modal yang dimiliki, yaa fisik (ibu ini cakep lo, imho lagi :)), talenta, dan karakter sebagai pekerja keras harusnya ibu ini bisa lebih menikmati hidup. Lebih bisa memilih pekerjaan apa yang ingin dilakukan. Buat nyari yang namanya materi, serahkan pada laki-laki, itu memang sudah porsinya. Bukan bermaksud perbedaan gender, gak, tapi udah tugasnya laki-laki buat membahagiaan wanita yang dicintainya terutama materi. Jangan pernah menganggap bahwa punya pikiran seperti itu justru akan menyebabkan para ibu jadi ketergantungan ke laki-laki. Ini lebih kepada porsi dan tanggung jawab. Kalau pengen nyari sendiri, toh ibu bisa. Apalagi disini saya gak nyaranin buat tidak bekerja, tapi cari yang lebih bisa dinikmati, yang enjoy menjalaninya. Gak bikin-bikin stess banget.
Lantas apa lagi, karir? buat laki-laki itu perlu buat dapatin duit lebih, kalau buat ce, gak perlu. Obsesi jadi wanita sukses dalam karir hanya kebanggaan sesaat. Kebanggaan akan posisi atau perasaan lebih di hargai karena jabatan dalam karir, itu pikiran yang sempit. Kapanpun yang namanya jabatan bisa hilang. Kebanggaan dan dihargai bukan bergantung dari jabatan dalam karir, tapi tergantung kepada apa yang kita perbuat untuk orang lain, dan itu lebih abadi, lebih di kenang, dan jika ikhlas bisa buat modal 'kelak'.
Lagi-lagi, IMHO ^_^
Tuesday, July 10, 2007
Tuesday, July 03, 2007
Puzzle
Beberapa hari yang lalu seorang teman curhat bahwa dia baru berpisah dengan cowok yang telah jalan dengannya hampir 5 tahun. Sebenarnya kisah putus sambung bukan hal yang baru yang saya dengar dari teman yang satu ini, sejak lama dia suka curhat bahwa terlalu banyak perbedaan yang ada diantara mereka. Sejauh ini mereka berusaha cari titik temu, dan akhirnya kemaren itu mereka give up. Mereka sepakat untuk mengakhiri demi kebaikan masing-masing dikemudian hari, dan itu wujud rasa sayang mereka.
Saya jadi teringat teman yang lain, dua teman yang punya karakter yang berbeda, dari kultur yang juga beda, usia juga berbeda, tapi entah kenapa perbedaan tersebut justru dapat menyatukan mereka dan sekarang telah mempunyai seorang anak dari hasil pernikahan mereka. Saya jadi berfikir kenapa hal tersebut tidak bisa terjadi pada teman saya yang pertama.
Dari kedua kejadian tersebut saya teringat akan puzzle. Saya jadi berpikir, hidup ini sepertinya bagai sebuah puzzle. Setiap kita memegang potongan-potongan puzzle kehidupan yang coba kita susun yang baru lengkap setelah kita berpisah dari dunia ini. Tidak semua potongan puzzle yang kita pegang saat ini merupakan puzzle milik kita sendiri, sebagian mungkin puzzle milik orang lain, begitu juga sebaiknya, mungkin beberapa potongan puzzle kehidupan kita dipegang oleh orang lain.
Teman saya yang pertama, mungkin belum menemukan puzzle dirinya yang ada pada cowok yang sekarang harus putus begitu juga sebaliknya. Lekukan yang ada pada setiap potongan puzzle merupakan gambaran dari perbedaan yang mereka miliki. Potongan puzzle tersebut baru bisa disatukan dengan potongan pazzle lainnya yang sesuai. Bagaimanapun mereka berusaha menyatukan dua potongan puzzle, tapi kalau lekukannya berbeda, tidak akan pernah bisa bersatu. Kalaupun ada satu atau dua lekukan yang bisa disatukan sementara lekukan yang lain tidak memungkinkan, akan menyisakan pekerjaan rumah yang sulit dikemudian hari, atau justru akan merusak atau malah akan membuat berantakan apa yang selama ini kita susun. Hal itulah yang dihindari oleh teman saya dan cowoknya, sehingga mereka memilih cara terbaik yaitu berpisah. Beda dengan teman yang kedua, bagaimanapun perbedaan yang mereka miliki, lekukan pazzle perbedaan tersebut ternyata punya persentuhan yang dapat disatukan. Yang satu memegang potongan puzzle yang lain begitu juga sebaliknya.
Mereka yang sekarang sudah menikah dan bakal punya anak, saat ini sedang memegang potongan puzzle kehidupan anak-anaknya. Seorang dosen mungkin sekarang memegang puzzle kehidupan mahasiswanya yang kemudian hari menjadi orang sukses. Seorang cowok mungkin sekarang sedang mengantongi puzzle seorang cewek yang kemudian jadi istrinya. Begitu seterusnya. Puzzle kehidupan kita mungkin sekarang sedang berada di tangan orang-orang lain yang juga sedang mencari kemana puzzle tersebut harus disatukan.
Orang tua kita saat ini mungkin sudah bisa menikmati lukisan yang telah mulai terbentuk dari puzzle yang mereka susun bertahun-tahun. Sebagian orang mungkin masih mencoba menyusun ulang puzzlenya untuk membentuk suatu konstilasi yang lebih baik. Mereka yang menyadari kegagalan masa lalunya, mencoba menata ulang potongan-potongan puzzlenya untuk lebih punya bentuk yang diinginkan di masa yang akan datang. Sebagian lainnya mungkin masih asyik menyusun puzzle sesuai bentuk yang mereka inginkan saat ini tanpa peduli dengan kekacauan dan kesulitan yang akan mereka hadapati di kemudian hari.
Setiap kita mungkin telah memiliki gambaran puzzle yang akan terbentuk di kemudian hari. Kita berdo'a semoga diberi satu set puzzle berupa satu lukisan indah yang membuat kita tersenyum kelak ketika selesai menyusunnya, bukan satu set puzzle yang menghasilkan gambaran suram. Amin
---
(Dari Seseorang yang sedang coba memaksakan untuk merangkai dua potongan puzzle yang sulit disatukan ^_^)
Beberapa hari yang lalu seorang teman curhat bahwa dia baru berpisah dengan cowok yang telah jalan dengannya hampir 5 tahun. Sebenarnya kisah putus sambung bukan hal yang baru yang saya dengar dari teman yang satu ini, sejak lama dia suka curhat bahwa terlalu banyak perbedaan yang ada diantara mereka. Sejauh ini mereka berusaha cari titik temu, dan akhirnya kemaren itu mereka give up. Mereka sepakat untuk mengakhiri demi kebaikan masing-masing dikemudian hari, dan itu wujud rasa sayang mereka.
Saya jadi teringat teman yang lain, dua teman yang punya karakter yang berbeda, dari kultur yang juga beda, usia juga berbeda, tapi entah kenapa perbedaan tersebut justru dapat menyatukan mereka dan sekarang telah mempunyai seorang anak dari hasil pernikahan mereka. Saya jadi berfikir kenapa hal tersebut tidak bisa terjadi pada teman saya yang pertama.
Dari kedua kejadian tersebut saya teringat akan puzzle. Saya jadi berpikir, hidup ini sepertinya bagai sebuah puzzle. Setiap kita memegang potongan-potongan puzzle kehidupan yang coba kita susun yang baru lengkap setelah kita berpisah dari dunia ini. Tidak semua potongan puzzle yang kita pegang saat ini merupakan puzzle milik kita sendiri, sebagian mungkin puzzle milik orang lain, begitu juga sebaiknya, mungkin beberapa potongan puzzle kehidupan kita dipegang oleh orang lain.
Teman saya yang pertama, mungkin belum menemukan puzzle dirinya yang ada pada cowok yang sekarang harus putus begitu juga sebaliknya. Lekukan yang ada pada setiap potongan puzzle merupakan gambaran dari perbedaan yang mereka miliki. Potongan puzzle tersebut baru bisa disatukan dengan potongan pazzle lainnya yang sesuai. Bagaimanapun mereka berusaha menyatukan dua potongan puzzle, tapi kalau lekukannya berbeda, tidak akan pernah bisa bersatu. Kalaupun ada satu atau dua lekukan yang bisa disatukan sementara lekukan yang lain tidak memungkinkan, akan menyisakan pekerjaan rumah yang sulit dikemudian hari, atau justru akan merusak atau malah akan membuat berantakan apa yang selama ini kita susun. Hal itulah yang dihindari oleh teman saya dan cowoknya, sehingga mereka memilih cara terbaik yaitu berpisah. Beda dengan teman yang kedua, bagaimanapun perbedaan yang mereka miliki, lekukan pazzle perbedaan tersebut ternyata punya persentuhan yang dapat disatukan. Yang satu memegang potongan puzzle yang lain begitu juga sebaliknya.
Mereka yang sekarang sudah menikah dan bakal punya anak, saat ini sedang memegang potongan puzzle kehidupan anak-anaknya. Seorang dosen mungkin sekarang memegang puzzle kehidupan mahasiswanya yang kemudian hari menjadi orang sukses. Seorang cowok mungkin sekarang sedang mengantongi puzzle seorang cewek yang kemudian jadi istrinya. Begitu seterusnya. Puzzle kehidupan kita mungkin sekarang sedang berada di tangan orang-orang lain yang juga sedang mencari kemana puzzle tersebut harus disatukan.
Orang tua kita saat ini mungkin sudah bisa menikmati lukisan yang telah mulai terbentuk dari puzzle yang mereka susun bertahun-tahun. Sebagian orang mungkin masih mencoba menyusun ulang puzzlenya untuk membentuk suatu konstilasi yang lebih baik. Mereka yang menyadari kegagalan masa lalunya, mencoba menata ulang potongan-potongan puzzlenya untuk lebih punya bentuk yang diinginkan di masa yang akan datang. Sebagian lainnya mungkin masih asyik menyusun puzzle sesuai bentuk yang mereka inginkan saat ini tanpa peduli dengan kekacauan dan kesulitan yang akan mereka hadapati di kemudian hari.
Setiap kita mungkin telah memiliki gambaran puzzle yang akan terbentuk di kemudian hari. Kita berdo'a semoga diberi satu set puzzle berupa satu lukisan indah yang membuat kita tersenyum kelak ketika selesai menyusunnya, bukan satu set puzzle yang menghasilkan gambaran suram. Amin
---
(Dari Seseorang yang sedang coba memaksakan untuk merangkai dua potongan puzzle yang sulit disatukan ^_^)
Tuesday, June 26, 2007
Hilang
Tiga hari yang lalu, sepatu sport yang telah menemani saya sampai ke negeri yang paling jauh yang pernah saya kunjungi hilang, bukan di curi tapi jatuh dari motor ketika saya asyik menikmati kecepatan diatas 80 km/jam di depan Patal Senayan. Sampai dirumah saya uring-uringan, ada perasaan tidak rela sepatu yang sebenarnya sudah butut, sudah dari lama pengen saya ganti dengan yang baru tapi gak jadi-jadi gara-gara gak ketemu model dan harga yang pas, sepatu butut yang tidak lagi putih seperti warna aslinya itu tetap setia menemani saya fitness 3 kali seminggu, dan sekarang hilang. Kemaren saya akhirnya bisa beli sepatu yang baru, walau tidak seunik sepatu saya yang hilang, tetapi cukup menggantikan dan menghilangkan perasaan kehilangan.
Dari dulu saya punya banyak pengalaman kehilangan, mulai dari kehilangan tas kuliah berisi uang yang tidak sedikit di Masjid Salman ITB, sepatu kuliah lagi-lagi di masjid Salman (ini masjid kok banyak banget malingnya yaa :)), hape O2 Mini yang baru saya pakai 3 bulan hilang ketika naik taksi di Bali. Ada perasaan kehilangan yang sama ketika benda-benda tersebut tiba-tiba di renggut dan hilang.
Hikmah dari semua kejadian ini adalah sesuatu yang selama ini berada di sekitar kita, selalu mengisi hari-hari atau fikiran kita, disadari atau tidak akan menimbulkan suatu sensasi cinta yang unik, tapi sayangnya semua itu hanya terikat pada satu benang tipis yang sangat mudah putus dan hilang. Untuk itu kita harus membiasakan dan mempersiapkan diri terhadap yang namanya kehilangan. Kadar kesiapan akan terlihat dari berapa lama kita bisa recovery, bangkit kembali dari kehilangan. Kecepatan untuk bangkit juga akan terbantu dengan adanya suatu quantum leap, suatu loncatan besar perasaan cinta terhadap object baru yang dapat melewati tingginya perasaan cinta terhadap apa yang kita miliki sebelumnya, walau untuk itu tidaklah mudah. Buktinya?!.. :D
Tiga hari yang lalu, sepatu sport yang telah menemani saya sampai ke negeri yang paling jauh yang pernah saya kunjungi hilang, bukan di curi tapi jatuh dari motor ketika saya asyik menikmati kecepatan diatas 80 km/jam di depan Patal Senayan. Sampai dirumah saya uring-uringan, ada perasaan tidak rela sepatu yang sebenarnya sudah butut, sudah dari lama pengen saya ganti dengan yang baru tapi gak jadi-jadi gara-gara gak ketemu model dan harga yang pas, sepatu butut yang tidak lagi putih seperti warna aslinya itu tetap setia menemani saya fitness 3 kali seminggu, dan sekarang hilang. Kemaren saya akhirnya bisa beli sepatu yang baru, walau tidak seunik sepatu saya yang hilang, tetapi cukup menggantikan dan menghilangkan perasaan kehilangan.
Dari dulu saya punya banyak pengalaman kehilangan, mulai dari kehilangan tas kuliah berisi uang yang tidak sedikit di Masjid Salman ITB, sepatu kuliah lagi-lagi di masjid Salman (ini masjid kok banyak banget malingnya yaa :)), hape O2 Mini yang baru saya pakai 3 bulan hilang ketika naik taksi di Bali. Ada perasaan kehilangan yang sama ketika benda-benda tersebut tiba-tiba di renggut dan hilang.
Hikmah dari semua kejadian ini adalah sesuatu yang selama ini berada di sekitar kita, selalu mengisi hari-hari atau fikiran kita, disadari atau tidak akan menimbulkan suatu sensasi cinta yang unik, tapi sayangnya semua itu hanya terikat pada satu benang tipis yang sangat mudah putus dan hilang. Untuk itu kita harus membiasakan dan mempersiapkan diri terhadap yang namanya kehilangan. Kadar kesiapan akan terlihat dari berapa lama kita bisa recovery, bangkit kembali dari kehilangan. Kecepatan untuk bangkit juga akan terbantu dengan adanya suatu quantum leap, suatu loncatan besar perasaan cinta terhadap object baru yang dapat melewati tingginya perasaan cinta terhadap apa yang kita miliki sebelumnya, walau untuk itu tidaklah mudah. Buktinya?!.. :D
Tuesday, June 05, 2007
Wish List
Basalimuik kain saruang, itu peribahasa minang yang kalau di indonesiakan artinya berselimut dengan kain sarung. Peribahasa ini biasanya berkaitan dengan masalah kebutuhan yang di kaitkan dengan budget. Bagi yang pernah coba tidur pakai sarung, pasti bisa mengerti perumpamaan ini, dikarenakan tinggi bidang sarung yang tidak full body, jadi kalau dijadiin selimut, coba selimuti muka, biasanya kaki akan kebuka, begitu juga sebaliknya kalau coba buat nutup kaki, pasti kepala keatas tidak akan tercover oleh sarung. Sarung identik dengan budget, sementara badan identik dengan kebutuhan, jadi artinya budget yang dimiliki tidak fit dengan kebutuhan, itu makna perumpamaan ini, dan yang saya alami hari ini ^_^
Bayangkan, semuanya kebutuhan sepertinya tiba-tiba menumpuk di depan mata setelah rumah idaman dan satu-satunya kelar di bangun. Kelar, bukan berarti gak ada perbaikan, justru disitu, dengan selesainya rumah menambah deretan kebutuhan. Simple nya, kelar rumah karena buatan pengembang, perlu beberapa renovasi, beberapa penambahan dan penataan ulang, dan semua itu butuh uang.
oke itu satu, lantas tidak cuma itu, itu rumah tentu tidak mungkin tanpa isi, naah buat isinya tentu butuh lagi yang namanya uang. Buat meminimal pengeluaran, saya fokus buat develop kamar dulu, ruang tamu dan ruang tengah belakangan (sebenarnya kedua ruangan itu menyatu, maklum type kecil, tapi enak bilangnya terpisah biar berkesan gede :)), saya pengen kamar buat pusat semuanya, dan saya akan habiskan 80% waktu di rumah di kamar, maklum bakal ditempati sendiri (makanya cari 'isinya', hus.. Ntar di bahas, stay focus to my bed room please..! :)). Ngomongin isi kamar, dari minggu kemaren sampai tadi siang coba hunting cari ide apa aja yang cocok buat isi kamar. Hasilnya, wow gak murah man, lagi-lagi butuh extra money dari yang udah di anggarkan.
Wait, ini belom final, rumah walaupun namanya idaman, tapi jaraknya jauuuh banget dari kantor dan ke down town, makanya dibutuhkan kendaraan yang layak dan manusiawi, apalagi kalau ntar udah ada 'jemputan', gak mungkin dong wajah kucel habis ber'Mio' puluhan kilometer ketemuan (udah ada emangnya? Hus.. please nanti yaa :D), dan untuk itu keputusannya harus siapin duit buat mobil. Lagi-lagi, money-money-money, seperti judul lagu jaman baheula dari ABBA..
Naah setelah di kalkulasi, adjust sana sini, kurangin sana dan sini, hasilnya dapat dilihat dari wish list di bawah. Bagaimana dengan budgetnya, yaaaaaaa.. kurangnya buanyaak... Makanya peribahasa diatas sangat pas dengan kondisi sekarang, kebutuhan bener-bener gak fit budget, basalimuik kain saruang. Jadi ingat becandaan ponakan, om-om..! pengen satu jari, dua jari apa tiga jari.. Kasihan de loe.. :)
Wish list:
Perbaikan rumah
- ganti kawat atap dapur yang open air dengan atap motorik yang bisa buka tutup kayak sun roof di mobil. Denger-denger siy ada yang jual.
- cat ulang terutama kamar tidur dengan warna cat yang sesuai dengan prabot yang akan di pasang daripada warna putih sekarang serasa di rumah sakit :)
- Pasang teralis jendela biar aman, maklum sendiri, atut..
- desain dan develop taman depan dan dalam biar rumah terasa lebih hidup. Ada yang mau bantuin buat menata ^_*
- ganti lantai kamar tidur dengan bahan kayu, biar lebih adem
Perabot
- tempat tidur komplit.
- lemari pakaian. Tadi ketemu yang bagus, tapi mahalnya.. uang memang tidak pernah bohong :)
- rak tv buat di kamar
- kitchen and bar set. Biar makannya enak (walau sendiri :))
- satu set meja tamu (nt). Tadi ketemu, cakep banget, futuristik berbentuk bola yang di cutting miring dengan kotif kulit warna hitam dan rangka warna putih mirip warna ibook. Tapi perlu sabar karena komplitnya seharga Mio :)
- karpet ruang tamu (nt). Nunggu mejanya kebeli dulu.
- Aneka lampu cantik buat kamar dan ruang tamu (nt). Kalau ada side income, sepertinya boleh tuh, banyak yang bagus soalnya :)
- hiasan dinding (lukisan atau foto) (nt). Mungkin ada yang mau nyumbang..
- Aneka rak buat pernak-pernik dan nyimpan barang-barang (nt)
Electronic
- AC. Yang ini kudu, gak bisa di tunda-tunda.
- LCD tv. Gak kebeli Bravia, Samsung juga boleh yang seharga nikon D40 :)
- 1 set Home theater (nt). Tadi ketemu set home theater harman-kardon dan speaker JBL, buat nemanin si Samsung sepertinya pas banget, tapi yaaa telan ludah dulu, belum kebeli seharga D40 juga soalnya. mending tivi aja dulu.
- kulkas. Toshiba baru juga boleh tuh. Duitnya kudu nabung dulu :)
Other
- Car
- Car port
(nt: next time)
Basalimuik kain saruang, itu peribahasa minang yang kalau di indonesiakan artinya berselimut dengan kain sarung. Peribahasa ini biasanya berkaitan dengan masalah kebutuhan yang di kaitkan dengan budget. Bagi yang pernah coba tidur pakai sarung, pasti bisa mengerti perumpamaan ini, dikarenakan tinggi bidang sarung yang tidak full body, jadi kalau dijadiin selimut, coba selimuti muka, biasanya kaki akan kebuka, begitu juga sebaliknya kalau coba buat nutup kaki, pasti kepala keatas tidak akan tercover oleh sarung. Sarung identik dengan budget, sementara badan identik dengan kebutuhan, jadi artinya budget yang dimiliki tidak fit dengan kebutuhan, itu makna perumpamaan ini, dan yang saya alami hari ini ^_^
Bayangkan, semuanya kebutuhan sepertinya tiba-tiba menumpuk di depan mata setelah rumah idaman dan satu-satunya kelar di bangun. Kelar, bukan berarti gak ada perbaikan, justru disitu, dengan selesainya rumah menambah deretan kebutuhan. Simple nya, kelar rumah karena buatan pengembang, perlu beberapa renovasi, beberapa penambahan dan penataan ulang, dan semua itu butuh uang.
oke itu satu, lantas tidak cuma itu, itu rumah tentu tidak mungkin tanpa isi, naah buat isinya tentu butuh lagi yang namanya uang. Buat meminimal pengeluaran, saya fokus buat develop kamar dulu, ruang tamu dan ruang tengah belakangan (sebenarnya kedua ruangan itu menyatu, maklum type kecil, tapi enak bilangnya terpisah biar berkesan gede :)), saya pengen kamar buat pusat semuanya, dan saya akan habiskan 80% waktu di rumah di kamar, maklum bakal ditempati sendiri (makanya cari 'isinya', hus.. Ntar di bahas, stay focus to my bed room please..! :)). Ngomongin isi kamar, dari minggu kemaren sampai tadi siang coba hunting cari ide apa aja yang cocok buat isi kamar. Hasilnya, wow gak murah man, lagi-lagi butuh extra money dari yang udah di anggarkan.
Wait, ini belom final, rumah walaupun namanya idaman, tapi jaraknya jauuuh banget dari kantor dan ke down town, makanya dibutuhkan kendaraan yang layak dan manusiawi, apalagi kalau ntar udah ada 'jemputan', gak mungkin dong wajah kucel habis ber'Mio' puluhan kilometer ketemuan (udah ada emangnya? Hus.. please nanti yaa :D), dan untuk itu keputusannya harus siapin duit buat mobil. Lagi-lagi, money-money-money, seperti judul lagu jaman baheula dari ABBA..
Naah setelah di kalkulasi, adjust sana sini, kurangin sana dan sini, hasilnya dapat dilihat dari wish list di bawah. Bagaimana dengan budgetnya, yaaaaaaa.. kurangnya buanyaak... Makanya peribahasa diatas sangat pas dengan kondisi sekarang, kebutuhan bener-bener gak fit budget, basalimuik kain saruang. Jadi ingat becandaan ponakan, om-om..! pengen satu jari, dua jari apa tiga jari.. Kasihan de loe.. :)
Wish list:
Perbaikan rumah
- ganti kawat atap dapur yang open air dengan atap motorik yang bisa buka tutup kayak sun roof di mobil. Denger-denger siy ada yang jual.
- cat ulang terutama kamar tidur dengan warna cat yang sesuai dengan prabot yang akan di pasang daripada warna putih sekarang serasa di rumah sakit :)
- Pasang teralis jendela biar aman, maklum sendiri, atut..
- desain dan develop taman depan dan dalam biar rumah terasa lebih hidup. Ada yang mau bantuin buat menata ^_*
- ganti lantai kamar tidur dengan bahan kayu, biar lebih adem
Perabot
- tempat tidur komplit.
- lemari pakaian. Tadi ketemu yang bagus, tapi mahalnya.. uang memang tidak pernah bohong :)
- rak tv buat di kamar
- kitchen and bar set. Biar makannya enak (walau sendiri :))
- satu set meja tamu (nt). Tadi ketemu, cakep banget, futuristik berbentuk bola yang di cutting miring dengan kotif kulit warna hitam dan rangka warna putih mirip warna ibook. Tapi perlu sabar karena komplitnya seharga Mio :)
- karpet ruang tamu (nt). Nunggu mejanya kebeli dulu.
- Aneka lampu cantik buat kamar dan ruang tamu (nt). Kalau ada side income, sepertinya boleh tuh, banyak yang bagus soalnya :)
- hiasan dinding (lukisan atau foto) (nt). Mungkin ada yang mau nyumbang..
- Aneka rak buat pernak-pernik dan nyimpan barang-barang (nt)
Electronic
- AC. Yang ini kudu, gak bisa di tunda-tunda.
- LCD tv. Gak kebeli Bravia, Samsung juga boleh yang seharga nikon D40 :)
- 1 set Home theater (nt). Tadi ketemu set home theater harman-kardon dan speaker JBL, buat nemanin si Samsung sepertinya pas banget, tapi yaaa telan ludah dulu, belum kebeli seharga D40 juga soalnya. mending tivi aja dulu.
- kulkas. Toshiba baru juga boleh tuh. Duitnya kudu nabung dulu :)
Other
- Car
- Car port
(nt: next time)
Subscribe to:
Posts (Atom)