Showing posts with label Idea. Show all posts
Showing posts with label Idea. Show all posts

Sunday, December 30, 2007

Mana tuan mu

Lagi semangat nulis, jadi lanjutin akh. Setelah selesai dengan tentang Vietnam, saya jadi keingat tentang masalah nasionalisme. Kecintaan terhadap negeri ini. Meski baru mengunjungi negeri orang bisa di itung dengan jari, dan itupun variasinya ga banyak, tapi satu yang bisa saya simpulkan, I luv my country.

Saya ga perlu dengan perempamaan 'hujan emas di negeri orang - hujan batu di negeri sendiri' buat menggambarkan kecintaan atas negeri sendiri, karena itu berlebihan, kalau ada hujan emas di negeri orang pasti harga emas bakal jatuh dong, ngapain kesana hehehe... So, apa yang bikin saya sangat cinta akan negeri ini, lebih karena suasana religiusnya. Satu hal yang selalu saya ingatkan ke teman-teman yang pengen kerja keluar negeri sana, bagi mereka yang muslim, percaya deh, anda tidak akan mendapatkan suasana tersebut. Paling simple adalah, anda tidak akan pernah dibangunkan dengan yang namanya azam subuh, anda tidak akan pernah merasakan enaknya suasana jum'atan seperti jum'atan disini, meski disini kalau jum'atan sering sendalnya raib terbawa kaki-kaki yang tidak bertanggung jawab, tapi tetap shalat disini jauh lebih enak. Belum lagi lebaran, uuhhhh, anda ga akan bisa menikmati gema takbir, hangatnya suasana mudik, tidak cuma perjalanannya tapi suasana keriuhannya menjelang mudik dan juga arus balik, dan tentu puncaknya lebaran.. dijamin, anda tidak akan bisa menikmati.

Masing-masing orang mungkin beda-beda yaaa, tapi bagi saya pribadi tidak ada yang lebih berharga didunia ini kecuali yang namanya nuansa religi, dan negara ini dengan kebobrokan mental orang-orangnya, masih jauh nuansa religinya daripada dimanapun..

Trus, ada yang nanya, bagaimana jika kerja nya ke Malaysia, yaaa kalau Malaysia siy ga jauh kayak indonesia, ngapain merantau kesana.. negara Arab, akhh males, seberapapun banyaknya duit disana, anda tetap seperti bangsa budak disana, bangsa kelas bawah dimata mereka, ngapaiin.. Jadi ingat cerita teman, dia kerja di offshore, dan kebetulan checkpointnya di salah satu negara Arab. Naah ketika dia nyampe di bandara, petugas bandaranya nanya 'Mana tuan mu'.. gubrak, capeee dey, emang enak dikira pembantu - TKI.. sebegitu rendahnya orang kita dimata orang sana.. :(


Oo yaa berikut tampilan sicindai di sicindai.wordpress.com, lebih simple tapi, hmmm enak diliat.. suatu saat sicindai akan pindah ke wordpress, si hantu tarok ini udah ga nyaman lagi dia berayun di pohon blogspot.

Wednesday, December 26, 2007

What next

Baca tulisan Samuel Mulia di Kompas minggu kemaren tentang Potret Diri sungguh bagus. Sudah lama saya ga dapetin tulisan yang bagus dari Dia, ga tau blakangan tulisannya banyak yang aneh jadi saya ga begitu 'klik' membacanya. Bagaimanapun, saya sedikit banyak terinspirasi oleh cara penulisan dia, sehingga tulisannya tiap minggu selalu saya tunggu-tunggu, seperti menunggu tulisannya Harry Rusli di kompas minggu ketika beliau masih hidup.

Ooo iya, tulisan potret diri Samuel Mulia tersebut bercerita tentang jalan hidupnya yang tergambar dari kumpulan foto dirinya mulai dari masa muda yang tanpan, energik, dan gilaa... serta foto terakhir yang telah mulai beruban, berkaca mata plus dan tidak lagi seenergik dulu. Ide yang bagus sebagai tulisan penutup taun, untuk melihat ke belakang.

Bagi Samuel Mulia yang telah berkepala empat, usia telah membuat dia lebih bijak, usia telah membawa dia yang seperti katanya lebih religius. Samuel yang dulu berpose dengan G-string ketika muda, kini menjadi samuel yang ngomongin puasa ketika ramadhan kemaren, meski bukan muslim, tapi dijalani sebagai untuk mendapatkan nilai spiritual. Sebagian orang memang menjalani siklus hidup seperti Samuel kali yaa, ada saatnya mereka sangat enjoy dengan hidupnya, seperti akan hidup selamanya, masa-masa liar, dan suatu saat terbangun, menyadari hidup yang tidak akan lama lagi, sehingga berangsur akan berubah, lebih menatap ke depan yang jauh diluar dunianya, sehingga membuat dia lebih wish. Bersyukurlah, karena diberi kesempatan untuk pemberbaiki diri, bagaimana jika tidak?

Walah, omongan kok jadi kayak aki-aki lagi yaaa.. hihihi. Tapi ga apa-apa, berhubung akhir taun saatnya buat review dan susun rencana. Tulisan ini juga tercetus kebetulan tadi ketika shalat. Shalat itu sepertinya bikin banyak inspirasi yaaa, buktinya rangkaian kata-kata ini terjalin justru ketika mau menyelesaikan shalat sunnah abis magrib tadi.. btw, begitu tuh orang yang belum lama ini berkoar tentang shalat khusyuk, apa itu contoh shalat orang yang khusyuk hehehe..

Ooo yaa, tadinya saya mau nulis flash back, tapi flash back menganggap diri seolah-olah telah berusia 44 tahun, dimana diusia tersebut sayanya telah sukses sebagai penulis, punya kolom sendiri di koran ibukota, dan coba melihat potret diri kebelakang tepat ke hari ini... eee pas dirumah, keingatan, kok bisa sama yaa sama tulisan samuel mulia diatas, kalau saya cuma dalam hayalan udah berusia 44, samuel mulia ternyata nulis yang sama di Kompas, tapi dalam kehidupan yang real.

Oke, lupakan yang diatas, sekarang pertanyaannya what next, what next year, what next decade of your life, itu yang ada dalam pikiran saya ketika sujud dalam shalat tadi. Terus terang semuanya ga bisa saya jawab, dari dahulu hidup ini ga pernah bisa dipetakan, dan itu mungkin udah jalannya. Beda dengan banyak orang yang bisa memetakan hidupnya, kedepannya gimana dan dengan itu mereka menyusun langkah-langkah, dan mencoba mewujudkannya. Sementara saya dari dulu merasa hidup berdasarkan opportunity, kesempatan yang biasanya lewat sepintas, saya raih dan kemudian mengubah hidup. Ga ada dalam kamus hidup, saya bisa kuliah di bandung, ga pernah terlintas bisa bekerja seperti sekarang, walau ga sesukses orang-orang kalau 'melihat keatas', tapi bagi saya sudah cukup untuk saat ini, telah cukup untuk membuat saya sangat bersyukur, apalagi jika 'melihat ke samping dan ke bawah', semua yang telah saya peroleh tersebut telah membuat saya menjadi seorang ahli syukur. Dan mungkin dengan jalan itu wujud kasih Yang Diatas kepada saya agar saya menjadi orang yang bisa mensyukuri nikmat, dengan jalan yang penuh kejutan, dan itu satu-satunya yang bisa saya harapkan ditaun-taun mendatang, opportunity dan kejutan-kejutan dalam hidup yang akan membuat saya semakin lebih banyak bersyukur.. semoga..!! do'a-in yaaa, ntar saya balas do'a-in situ juga ^^

Cheer...
Taun baru masih lama yaaa hihihihi...

Tuesday, December 25, 2007

Someone that makes you laugh

"So many goddamn gorgeous women in this city, but the thing is this. After a while.. you just wanna be with the one that makes you laugh"

Kutipan diatas penutup pada episode 2: Models and Mortals, pada sitkom Sex in The City Session 1.. Interesting hah, halah sok Inggris ^^

Ceritanya, tadi sore rencananya mau nyari DVD buat ponakan, judulnya Little Einstein sebagai kelanjutan dari Baby Einstein, tapi nyasar pulangnya justru bawa serial Sex in The City session 1 sampai 3. Lantas Little Einstein nya, hmm masih ketinggalan di toko ^^

Yang bikin saya tertarik kembali nonton Sex in The City semata-mata pengen liat bagaimana si Carrie menuangkan idenya dalam tulisan, karena di sitkom tersebut dianya seorang penulis, isn't it? weleh sok inggris lagi.. Naah siapa tau dapat ide dari situ bagaimana seharusnya menulis yang baik. Tapi yaaa, ujung-ujungnya bukannya nangkap apa yang tadi udah diniatin, malah jadi keasikan ngikutin ceritanya, bukan lagi nangkap idenya.

Btw, saya setuju dengan apa yang dimaksud oleh ketipan diatas, pada akhirnya kita hanya ingin dengan seseorang yang membuat kita ketawa, kalau istilah kerennya 'nyambung' kali yee. Tapi jika seandainya kita dapetin seseorang yang 'make u laugh' n 'goddamn gorgeous'.. yang terakhir itu namanya bonus, ya ga.. wanna (niruuuuu..!!)^^

Berikut satu lagi kutipan tulisan Carrie di akhir cerita;

"I began to realize that being beautiful is like having a rent-controlled apartment overlooking the park: completely unfair and usual bestowed upon those who deserve it least"

"Beauty is fleeting.. but a rent-controlled apartment overlooking the park is forever"


ada yang tau maksudnya.. wew..wew..wew ^^

Friday, December 21, 2007

Audi

Barusan seorang teman ce cerita kalau semalam dia di teror sama Audi gara-gara dia dianggap ngalangin si Audi yang mau ngebut. Saya cuma komen, 'ya iya lah.. ce kalau bawa mobil suka aneh', dan emang kenyataannya begitu. Pengalaman setaun bawa motor, hanya ada dua musuh besar dijalan, yaitu ce yang megang stir, yang kedua orang yang nyebarang jalan. Tingkat ketidakpastian kedua orang tersebut sangatlah besar. Ini mo belok apa mo lurus, kayak kemaren ibu-ibu bawa motor, boncengin 2 orang anaknya, belok ga liat kiri kanan, ngeloyor aja.. untung saya masih liat, kalau ga kan harus tanggung jawab, ibu-ibu gitu lo.. Trus kalau yang nyeberang, sukanya ragu-ragu kadang tiba-tiba aja lari.. masalahnya kalau tabrakan sama yang nyebrang, dua-duanya baik yang nabrak atau yang di trabrak pasti bakal luka-luka.

Liat adab orang berkedara di jakarta memang musying-in. Seperti kemaren, ketemu ce yang bawa motor, saya mikir ini kok bawa nya pelan amat, ngambil jalur kiri tapi ditengah, mau nyalip dari kanan udah penuh sama mobil. Pas berhasil disalib, ealah, ternyata lagi nelpon. Ampun, seberapa pentingnya siy itu yang nelpon sehingga harus diangkat ketika dijalan. Apa salahnya siy, kan cuma motor tinggal minggir sebentar, nelpon dulu baru lanjutin.

Ada lagi ketemu orang yang bawa motor, sama, pelan juga sementara arus lagi padat, eee pas diliat, orangnya lagi sms.. ampun tante. Belum lagi ketemu orang yang bawa motor di lampu merah, dianya lagi asyik merokok. Seberapa pentingnya itu rokok, sampai brenti cuma 1 menit masih sempat-sempat nya ngerokok. Ingat rokok, ingat pengendara mobil yang suka buka kaca hanya agar bisa merokok, kok mau yaaa demi rokok tega mobilnya bau karena asap rokok dan asap yang berasal dari luar.

Itu adalah beberapa potret cara orang bekendara dijakarta, blum lagi yang ga ngerti aturan lalu lintas, suka belok tanpa ngasih sen, motor dengan spion yang ga standar, sehingga ga bakal bisa liat orang di blakang, belok dengan seenaknya.

Trakhir, belum lama ini didepan Graha Kencana kebon jeruk, di jalur kanan tiba-tiba sebuah jazz berhenti, trus trus dari pintu kiri turun penumpang, saya kira mobilnya tiba-tiba berhenti karena mogot, penumpangnya turun buat ngecek mesin. Eeee mobil tersebut jalan lagi, wealah ternyata barusan nurunin penumpang, dan pas liat yang nyetir, cewek.. hmmm jadi maklum.. ^^

Hayuk pakpol, gimana niy, tolong dong ngasih ijin mengemudinya di peratiin lagi, trus pengawasan dijalannya di tingkatin lagi dong, terutama kelengkapan kendaraan kayak tadi spion, dan tentu diperhatiin adab pengendaranya.. ditunggu yaaa actionnya ^^

Aki Said..

Barusan ketika wudhu buat shalat Isya, baru keingat bahwa besok kudu kerja. Waduh, salah dong tadi kebablasan tidur abis biliar seharian. Ketiduran setelah ujan-ujanan karena dari siang kejebak di tempat biliar ga bisa pulang gara-gara ujan ga reda-reda. Kebablasan tidur dan baru kebangun jam setengah sebelas.

Udah akh, nulis dikit aja, abis tadi kepicu jadi pengen nulis gara-gara baca salah satu blog rekan milis yang ternyata hari ini dia bisa bikin tiga posting di blog, rajin amat, apa ga ikutan kurban tu orang..(saya juga ga kok ^^)

Barusan liat di tivi tentang lagi-lagi, banjir di Kpg Pulo - Kampung melayu yang sore ini udah kembali surut. Yang lucu adalah kehidupan warga sana yang seolah-olah tidak terganggu dengan adanya banjir kiriman dari Bogor sana yang tadi pagi sempat menggenangi perumahan mereka hingga ketinggian 2.5 Meter. Di tivi diliatin warga yang lagi bakar sate dan dari liputan lainnya terlihat lagi motong hewan kurban. Bayangin, banjir-banjir gitu kegiatan kurban tetap berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Satu yang bikin salut adalah mereka adalah orang-orang ulet dan sabar. Setiap musim hujan, selalu dapat bingkisan berupa banjir, tapi mereka tetap bertahan. Ada alasan lain kenapa mereka tetap bertahan disana, apa lagi kalau tidak karena mereka tidak punya pilihan. Jika orang-orang bilang bahwa 'hidup adalah pilihan', mereka itu akan jawab 'bullshit'.. ups kasar yaa... tapi coba aja kalau brani ngomong gitu ke mereka, mungkin akan dapat jawaban yang lebih kasar.. 'tai..!' misalnya, hihihi sama yaa artinya. Yaa begitulah, sebenarnya bukannya karena mereka itu sabar, tapi memang tidak punya pilihan. Kalau dalam buku 'Mimpi Einstein', mereka itu masuk kedalam ruang-waktu yang telah tertancap pada satu titik, tidak bisa berubah.

Kadang dijalan, ketika berangkat ke kantor pagi-pagi, saya sering ngalamin kemacetan karena ternyata didepan ada beberapa gerobak barang bekas yang baru keluar dari kandangnya, siap beredar hari itu untuk ngumpulin barang-barang bekas. Belum lagi pagi-pagi, subuh-subuh saya sering ketemu mereka sudah ngorek-ngorek tong sampah buat dapatin apapun yang masih bisa di recycle. Seperti halnya mereka yang di kpg Pulo, mereka ini juga orang-orang yang tidak punya pilihan sehingga peluang sekecil apapun untuk tetap hidup mereka ambil.

Sedikit menyimpang dari bahasan diatas, satu yang saya suka dari teman-teman sesama pengendara motor adalah terlihat dari teman-teman cukup bisa ngerti mereka yang narik gerobak itu sehingga sabar dan tidak nglaksonin mereka agar minggir. Kita suka sabar nunggu mereka lewat, atau nunggu jalan yang lebih lega agar bisa menyalip mereka. Kita cukup sabar liat orang dengan kondisi tidak seberuntung kita yang cuma duduk di jok motor dan tinggal narik gas untuk bergerak, sesabar mereka yang duduk dibalik kemudi mobil menunggu kita-kita pengendara motor yang suka salib jalan mereka. Salah satu yang saya suka dari kota ini adalah karena Jakarta itu adalah kumpulan orang-orang sabar. Yang motor sabar terhadap sesama pengendara motor yang ingin nyalip, atau para gerobak makanan atau gerobak barang bekas yang share jalur motor di kiri jalan. Pengendara mobil suka sabar liat pengendara motor yang suka zigzag diantara mobil mereka yang lagi macet. Yang bikin kesel adalah mereka yang shoutout holic, suka banget nempelin tangan mereka ke klakson yang bikin brisik, tidak hanya bikin kesal mobil atau motor didepan mereka yang ketahan gara-gara macet dan tidak pernah mikir bahwa mereka yang lagi jalan kaki atau duduk di angkot sering stess dengar teriakan klakson mereka.

Terakhir, pesan yang udah basi karena terlalu sering diulang, tapi ga ada salahnya diulang lagi buat pengingat karena seperti halnya ceramah agama, sebagian besar sebenarnya adalah materi yang di ulang-ulang, tapi tetap aja diangkat ke mimbar sebagai pengingat karena kita masih sering lupa. Naaah ini sama dengan itu, cuma sebagai pengingat..

" bersyukurlah bahwa kita masih bisa memilih dalam hidup.. dan jika dalam beberapa hal kita tidak punya pilihan, jadilah orang yang sabar"

..iyaaa Ki.. !!
udah sekarang Aki sana bobo, udah malem, pan besok kudu ngantor ^^

ups, di laptop skarang lagi lagu lama dari Mr. Big - Nothing but love

And if you walk away
You know that I will follow
To steal back your broken heart
At least until tomorrow
Because whatever comes today
Beside you I can't hide you're the one

Nothing but love can last forever
Nothing but love will start
To mend the place inside your heart
That needed healing

Yummie...

Tuesday, December 18, 2007

Motivator

Pernah nonton Kick Andy di Metro ketika membahas buku Laskar Pelangi. Saya sendiri ga tau isi buku Laskar pelangi tersebut karena belum sempat baca, sama halnya dengan buku Traveller Tale yang cukup monumental dalam penerbitan buku pengarang lokal. Yang menarik bagi saya pada Kick Andy edisi tersebut adalah ketika Gede Prama ngasih komentar. Dalam komentarnya dia bercerita tentang awal dia jadi penulis. Beliau mengatakan, waktu itu dia mikir apa yang bisa dia perbuat buat orang di sekitar, dan yang dia tau hanyalah dia bisa menulis. Sejak itu beliau serius menjadi motivator melalui tulisan-tulisannya.

Kenapa saya mengangkat cerita ini, lebih karena kemarin saya liat video-video Steve Jobs, boss nya Apple. Dalam sebuah video, saya ga tau itu liputan tentang apa, yang pasti seputar entrepreneur, ditunjukkan bagaimana seorang Steve Jobs memotivasi teamnya bagaimana menciptakan suatu produk yang sesuai dengan pasar, tapi juga punya tujuan mulia yaitu targetnya untuk dunia pendidikan. Melihat video itu saya jadi teringat Gede Prama, ada yang beda dari kedua orang tersebut adalah yang satu cuma penulis untuk motivator, yang satunya lagi adalah motivator dalam praktek sebenarnya, dalam dunia nyata. Kalau ditanya saya milih yang mana, tentu saya milih Steve Jobs, karena dia bukan cuma bisa bicara, tapi bisa membuktikan, sementara Gede Prama hanya bisa bicara, dan tidak pernah membuktikan apa yang dia ucapkan dalam dunia nyata.

Saya sempat dengar komentar miring orang-orang tentang Gede Prama dan para motivator lainnya yang buku-bukunya sangat banyak kita temukan di toko buku, belum lagi berbagai kelas tidak hanya untuk kalangan eksekutif tapi tidak jarang untuk level korporat. Kata-kata miring yang mempermasalahkan tentang pembuktian mereka akan ucapan mereka. Dulu ada juga cerita tentang seorang 'pakar ekonomi dan marketing' yang sangat populer dan pernah punya acara sendiri di tv, diberi kepercayaan dalam pengelolaan beberapa perusahaan dan coba create usaha sendiri, dan ternyata semuanya brantakan. Dengan alasan tersebut, beberapa orang meragukan apa kemampuan para motivator tersebut.

Terlepas dari semua itu, menurut saya kita tetap butuh seorang Gede Prama, karena banyak orang yang telah berhasil berubah menjadi baik melalui tulisannya. Masih di acara Kick Andy tersebut juga Gede Prama sempat cerita seorang anak yang nelpon dia yang mengatakan bahwa orangtuanya gagal bercerai setelah mendengar suatu dialog Gede Prama di radio ketika kedua orangtuanya dalam perjalanan menuju pengadilan agama dalam sidang perceraian. Demikianlah, setiap orang mungkin diberi suatu anugerah yang dititipkan oleh Tuhan lewat ucapannya, mungkin lewat otaknya, dan beruntunglah mereka yang memiliki semuanya, otak, kemampuan komunikasi dan suatu karya sebagai wujud nyata.

Dimanakah kita sekarang, tidak perlu berkecil hati, sebarkanlah suatu kebaikan melalui apa yang kita miliki walaupun itu sangat kecil pengaruhnya, mungkin hanya bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitarnya atau mungkin negara dan kemanusiaan.. halah kok saya ngomongnya jadi kayak Gede prama yaaa.. blog ini mungkin salah satu wujud sumbangsih saya sama dunia... halah, begini niy tulisan kalau udah mulai ngantuk.. ngawuurr... met bobo' ^^

Friday, December 14, 2007

Kurban

Tadi siang saya dapat sedikit cerita dari teman tentang diskusi makna kurban untuk saat ini. Diskusinya ga berat-berat kok, ga ngomongin agama yang mendalam. Yang jadi sorotan adalah masalah object korbannya yaitu si mbek dan si sapi. Ada teman yang bilang, sepertinya kita patut mereview ulang, apakah bisa hewan tersebut digantikan dengan bentuk yang laen. Bukankah pada daging hewan-hewan itu terdapat banyak sekali penyakit, bukankah daging merah itu sumber kolesterol, darah tinggi dan teman-temannya, belum lagi sekarang banyak terdapat penyakit hewan yang menular ke manusia seperti antrax dan sapi gila, bukannya kita kudu hati-hati.

Benar siy alasan teman yang tadi, belum lagi kebiasaan disini, jakarta khususnya, pada saat kurban terlalu banyak mudarat yang terjadi, pengurus masjid cari keuntungan dari penyelenggaraan korban (itu kata teman, saya sendiri ga tau), trus daging hasil kurban dibikin berbagai macam makanan trus dimakan berame-rame. Selain konsumsi makan daging yang berlebihan, kadang terdapat juga kemubaziran disitu. Belum lagi mereka yang ikutan kurban, biasanya dapat jatah daging kurban yang juga banyak, naah biasanya suka lupa diri misal makan sate yang kebanyakan, sehingga kolesterolnya naik lagi. Pokoknya, terlalu banyak kemudaratan dalam proses kurban saat ini, demikian kesimpulan teman tersebut, dan sebagian saya aminkan.

Ada benar juga, tapi menurut saya yang perlu direvisi sekarang adalah mekanisme pemberian daging kurban tersebut. Penggunaan kambing dan sapi boleh-boleh aja, tapi kepada siapa daging kambing dan sapi itu diberikan. Sebenarnya semua yang dihalalkan oleh agama itu baik untuk dimakan. Yang salah kita sendiri yang mengingkari prinsip dasar larangan dalam agama yaitu berlebihan. Agama saja melarang beribadah yang berlebihan, apalagi makan. Naah biasanya semua itu menjadi sumber penyakit karena dikonsumsi secara berlebihan. Yaa kan, toh dari SD pun kita udah diajarin tentang kecukupan gizi lewat 4 sehat 5 sempurna, bukankah disitu termasuk daging-dagingan.

Naah, untuk itu perlu perbaikan mekanisme, harus cari dulu target penerima daging kurban tersebut, terutama orang miskin yang memang jarang sekali memiliki lauk pauk berupa daging (makan aja kadang jarang). Trus, setau saya kurban itu cendrung kepada ritual, sehingga tidak ada keharusan tentang siapa penerima kurban yang disyara'kan. Tapi akankah lebih baik, kalau memang sudah susah mencari penerimanya, sementara kalau di konsumsi sendiri akan membuat kemudaratan seperti penyakit yang kambuh, yaaa akan lebih baik jika uang buat kurban itu dimanfaatkan untuk hal yang lebih bermafaat seperti santunan buat uang sekolah anak-anak ga mampu, atau membantu tetangga yang lagi kesusahan, dan perbuatan mulia lainnya..wallahu'alam.. just my opinion ^^

Sunday, December 09, 2007

Rahasia Perempuan

to be happy with a man, you must understand him a lot and love him a little. To be happy with a woman you must love her a lot, and not try to understand her at all

Saya berangkat ke kantor pagi ini dengan niat jelek, apa niat jeleknya ga usah di bahas. Tapi nyampe di kantor ga kesampaian, ga tau niat tersebut kececer dijalan atau menguap sendiri ketika dalam perjalanan dari rumah ke kantor..niat jelek kok di plara.. yaa udah nulis blog aja.

Oo yaa, tulisan kali ini ga serius, cuma pengen cerita-cerita aja. Berita gembira, bagi saya tentunya, anda terserah :P... sayanya ga jadi pindah rumah akhir tahun ini karena akan tetep perpanjang kontrakan yang saat ini ditempati. Belum benar-benar positif siy, soalnya tergantung ke adik juga, apa dia mau tetap atau kekeh mau kost. Dari dulu ini adik memang pikirannya susah di tebak, maklum ce.. ce emang gitu yaaa, ga se simple kita yang co kalau mikir. Bagi kita para co kalau liat ce itu mikir sering suka bingung, kok ribet banget.. udah mikir ribet-ribet, ee keputusannya salah lagi.

Belakangan saya memang lagi serius coba memetakan cara pikir kaum ibu-ibu ini, dari sekian orang yang saya kenal, hmm ga ada satupun yang saya bisa petakan maunya apa siy ini.. Kadang omongan yang bagi kita para co itu suatu omongan ga berarti apa-apa, bagi para ce bisa berjuta arti.. dan seringnya, ngambilnya arti yang paling jelek.. dan malesnya lagi arti yang paling jelek tersebut justru bikin mereka sedih sendiri, marah-marah sendiri.. lebih apes lagi kadang kita kebagian dimarahi.. haaaaa.. kalau di omongin bukan itu maksudnya, ee kalian justru bilang, 'aku ini ce..' so what gitu lo kalau kamu itu ce, emang ce itu slalu lebih tau, lebih perasa, dan paling bisa mengartikan segala sesuatunya, kalau memang bukan itu artinya, Gimana?

Akh makanya dengerin quote diatas atau comment seorang novelis Oscar Wilde

women are meant to be loved, not to be understood

Tapi emang yaaa, mungkin disitu kali makna Yin dan Yang, dalam hidup itu selalu ada yang pengimbang, selalu berpasangan dan saling menutupi dan melengkapi. Ke simple an co itu ga bisa dibiarin sendiri, harus diimbangi dengan ke complicate an ce, begitu juga sebaliknya.

Jadi ingat lagunya the Rock (walau ga ada hubungannya sama tulsan diatas ^^):

Ada satu bagian pada perempuan
Yang sangatlah peka bila di sentuh oleh lelaki
Dimanakah bagian itu maukah kau tahu

...

Reff. Sentuhlah dia tepat dihatinya
Dia kan jadi milikmu selamanya
Sentuh dengan setulus cinta
Buat hatinya terbang melayang


Enjoy..!

Thursday, December 06, 2007

Salmiati

Salmiati, nama itu begitu indah, mengingatkan pada masa-masa kuliah dulu di Bandung.. ups, tapi ini bukan nama mantan pacar, gini-gini saya merupakan jomblo sejati, dan sangat bangga berhasil lulus kuliah dengan pradikat jomblo sejati disamping gelar akademik. Ga semua orang bisa lo, memegang teguh prinsip untuk tidak pacaran alias ngejomblo apalagi bandung bo.. tapi saya berhasil melewatinya.. sayangnya kebablasan sampai sekarang.. ^^

Ooo yaa, cerita yang namanya Salmiati, tepatnya ibu.. lebih tepatnya lagi ibu Dokter Salmiati.. bagi yang dulu pernah kuliah di bandung dan tinggal di daerah seputaran dago sampai gasibu bandung, nama si ibu sangatlah harum. Beliau adalah dokter umum yang berpraktek di daerah Dago, dan punya pasien buanyak banget.. dan rata-rata mahasiswa. Kalau ketemu si ibu, trus dengar suaranya aja dijamin panasnya turun 50%.. kalau suhunya 39-40, berarti suhu tubuhnya jadi 20 derajat yaaa... ooo terlalu rendah yaa.. hmm maksudnya, sakitnya bisa berkurang 50%. Jangan pikir karena saya co trus ketemu dokter cantik dengan suara lembut.. dulu 30 tahun yang lalu mungkin ibunya cantik, masih terlihat di guratan wajahnya.. tapi yang tersisa sekarang adalah kelembutan suaranya.. sangat menyejukkan bagi para pasien.

Trus, kelebihan yang pasti yang dirasakan sama semua mahasiswa yang berobat kesana adalah biaya berobat sama si ibu yang sangat murah, boleh dibilang si ibunya ga ngambil biaya pengobatan sama sekali. Si ibu biasanya cuma bilang, masukin aja seikhlasnya ke kotak amal yang berada di pojok ruangannya.. yang namanya seikhlasnya, ngomong ke kita mahasiswa, pasti 5rb atau 10 udah gede tuh, apalagi di sekitar taun 90-an. malah kadang ada yang ngasih 3rb, atau ditolak sama sekali sama ibunya kalau kita berhasil majang tampang susah di depan si ibu.

Dengan semua kedermawanan si ibu dokter ini, mungkin tidak ada mahasiswa yang berobat padanya tidak berterima kasih dan mendo'akan beliau agar mendapat pahala yang setimpal dari yang Diatas. Gara-gara si ibu ini juga, dulu ada 'seseorang' yang terobsesi punya istri seorang dokter.. yang ada di benak 'orang' tersebut adalah betapa mulianya dia kalau punya istri yang se shaleh dan sedermawan si ibu Salmiati. Ada bayangan indah 'orang' tersebut, betapa mulianya jika dia nyari nafkah untuk keluarga sementara si 'istri' berada di sekitar orang-orang yang membutuhkan uluran tangannya, kalaupun dia ga kebagian amalan ga apa-apa, begitu 'katanya', tapi dia cukup bahagia beristrikan seorang yang mulia dihadapan masyarakat dan Tuhannya. 'si orang' tersebut pernah bercerita bahwa dia sempat nonton, apa baca buku tentang sesungguhnya seorang dokter itu pada hakikatnya telah dilahirkan untuk perpanjangan tangan dari Tuhan untuk menyembuhkan penyakit orang disekitarnya, betapa sebenarnya seorang dokter diberi suatu keistimewaan yang sangat besar sama yang Diatas, yang kalau utilize dengan baik merupakan ladang amal terluas.

Pertemuan terakhir dengan 'orang' tersebut, ternyata orangnya masih sendiri belum menemukan yang dicari. Ada kekecewaan, dan 'katanya' kenapa ada seorang dokter Salmiati yang sangat istimewa dimata mahasiswa dan orang disekelilingnya, karena 'katanya' sulit menemukan Salmiati-salmiati lainnya. Saat ini dia cuma mencari wanita yang bisa melengkapi dirinya untuk bersama-sama berbuat baik untuk keluarga, tetangga dan orang sekitar, tidak harus dalam bentuk materi.. tapi perhatian dan kasih sayang..

good luck man..
kirim do'a buat ibu Salmiati, moga beliau selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk lebih banyak lagi menyembuhkan orang-orang disekitarnya.

Selamat ultah ikatan dokter indonesia.. ups emang sekarang ultah IDI.. hihihi, sok tau.
caw... pulaaaanggggggg.. (9:23 PM)

Wednesday, December 05, 2007

Narciscus

Mengapa seorang fotografer suka majang fotonya ketika lagi megang kamera atau lagi bidik object dengan kameranya kayak foto saya disamping, padahal saya bukan seorang fotografer. Itu sama dengan pertanyaan kenapa seorang dokter doyan difoto ketika dalam kostum kebesarannya, jas putih dengan stateskop tergantung di lehernya.

Kalau dipikir-pikir garing yaaa, saya jadi sangat malu dengan memajang foto disamping. Ntar kudu dicabut (udah di cabut ding, dah ga tahan, maluuuu..). Kenapa kita selalu mengasosiasikan diri kita dengan apa yang lagi kita gemari, dengan status sosial kita saat ini dan itu harus dipajang dimana-mana. Kenapa harus segitunya nunjukin ke orang-orang 'ini lo gw'. Garing pisang ga siy.. kenapa sekali-sekali ga coba lepas dari embel-embel siapa kita saat ini.

dah akh, sekedar tulisan pendek.. abis tadi dah mau pulang, liat salah satu situs hobi fotografi, liat foto orang-orang yang ngasih comment, kok pada megang kamera semua.. ikhh.. norak.. fotografer kok norak.. :P

SMS Selingkuh

Seorang teman semalam sms ketika udah hampir jam 8 malem, berhubung sayanya lagi beres-beres mau pulang, maklum karyawan teladan (sebenarnya karena ga punya kunci siy ^^), saya ga bisa langsung bales dan baru sempat di bales setelah di lift mau turun ke parkiran. Abis itu kembali ber-JJM (jalan-jalan malem) sama si Meong, dan yang namanya lagi mesra sama si meong, semau sms di abaikan. Ee nyampe di rumah udah ada 3 sms yang nunggu yang intinya bilang kirain smsnya tidak dibales, kirain sayanya telah menentukan pilihan. Lah apa hubungannya antara sms balesnya telat - tidak dibales - menentukan pilihan, apa coba... (ekspresi cupu.. culun punya ^^)

Saya jadi kepikiran ternyata bagi sebagian orang sms punya makna macem-macem, tergantung suasana hati kali yaa, kalau lagi gundah, telat dikit balesnya 'kemana aja siy', kalau sms nya cuma formalitas paling nanya 'lagi dimana?' trus dijawab 'di anu'.. jawabannya pasti cuma 'Ooo.." ^^. Bagi saya pribadi sms lebih banyak untuk menghargai privasi (bukan buat ngirit), enterupsi tanpa harus mengganggu. Dengan sms kita ngasih pilihan ke orang yang di hubungi kapan mau ngebales.. mau mandi dulu, makan dulu, bobo dulu (yang ini kelewatan), atau ke kantor dulu - jalan-jalan sama teman - trus pulang - pas mau tidur baru di bales (yang ini kelewatan banget..). Beda dengan di telpon, kadang ga semua orang dalam suasana hati yang bagus sehingga mau ngangkat telpon, tapi merasa kepaksa untuk ngangkat karena dah di hubungi, apalagi kalau dari nomor yang ga ada di phonebook, mau ga dianggap gimana, kirain dari siapa, pas diangkat ternyata... yaa banyak dey. Karena itu SMS adalah media terbaik.. kalau kira-kira respon yang di sms baik, mungkin kita bisa ijin buat nelpon.. sopan banget yaa..^^

Lepas dari cerita sms, teman tersebut juga sempat cerita tentang temannya yang lagi sewot karena istrinya selingkuh. Hmmm, selingkuh.. kadang saya ga habis pikir, kenapa orang bisa selingkuh, apa sedemikian peliknya persoalan rumah tangga mereka sehingga satu diantaranya harus nyari 'pelampiasan kebahagiaan' diluar sana, apa cuma ngikutin nafsu doang karena dasar agamanya yang sangat minim. Tapi apapun alasannya, apapun penyebabnya, selingkuh adalah perbuatan yang salah.. titik.. ga ada kata tapi.. yang ada disana adalah satu orang pencurangi kepercayaan yang lain, it's a bad..bad.. jangan sampai deh. Mereka yang menjadi teman selingkuhnya, dia adalah orang terburuk diantara tiga orang tersebut.

huh.. jadi esmosi.. !! ^^

Thursday, November 29, 2007

Sensi

Sore ini saya dua kali ngalamin 'sepertinya' salah omong terhadap dua orang. Kenapa 'sepertinya' karena itu punya banyak makna;
1. Emang sayanya salah ngomong. Kalau yang ini emang sering, dasar sayanya kadang ngomong suka ga mikir kalau lagi semangat-semangatnya ngomong. Siiittt... keep your f**king mouth, ntar kelepasan lagi (kasar banget yaaa, tapi jangan dianggap serius karena buat gaya-gayaan doang, maklum lagi semangat-semangatnya denger lagu metal klasik, lirik lagunya yang kasar jadi ke bawa-bawa kesini hehehe)
2. Saya nya lagi sensi. Orang ngerespon jawaban seperti itu, kok dianggap macem-macem. Payah niy, mungkin pengaruh semalem kurang tidur atau pengaruh umur kali yaaa.. hehehe..
3. Si orang yang di ajak ngomongnya justru yang lagi sensi. Dan lagi-lagi ini salah saya, orang lagi sensi diajak ngomong, salah sendiri..hihihi..
4. Saya dan orang yang lagi di ajak ngomong sama-sama lagi sensi. Yang ini repot niy, mensana inkorperensano, saya (ngomongnya) kesana, dia nya (nanggapinnya) kesono. Ampuun DJ.. hehehe..

Tapi ga masalah, apapun penyebabnya, jangan diambil ati, jangan jadi berhenti ngomong. Toh yang namanya orang, siapapun pasti ga selamanya bisa ngomong disaat yang tepat ke orang yang tepat untuk mendengarnya dan dengan kata-kata yang tepat.

Saya punya cerita bodoh yang tidak pernah terlupakan, hiiiii, kalau inget ngeselin banget.. Ceritanya, dulu pernah ikut seminar internasional di Singapore sana. Si keynote speaker nerangin macem-macem.. trus saya kepikiran buat nanya sesuatu yang menurut saya belum sempat diomongin. Dengan penuh pede, saya ngacung ditengah-tengah audience yang lebih dari 200 orang. Trus ngajuin pertanyaan, English pasti.. naaah English itu masalahnya, ternyata si pembicara yang saya tanya ga ngerti yang saya tanya, apa English saya yang salah, atau pertanyaan saya yang begitu rumit, tapi pas nanya ke temen apa dia ngerti yang saya tanya, ternyata dia juga ga ngarti... ampuuun... brarti emang english saya nya yang ngaco. Malu buanget, kalau bikin malu boleh siy, tapi jangan di tingkat internasional.. hahaha..

dah akh, ntar cerita-cerita bodoh laennya kebongkar semua disini. Tolong yaaa yang tau crita bodoh diatas jangan kasi comment, makin malu niy :"> dan jangan ada yang kesinggung juga yaaa baca posting ini, ntar dosa saya makin numpuk niy, ga kuat bayar, piiisss ^^

kayaknya emang saya yang lagi sensi yaaa.. buktinya curhat disini hihihi..

Wednesday, November 28, 2007

Silat Lidah v.1

Dah lama ga bikin tulisan serius, terakhir beberapa bulan lalu ngomongin masalah kemacetan. Naah sekarang saya coba kembali bikin posting yang aga seriusan. Moga ga bosen ngebacanya, karena ga ada bagusnya, dan yang pasti ga ada isinya.

Oke, ide tulisan ini sebenarnya muncul barusan ketika nonton Silat Lidah, bagi yang ga gaul dan jarang nonton tipi, silat lidah eta teh acara nu ti ANTV, acara yang diisi oleh ibu-ibu yang brisik dan si Irawan, moderator yang pede abis. Di silat lidah tadi ada pernyataan dari pemirsa yang mengatakan negara kita ini ga maju-maju karena rakyatnya terlalu banyak mengkritik pemerintah. Lah jelas aja penalis khususnya mbak Ratna Sarumpaet yang paling sering mengkritik pemerintah merasa terbakar jenggotnya, ooo ga ada jenggot yaa. Alasannya jelas, mereka (pemerintah) yang diberi tugas mengatur negara dan wajar di kritis karena gagal mengemban tugasnya. Ditambah lagi komentar Lula Kamal yang mengatakan bahwa sebagai orang yang membayar pajak, wajar warga menuntut haknya ke pemerintah yang seharusnya mengelola pajak untuk kesejahteraan rakyatnya dan bukan malah dikorupsi.

Terlalu serius yaa, ga papa dah kadung ^^. Ada dua hal sebenarnya yang saya sorot dari diskusi tersebut dimana kedua sisi menurut saya sama benarnya, si pemirsa dan si penalis. Cuma sayangnya mereka berada di sisi yang beda, dan menggap pendapat mereka yang paling benar, padahal keduanya menurut saya benar. Kenapa;

Pertama, saya akan pandang dari sisi penalis dulu, dan mereka benar, seharusnya memang kita sebagai orang yang bayar pajak harus menuntut hak kita. Coba bayangkan, betapa banyak pemerintah narik pajak dari kita. Paling gampang ngitungnya, coba itung mana siy bagian dari kehidupan kita yang tidak dikenai pajak, retribusi dan berbagai pungutan yang masuk ke kantong pemerintah. Mulai makanan, berasnya itu udah kena retribusi mulai dari truk pengangkutnya, pajak truknya, BBM yang dipakai pasti ada persen pajaknya, trus retribusi untuk toko yang menjualnya di pasar. Itu baru beras, kalau anda makan indomie, brapa persen harga itu adalah object pajak. Pakaian, hmm pasti kena pajak, kalaupun usaha rakyat, minimal kain sebagai bahan dasar di pabriknya udah di pungut pemerintah pajaknya. Apa lagi, anda bawa kendaraan, mulai harga mobil yang 30% nya adalah pajak, BPKB, anda masuk tol ada komponen pajaknya, aaakkkh banyak banget. Belum lagi gaji anda yang merupakan hasil keringat anda, brapa persen tuh dipalak pemerintah. Saya suka dapat laporan tiap taun saya gross dan neto gaji saya brapa, sebelum dan setelah di pajak. Busyeeet, buanyak banget yang diambil pemerintah, sementara mana buat baliknya ke saya.
Pertanyaannya, yaa itu, mana yang balik ke anda..! harga beras tetep mahal, harga makanan tetap mahal, jalan yang anda lalui tetep jelek, lampu jalan tetep mati, belum lagi polisi yang digaji dari pajak anda, tetap memalak anda dengan jebakannya dijalan raya, urus katepe, gaji mereka dari kita, tetep mereka minta lagi jatah, capee dey.

Ooo yaa selagi ingat, ngomongin masalah pajak, saya teringat belum lama ini baca dari salah satu blog orang amrik sana yang protes tentang undang-undang yang memberikan subsidi terlalu besar terhadap petani. Heran dey, orang sana protes karena petaninya yang terlalu sejahtera karena subsidi. La kok, ga salah tuh, disini petani itu kelompok yang paling melarat, tapi disana ternyata adalah kaum yang paling sejahtera. Masih di blog tersebut, dia ngasih perumpamaan jika produk pertanian itu berupa sebuah iPod, saat ini pemerintah memberikan instentif dalam pembuatan iPode misal 200 dollar, sementara nilai iPod itu sendiri dan tercermin dari harga di pasaran cuma 20 Dollar. Bayangin, gimana produsen iPod dalam hal ini ga semangat bekerja, makin banyak mereka memproduksi iPod, makin besar keuntungan yang mereka dapatkan dari selisih instentif yang 200 dollar dengan harga jual yang cuma 20 dollar yang secara kasat mata, jelas mereka untung 180 dollar setiap iPod yang terjual. Untuk mensiasati over produksi si petani iPod ngakalin dengan membuat varian produk dan dengan itu secara otomatis juga memberi nilai tambah, sehingga satu iPod yang awalnya bernilai 20 dollar, harganya bisa naik menjadi 30-50 dollar, sehingga si petaninya makin sejahtera aja. Perumpamaan varian ini contohnya pada produksi jagung, dimana sekarang si petani sana tidak hanya menghasilkan jagung, tapi jagung dalam berbagai macam varian produk seperti susu, gula rendah kalori, corn dan lainnya.

Tapi salah satu message dari protes ini adalah meski di protes, hal positifnya adalah pemerintah sana ternyata menjalankan fungsi mediasinya yaitu pajak yang dibayar rakyat kembali dinikmati oleh rakyat juga dalam hal ini dalam bentuk subsidi pertanian karena memang petani berada di rantai paling lemah. Bandingkan dengan disini, saya pribadi ikhlas jika sebagian pajak yang saya bayar menjadi subsidi buat mensejahterakan petani, bukankah memang dulu di jaman sahabat Nabi, baitul maal bisa berlimpah karena zakat pada waktu itu bisa disamakan dengan pajak dizaman sekarang sangat banyak terkumpul dan dikelola dengan baik. Zakat (pajak) tersebut kemudian disalurkan ke orang yang tidak mampu, yang sekarang ini adalah para petani. Makanya, saya ikhlas diberikan ke mereka bukan di korupsi seperti sekarang ^^

(bersambung.. kaya film ajah ^^)

Tuesday, November 27, 2007

Silat Lidah v.2

Lanjutan tulisan sebelumnya, dengan subject yang sama.

Kedua, kalau tadi disisi penalis, naah sekarang disisi penanya ada benarnya juga. Kita coba koreksi diri lah, kadang kita suka protes karena kita sendiri sebenarnya tidak kreatif dalam hidup, karena ketidak keratifan kita, kita hidupnya lebih susah, karena kesusahan tersebut kita biasanya mencari kambing hitam. Naah kalau dalam bernegara pemerintahlah yang dijadikan sebagai kambing hitamnya.


Tadi siang saya baca salah satu posting di blognya Budi Rahardjo, eta si pakar IT security, dia bilang bahwa bangsa ini adalah bangsa yang tidak memiliki cita-cita besar, kurang punya keinginan untuk mengubah dunia, kasarnya bangsa yang pemalas. Bandingkan dengan negara maju seperti amrik yang suka di maki-maki (khususnya orang-orang dengan embel-embel agama, karena ketidakmampuan mereka, mereka menyalahkan dominasi negara yang mampu, dan itu amrik. Kalau kalah bersaing, jangan lantas jelekin orang lain dong, itu ciri-ciri orang yang disperate :(). Pak Budi Rahadjo mengambil kesimpulan setelah menayangkan film "Triumph of the Nerds, film yang berkisah tentang silicon valley, siapa orang-orang dibelakang silicon valley yang punya cita-cita besar untuk merubah dunia. Mereka itu biasanya tidak begitu peduli dengan berbagai regulasi pemerintah. Penasaran nyari videonya ^^

Ingat Silicon valley, saya teringat podcast yang saya punya yang berisi diskusi belum lama ini antara dua orang besar dunia saat ini yaitu Bill gates dan Steve Jobs, satu pendiri Microsoft dan satunya pendiri Apple. Satu yang menarik dari wawancara ini adalah ketika Steve Jobs ngomong bahwa dia dari dulu tidak peduli dengan uang.. walah... mengagumkan, sebagai salah satu pemilik perusahaan paling prospektif dan bakal bisa menjadi terkaya saat ini, dia bilang tidak tertarik dengan uang. Dan itu dibuktikan ketika dia pernah cuma digaji 1 dollar dalam satu tahun, mencatatkan diri sebagai CEO dengan gaji terendah di dunia, dan itu dilakukan menurut saya untuk memberi motivasi ke karyawannya ketika Apple hampir ambruk setelah ditinggal Steve Jobs, bahwa yang dibutuhkan adalah semangat untuk membangun kembali perusahaan dengan berbagai inovasi, dan jangan dilandaskan dengan orientasi uang berupa gaji yang tinggi, makanya dia sebagai CEO menyatakan hanya ingin menerima imbalan gaji 1 dollar dalam 1 tahun. Kalau liat penampilannya di diskusi tersebut anda akan percaya, bahwa dia memang tidak peduli dengan uang, buktinya celana yang dipakai di wawancara tersebut adalah celana yang udah butut... weleh-weleh.

Terakhir, kenapa saya kepikiran dengan ide kedua, yaitu tentang introspeksi diri, saya teringat diri saya sendiri dimana di kantor saya termasuk karyawan yang suka ngomel, management gini lah, si boss besar gitulah, tapi saya sendiri tidak menghasilkan apa-apa buat kantor. Saya malu sama seorang teman, dia memang suka protes juga, tapi tetep kreatif, ada aja ide untuk memajukan perusahaan. Dari sana saya sadar, bahwa sebenarnya saya protes tanpa sadar sebagai ekspresi saya buat menutup kelemahan diri yang tidak kreatif. Memalukan..! Makanya berdasarkan pengalaman pribadi ini saya ingin tularkan juga melalui posting ini, siapa tau teman-teman yang kebetulan baca juga mengalami hal yang sama, dan mari kita bersama-sama memperbaiki diri dulu.. mulai dari hal yang kecil-kecil, di rumah, di kantor, di lingkungan sekitar, dan nanti otomatis akan bisa menular ke kehidupan bernegara, sehingga tidak asal protes ke pemerintah. Ngomongin memulai dari yang kecil, saya teringat salah satu posting di blog nya Dewi Lestari yang banyak di puji orang-orang tentang global warning. Disana Dewi mengkampanyekan memerangi global warning mulai dari hal yang kecil-kecil, misal hidup vegetarian, buang sampah pada tempatnya dan lain-lain. Saya ga begitu tahu korelasi antara global warning dengan contoh-contoh tersebut, tapi yang perlu digaris bawahi adalah segala perubahan tersebut tidak harus melulu dari yang besar, misal pemerintah, tapi bisa dimulai dari yang kecil yaitu kita-kita ini dan gaya hidup kita. Wallahu'alam.

Panjang pisan... tidur akh, udah jam 12.38 AM ^^

Monday, November 26, 2007

Right thing

Saya lupa kapan terakhir kali doing right thing sebelum hari ini, tapi hari ini saya rasa melakukannya walau itu sangat nyakitin.. hik..hik.. Baru kali ini saya merasa ternyata tidak semua perbuatan baik itu enak dilakukan. Tapi yang pasti kalau kita berpegang teguh akan apa yang dipercaya sebagai suatu yang benar, kita akan tetap melakukan, lagi walau sangat berat.. berat pisan coy.. hihihi..

Di blog ini saya sering kali menulis hal-hal yang menurut saya baik, hal ideal yang cuma ada dalam pikiran, dan blog ini saya jadikan sebagai pengingat bagi saya pribadi kelak bahwa saya pernah punya pikiran seperti itu. Dan ada saatnya tulisan itu butuh pembuktian, dan tadi itulah pembuktiannya.. sejauh ini saya bisa melewatinya, ga tau besok ^^

Saya sering diskusi sama teman terutama seputar pernikahan, kadang mereka yang akan menikah sangat banyak diberi cobaan dan godaan, dan kita menyakini bahwa semua itu adalah wujud ujian karena kita akan naik kelas yang namanya pernikahan. Apa perbuatan baik saya tadi itu merupakan salah satu ujian untuk naik kelas, so kapan naik kelasnya.. !@#$%

Terlepas dari hal yang prinsipil, saya sebenarnya termasuk orang yang sangat toleran, sebagai contoh bagi teman-teman yang alim pasti tau bersentuhan seperti salaman sama yang bukan mukrim pasti pada ga mau, tapi saya tidak begitu ketat akan hal ini karena menurut saya bersentuhan berupa salaman adalah wujud awal dari silaturahmi, dan saya lebih mengedepankan silaturahmi. Yang agak susah saya terima yaa bersentuhan seperti ABG pacaran sekarang seperti yang saya liat pada saat nonton pagelaran musik sabtu kemaren..hihihi.. bikin merinding, maklum orang kampung, masih kolot siy.. ^^ . Contoh lain, kalau kita lagi shalat berjamaah, kadang kondisi ruangan tidak memungkinkan kita benar-benar menerapkan apa yang namanya aturan berjamaah seperti harus rapat antar jamaah. Terkadang, demi dapat memuat banyak, orang-orang terpaksa berdiri misah-misah, dan tidak lurus. Beberapa orang kekeh bahwa berdiri terpisah itu tidak di syara' kan, tapi menurut saya dalam kondisi tertentu, bukannya semakin banyak orang yang berjamaah jauh lebih baik daripada sekedar meributkan masalah kerapian shalat berjamaah.

Dah akh, tiduur, sebenarnya tulisan diatas dah ngelantur, tapi masih syukur ngelantur nya ga jauh-jauh amat. Met bobo.. miss u.. lo ke siapa tuh ^^

Thursday, November 15, 2007

Private vs Public

Beberapa waktu yang lalu di salah satu milis yang saya ikutin sempat heboh gara-gara satu kata makian di milis tersebut. Semua orang kaget, milis yang nota bene diisi oleh orang-orang praktisi komputer dan otomatis tentu terpelajar,mereka yang udah lama melek internet dan tahu bagaimana etika bermilis kok tiba-tiba ada kata makian. Untuk pertama kali setelah satu setengah taun saya mengikuti milis tersebut admin turun tangan mengingatkan semua anggota tentang etika bermilis, dan itu sebenarnya ditujukan kepada satu orang. Terlepas dari masalah etika, saya jadi mikir, gimana yaa rasanya kalau seandainya yang berlaku tidak sopan tersebut adalah saya. Ga kebayang kemana muka ini akan disembunyikan dari orang-orang. Syukurnya, bangsa ini adalah bangsa pemaaf, sangat cepat melupakan kesalahan orang lain, dan begitu juga di dunia maya seperti milis, suasana cepat reda dan semua orang kembali berbaur seolah sebelumnya tidak terjadi apa-apa.

Alkisah, halah..alkisah.. dulu waktu kecil tetangga saya sering banget branteng, keributan rumah tangga di rumah sebelah sangat kedengaran dari rumah saya karena rumah saya dan tu rumah tetangga berpunggung-punggungan. Semua orang di rumah tetangga itu sepertinya suka banget yelling each other. Dari sana, nenek sering mengingatkan cucu-cucunya yang masih kecil waktu itu agar bisa menjaga diri, menjaga agar apapun yang terjadi didalam rumah jangan sampai kedengaran oleh orang diluar rumah, selesaikan semuanya dirumah dan jangan terbawa keluar rumah. Dan memang karena masih kecil, semuanya itu disimpan dengan baik didalam otak, sehingga jadi pegangan hingga sekarang. Hal serupa sebenarnya biasa ditemui, tidak hanya di Bukittinggi sana yang boleh dibilang orangnya tidak seterpelajar seperti orang-orang di kota besar kayak jakarta, contohnya tetangga dekat rumah di jakarta ini juga sering ribut dan itu kedengaran sekampung, apa ga malu.... Hal ini adalah masalah habit yang ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan pendidikan. Bicara contoh diatas sebenarnya ngomongin masalah pemisahan ruang public dengan ruang private. Pemisahan ruang private dengan ruang public sebenarnya adalah konsep yang berlaku universal, tidak hanya dalam problem rumah tangga tapi juga dalam kehidupan pribadi. Ada hal-hal yang bersifat sangat pribadi yang hanya kita sendiri yang tau yang tersimpan pada hati paling dalam atau hanya orang-orang terdekat yang boleh mengetahui merupakan ruang private kita yang tidak boleh terekspos ke public.

Dengan kemajuan zaman, walah ngomongnya.. hehehe.. era internet yang mengusung prinsip keterbukaan sedikit banyak mengubah cara pandang orang tentang ruang public dan ruang private. Tanpa disadari orang-orang tidak lagi sadar akan perlunya pemisahan ruang tersebut. Prinsip keterbukaan pada net world, telah juga mengubah media non internet untuk ikut terbuka, lebih bebas seperti media cetak, sehingga media cetak juga ikutan menyumbang yang namanya pengaburan pemisah ruang public dan ruang private. Pada media cetak, dah ga asing lagi, berjamur media gosip, semua aib orang yang seharusnya ada di ruang private dan kewajiban setiap orang tidak hanya orang yang bersangkutan untuk menjaganya, tapi juga harus dijaga oleh lingkungannya, justru tersekspos dengan sangat gamblang, dan sialnya lingkungannya juga mengambil peran dalam menyingkapan tersebut. Liat aja, seorang public figure kadang terekspos kehidupan pribadinya berawal dari kebocoran dari keluarga atau teman-taman dekatnya. Yang lebih sial lagi, kadang mereka sendiri yang mengekspos aib pribadinya dengan yang namanya komprensi pers. Brantem sama istri.. komprensi pers, mo bercerai.. komprensi pers, ga boleh masuk rumah.. komprensi pers.. dunia yang aneh..

Di dunia internet sendiri bukan hal yang asing akan penelanjangan kehidupan pribadi, bahkan sangat pribadi orang lain. Kita tidak perlu membahas tentang aksi video bandung lautan api, paling simple aja seperti kasus milis diatas, memaki didepan umum ga ada bedanya buka aib sendiri tentang sikap jelek kita didepan banyak orang. Berkembangnya social networking seperti friendster, multiply sebenarnya kalau ga pinter-pinter justru akan menjadi bumerang bagi diri sendiri yang mungkin tanpa disadari kita telah menyingkap sebagian ruang private ke kalayak internet. Belum lagi fenomena blog yang lagi booming sekarang. Blog yang ide awalnya memang merupakan diary maya, karena namanya diary kadang sebagian orang mindset nya masih seperti diary konvensional, tempat semua keluh-kesah pribadi ditumpahkan, padahal ini didunia maya yang semua orang bisa mengkasesnya. Merupakan blunder besar mengungkap hal yang sangat pribadi di blog yang terpublish untuk semua orang. Dengan sedikit customize sebenarnya blog dapat diperlakukan seperti diary konvensional, tapi kadang karena ketidaktahuan hal tersebut justru tidak dilakukan, dan semuanya terpublish karena default blog memang read to everyone, alias dapat diakses siapapun. Ga tau caranya, baca blog saya sebelumnya, atau bisa consult pribadi.. halah..!

Daah akh, dah setengah tujuh... mande duluuu.. and back to rutinitas ^^

Monday, November 12, 2007

Poor Me

Berusan kepikiran, apa siy perbuatan baik dan bermanfaat bagi orang-orang yang terakhir saya lakuin. Herannya, saya kok susah mengingatnya.. susah mengingat bisa berarti dua, pertama karena buanyak banget, atau yang kedua karena udah lama ga lakuin sehingga udah ga ingat. Sepertinya untuk yang pertama ga dey, brarti yang kedua.. jadi kapaan yaa.. poor me..!

Mengingat social life saya dan mungkin teman-teman yang hidup di jakarta juga merasakan hal yang sama, sepertinya sangat minim perbuatan baik dan bermanfaat, jangankan untuk orang banyak, buat satu orang sangat sulit kita bisa lakuin yaaa.. bayangin aja, brangkat pagi-pagi banget, lakuin rutinitas kerjaan kantor seharian, trus udah malem-malem seperti sekarang baru pulang. Jadi kapan waktu untuk melakukan hal yang bermanfaat.

Bersyukurlah mereka yang telah berkeluarga dan punya anak-istri, karena apa yang dilakuin mulai brangkat pagi-pagi hingga pulang kantor malem-malem ada tujuannya yang mulia yaitu untuk mereka, untuk memberi penghidupan yang lebih layak bagi mereka, dan syukur-syukur anak-anaknya kelak menjadi anak-anak yang shaleh dan memberikan bakti yang lebih banyak bagi lingkungannya sehingga dari sana anda akan mendapatkan sedikit fee amalan. Tapi bagaimana dengan yang belum berkeluarga.. poor me..!

Dulu, duluuu banget, ritual setiap menjelang tidur saya biasa mengingat-ngingat apa aja yang saya lakuin hari itu, kadang bete sendiri kalau keingat perbuatan konyol atau kata-kata yang ga pantes yang sempat terucap disiang harinya, saking betenya kadang jadi susah tidur. Walau begitu positip-nya dengan begitu saya bisa introspeksi untuk tidak terulang lagi di hari-hari berikutnya. Sayangnya hal yang sama tidak lagi saya lakuin sekarang. Skarang sebelum tidur saya seperti masih disibukkan oleh kerjaan atau pikiran-pikiran yan terkadang tidak perlu.. poor me..!

Terakhir, saya kadang sering merasa takut jangan-jangan apa yang saya telah lakukan, paling simple dalam 24 jam terakhir ini, ga ada artinya di catatan yang Diatas sana. 24 jam seperti hanya sebuah blog dengan cerita yang sangat biasa, tanpa makna, tidak ada yang istimewa, tidak ada satupun bagian cerita yang di highlight yang berkesan dimata yang Diatas sana. Cerita yang hayna berisi perbuatan yang tidak bermanfaat atau perbuatan-perbuatan yang hanya berorientasi dunia sehingga hanya mengisi buku-buku dunia, tanpa meninggalkan satupun guratan catatan pada buku akhirat.. lebih takut lagi jangan-jangan blog kehidupan tersebut hanya penuh oleh underline merah sebagai pertanda banyaknya dosa..poor me..!

Ati-ati.. lagi sensi..! ^^

Monday, October 29, 2007

Jeng Tiara

"Marriage is when destiny meets choice"

Ungkapan yang bagus yaaa, jadi terharu.. tapi kapaaaan..?? hikhikhikk.. Ungkapan diatas saya dapat dari blognya Tiara Lestari. Lo kok malem-malem clinga-clinguk liat blog Tiara Lestari, huusss jangan pikir saya punya fiktor, bukan..!! (dikit boleh khan.. plis..! ^^) Mampir lebih pada penasaran karena kemaren ngomongin masalah blog sama adik, adik cerita bahwa teman-temannya dia yang wartawan bilang bahwa blog si Tiara bagus buat dapetin pola pikir seseorang yang pernah melanglang buana jauh ke negeri orang, yaaa udah tadi mampir liat-liat dan ketemu ungkapan diatas.

Tapi disini saya ga ngomongin masalah marriage, terlalu nyakitin hehehe.. Yang akan saya omongin masalah pulang. Makna pulang ini bisa macem-macem tergantung pada konteksnya. Bukankah di blog ini saya dulu juga sempat nulis masalah pulang dalam konteks religi dengan judul yang sama. Disini saya akan melihat dalam makna yang lebih luas.

Secara umum, makna pulang dapat diartikan sebagai kembali ke titik awal. Sebenarnya pulang memiliki makna filosofis yang dalam, sepertinya yang Diatas menanamkan ke setiap kita untuk selalu ingat pulang. Bukan cuma pulang dalam artian ingat akan mati, tapi makna pulang lebih kepada pengingat, seseorang yang selalu ingat pulang, dia akan selalu terjaga dan terpelihara untuk tetap berada di jalan yang mulia karena pada hakikatnya semua titik awal adalah suatu yang baik, bersih, mulia dan disanalah sebenarnya terdapat kebahagiaan yang hakiki. Kenapa habis kerja kita selalu bercapek-capek pulang kerumah, karena disanakah sebenarnya tempat paling membahagiaan dalam kehidupan kita. Sejelek-jelek apapun rumah, tapi kita tetep merindukannya, yaaa kan.. home sweet home istilah kerennya (keren ga siy, kalau saya yang ngomong terdengarnya keren, kalau situ siy ga, hihihi). Ngapain orang-orang pada suka mudik, lebih karena disanalah titik awal mereka dan mereka selalu rindu untuk kembali. Bagitu juga dalam hal religi setiap kita dilahirkan dalam keadaan suci, dan jika kita selalu 'mengingat' akan hal itu, kita akan selalu berusaha kembali, selalu untuk menjaga kesucian. Kembali, ketika kita 'ingat' disaat itulah sebenarnya kita telah 'kembali pulang'.

"... being a model, for me is a temporary thing. I ultimately want to be a mother. I want the simple things like having a family and kids... lots of them."

Ketika seorang Tiara Lestari ingat untuk menjadi seorang ibu, disaat itulah sebenarnya dia telah 'kembali pulang'. 'Pulang' dalam kontek seorang Tiara Lestari, be a mother.. having a family and kids.

Ketika beberapa tahun yang lalu saya punya sedikit uang lebih, hal yang pertama yang saya lakukan adalah memperbaiki rumah di Bukittinggi sana, kenapa.., karena saya sempat bilang ke seorang teman bahwa suatu saat saya ingin pulang, dan kesanalah, dikampung nan jauah di mato itulah tempat saya kembali. Karena dari sana saya bisa mengingat semua yang telah dilalui.. halah gaya.. Ada yang mau nemanin.. 'stay with me while we grow old' begitu kata lagu Lovin' You - Minnie Ripelton..slalu dey ngubungin kesitu hihihi..

Bagaimana dengan anda, apakah telah punya tempat untuk pulang, atau mau pulang bareng ..hahah ..teteeeepp..^^

Cluster Relationship

"Tell me, tell me that your
sweet love hasn't died"

Ada yang menarik ketika saya brangkat pake motor buat nengok sepupu yang dirawat di rumah sakit dikawasan manggarai hari sabtu sore kemaren menjelang magrib. Dari pertigaan Relasi sekitar kebon jeruk telah terlihat kepadatan arus kendaraan. Hal ini udah biasa sejak pembangunan jalur busway koridor 8 yang menyusuri jalan panjang kebon jeruk hingga pondok indah yang mulai dikerjakan sejak awal bulan ramadhan kemaren. Yang menjadi tidak biasa adalah karena ini mau malam minggu. Malam minggu gitu lho, orang-orang pada mau menikmati malam yang sangat keramat bagi mereka yang lagi kencan.


Sepanjang perjalanan menuju arah permata hijau saya liat arus semakin tersendat. Saya mikir, orang-orang ini mau kencan kemana siy. Walau udah sering melihat mereka yang berkendaran roda 4 macet, baru sore itu saya merasa sangat kasian sama mereka. Kebayangkan, dari rumah pengennya cari hiburan buat ngilangin capek setelah 5 hari bekerja, blum lagi mereka yang baru menuju rumah pacar, wow pasti dirumah tadi udah kebayang kejutan apalagi yang mau didapat malam minggu ini dari sang pacar. Bagi mereka yang punya duit, satu meja di resto terkenal tentu udah dibooking. Terakhir bagi mereka yang mau nonton film-nya Nirina Zubir yang baru Get Merried tentu film tersebut serasa udah di depan mata.

Sayang, dan kasian banget mereka, semuanya buyaar.. yaar.. yaar... malem itu macet total. Bagi mereka yang pacarnya udah ada disamping kemudi, tentu ngadapin macet bukan moment yang mengenakkan buat bermesraan karena kalau telat nginjak gas tentu keburu di klaksonin sama mobil di blakang yang mungkin pacarnya masih nun jauh di ujung sana. Bahan obrolan yang tadinya banyak dan dipersiapkan hingga saat makan malem, tentu dah habis terkuras dalam perjalan. Yang tersisa makian terhadap sang eks gubernur, kenapa proyek yang katanya buat orang miskin ini tetap berjalan (orang miskin yang mana siy, mereka lebih milih naik motor kok yang cukup 5000 sehari daripada naik busway yang 3500 skali naik, blum lagi nyambung angkot dan ojeknya, gubernur yang aneh..)

Yang lebih kasian lagi tentu yang pacarnya masih diujung sana, tentu sms dan telpon ga berhentinya berdering, dari yang tadinya masih ngomong 'sayang-sayangan', mungkin terakhir juteknya mulai keluar, masih syukur ga makian.. maklum aja tu make-up dah awut-awutan, mau makan di rumah nanggung, mau ganti pakaian juga nanggung, siapa tau sebentar lagi si dia datang,, halah ternyata tetep 'sori yang.. masih macet niy, sabar yaaa..miss u' tu sms dah brapa kali di forward.

Ingat ponakan bilang 'apeeek deeee..' sambil megang jidatnya kalau liat nasib mereka. Begitulah jakarta, problemnya ga abis-abis. Skarang ga punya mobil, pengennya punya mobil, biar ga panas-panas naik angkutan umum, atau keringatan bawa motor. Tapi giliran dah punya mobil, capeeeknya minta ampun, macet dimana-mana. Bayangin ada teman yang pulang kantornya bisa lebih dari 3 jam baru sampai di rumah. Asumsi berangkatnya juga 3 jam, brarti 6 jam waktu dijalan. Seperempat hari habis percuma, dalam satu tahun dah hampir sama dengan libur 3 bulan. Begitu banyak waktu tidak produktif. Kalau pemkot bilang un-productivity cost nya setara 9 triliun rupiah. Anggap saja gaji mereka yang kena macet tersebut dalam satu bulan 5 juta, brarti tiga bulan 15 juta. Itu dari productivity orangnya, belum lagi bahan bakar yang terbuang mubazir. Terakhir tingkat stress, banyaknya yang sakit karena kecapeen dan stress, dan implikasi lainnya, tentu nilainya lebih besar lagi.

Ampuuuuun, sapa suruh datang ke jakarta. Apalagi saya yang dari daerah hihihi... tapi kan saya kuliah di bandung, dan sekarang dah punya katepe jakarta hehehe...

Buat yang masih pengen kencan, coba review lagi deh hari-hari kencan anda, bagi mereka yang kerja, ketemu after office hour mungkin bisa di optimalkan, asal jangan pulang terlalu malem, besoknya bisa ga seger. Ubah paradigma bahwa kencan harus malem minggu, pen-sakral-an malam minggu khan karena dulu hari kerja sampai sabtu alias enam hari, harusnya skarang yang ada malam sabtu-an.

Khusus bagi anda yang tinggal atau punya pacar yang dilewati koridor 8 busway review lagi deh hubungan anda, apa anda salah satu perlu pindah rumah atau kost-an biar deketan, atau buruan sana Nikah... (pacaran mulu..! dengan ekspresi bapak2 yang galak ^^). Alternatif pisah juga tidak jelek hihihihi.. Bagi yang lagi pedekate dengan mereka yang tinggal disekitar koridor tersebut, udaah deh batalkan sebelum hubungan anda berakhir tragis. Hubungan yang cocok sekarang buat mereka yang tinggal di daerah koridor 8 adalah carilah pasangan yang juga tinggal di koridor yang sama, misal yang tinggal di kebon jeruk cari pasangan yang tinggalnya dekatan, orang kebon jeruk juga, paling jauh orang Kedoya atau Meruya, saya menyebutnya sebagai cluster relationship. Dengan itu kuantitas kencan juga akan meningkat (kualitas ga jaminan, maklum ga bisa kemana-mana ^^). Selain terhindar dari semua bencana diatas, biaya kencan anda juga dapat ditekan, biaya kencan seminggu bisa buat sebulan, maklum dekat dan banyakan ngobrol di rumah, maklum pilihan tempat kencan juga terbatas.. enakan.. hehehe,, Pdg bgt.. ^^

Ooo yaaa sampai lupa, hubungan sama kutipan lirik lagu diatas, itu diambil dari lirik lagunya 'Always on My Mind - Michael Buble'. Coba deh dengerin lagu itu ketika nungguin doi yang ga dateng-dateng, pasti dalem ati teriak 'Sweet love.. sweet love..!!, sweet love nya dah koit, koit..koit..!..koit gara-gara macet..' hihihi...!!

Kacaaaaaaauuuu, dah ah kabur.. bobo..

Friday, October 26, 2007

Kusut

Udah rebahan siap tidur, biasa ritual buka fs dan beberapa blog, ketemu kata-kata kusut di salah satu blog teman. A..haa, kata ini saya populerkan kemaren (halah mending gaya euy, 'saya populerkan'..:P) ketika teman nanya tentang hasil mudik lebaran kemaren, ternyata kata tersebut tanpa ijin dan sewenang-wenang digunakan pihak tertentu sebagai status ym dan parahnya lagi muncul di blog.. hihihi..

Kata kusut ini menginspirasi saya untuk bangun dan coba bikin posting ini, moga bisa kelar dalam 5 menit, berhubung sekarang udah menunjukkan jam 11:55 PM. Oke, kusut yang akan saya bahas sebenarnya berhubungan dengan penampilan. Sore ini ketika masuk lift di salah satu rumah sakit ketika membezuk seorang sepupu yang sedang sakit, saya tanpa sengaja melihat ke kaca yang ada di lift tersebut, terlihat wajah saya kusut banget, rambut kering, muka terlihat tidak segar, pokoknya brantakan abis. Bagi saya itu kondisi yang tidak mengenakkan, satu hal yang paling saya tidak sukai dari diri saya adalah ketika saya keliatan kusut, dan itu biasanya muncul sendiri kalau saya sedang dalam kondisi capek, dan memang hari ini kerjaan buanyaaak banget, atau terkadang kalau lagi kurang tidur.

Ngomongin penampilan, sebagai cowok, bujang.. halah, saya bukan orang yang suka tampil trendy alias ngikutin trend. Dari dulu saya mengharamkan yang namanya ngikutin trend penampilan, capeeeek.. ga bakal ada habisnya. Tidak hanya dalam penampilan siy, dalam banyak hal saya ga suka ngikut trend, saya mungkin penganut GusDurisme, coba pratiin Gus Dur, ketika semua orang ngomong A, mencela atau memojokkan seseorang, dia akan ngomong B, atau membela orang tersebut. Banyak orang percaya, termasuk saya bahwa itu bertujuan agar tidak muncul pandangan subjective, agar semua memandang ke permasalahan bukan ke orangnya.. Halah kok jadi ngomongin politik..

Kembali masalah trend penampilan, sebagian orang dan termasuk saya menganggap cowok yang terlalu mikirin penampilan adalah cowok yang ke cewek-cewek an (sebagian terminologi mereka dianggap sebagai kaum metrosexual). Cowok kok modis, ich..Meski begitu saya juga tidak mau tampil cuek, slenge-an, walau tidak se anti melihat cowok modis, tapi saya tidak mau berpenampilan selenge-an. Intinya kedua hal tersebut, trendy dan cuek biasanya akan memancing perhatian, diliatin orang-orang, dan hal itu yang justru bikin saya risih.

Bagi saya yang namanya penampilan;
1. Dalam menjaga tubuh bagi saya yang terpenting adalah agar keliatan segar. Kondisi fresh misal istirahat cukup, berolahraga dan menjaga kebersihan misal mandi (liat Tukul yang jarang mandi ^^), itu hal yang utama. Saya percaya orang juga tidak akan merasa nyaman berada atau bekerja dengan seseorang yang keliatan capek, kusut, BB dan tidak segar.
2. Dalam berpakaian hal yang utama adalah nyaman (enak dikenakan) dan sarasi bukan cuma bentuk tapi padanan warna. Kebalikan dari itu adalah korban mode, dan norak. Korban mode, mereka seperti para cowok ABG yang mau bersusah susah pake celana super ketat (back to eighties), atau beberapa waktu lalu mereka yang mau bercapek ria narik celananya biar ga kedodoran karena mode yang lagi in adalah celana jean yang kedodoran. Atau cewek yang mau repot bentar-bentar narik baju bagian belakang karena kependekan takut ada yang keliatan.. achh banyak, ga enak ngomongin orang kalau udah berkaitan dengan korban mode. Norak (ahaa.. dah lama ga dengar istilah norak, perasaan ni istilah kerennya dijaman Lupus ^^). Norak biasanya karena mismatch, ndangdut banget.. istilah temen orang Betawi, 'kaya kebo dibedak-in', ga ada pantesnya, kulit item, pake baju merah menyala..kalau orang Padang bilangnya kaya 'dendeng balado' (dendeng disambelin), kulitnya warna dendeng hitam, pake baju merah warna sambel. ^^

Tapi dari semua itu, saya yang paling iri, salut dan angkat topi kepada mereka yang tampil apa adanya. Mereka itu biasanya orang-orang yang mempunyai suatu keistimewaan, para manusia cerdas (ada anggapan yang menurut saya tidak benar, dimana konotasi cerdas adalah orang yang pintar matematika atau fisika, dan selalu ranking satu di kelas.. bukan..!!). Cerdas disini adalah mereka yang memiliki ide brilian, think different, dan dapat mengemukakan dalam bentuk ide atau hasil karya, dan dengan semua keistimewaan tersebut orang tidak lagi melihat kepada penampilan luar mereka, tapi terhadap apa yang mereka ucapkan atau hasilkan. Mereka sendiri menurut saya juga tidak akan sempat lagi memikirkan apa yang nampak diluar, tapi mereka sibuk dengan apa yang ada didalam otak atau hati mereka..

ngarti gaa .. (dengan ekspresi tukul kalau lagi nanya ke penonton jika dia ngomongnya sok cerdas..) hihihi...

Ooo yaaa terakhir, untuk penampilan yang sesuai agama, saya tidak mau berpolemik, satu yang saya percaya bahwa agama itu lebih mengutamakan akan suatu kepatutan, menjaga apa yang harus dijaga, serta yang pasti harus jauh dari penyakit hati yaitu ria dan sombong baik berkaitan dengan kelebihan fisik maupun materi, wallahu'alam.

da-aaah, udah jam 1:13 AM, bukannya 5 menit, tapi udah lebih satu jam... Bobooo.. Zzzzzzzz...!!!!!!