Taun baru, rumah baru.. sicindai juga pindah ke pohon yang baru di:
http://sicindai.wordpress.com
Jadi mulai saat ini, sicindai.blogspot.com ini dah ga update lagi, semuanya pindah..
Hari baru, hidup baru, blog baru.. weleh-weleh..
Sering mampir yaaa.. , plissss :D
Wednesday, January 02, 2008
Tuesday, January 01, 2008
Right Path
Masih ingat tulisan saya tentang film Scent of woman, ketika Al-Pacino ngomong:
‘Now I have come to the crossroads in my life. I always knew what the right path was. Without exception, I knew. But I never took it. You know why? Because it’s too damn hard’
Hari ini saya merasa telah berada di crossroad in my life, and i have choose the path, and pray, that was the right path
Semoga.. hikhikhik..
Perjuangan belum berakhir kawan, justru ini awal peperangan sebenarnya, the real battle.. wish me luck yaa :)
Pendek sekali.. hmmm mau coba tidur, udah taun 2008, siapa tau tidur di 2008 lebih pulas dibanding taun 2007, halah.. Denger niy lagu Sweetest days Vanessa Williams di laptop;
You and I, in this moment
Holding the night so close
Hanging on, still unbroken
While outside the thunder rolls
Listen now, you can hear our heartbeat
Warm against life's bitter cold
These are the days
The sweetest days we'll know
There are times that scare me
Were rattle the house like a wind
Both of ours so unbending
We battle the fear within
All the while, life is rushing by us
Hold it now and don't let go
These are the days
The sweetest days we'll know
So we'll whisper a dream here in the darkness
Watching the stars till they're gone
And then even the memories have all faded away
These days go on and on
Listen now, you can hear our heartbeat
Hold me now and don't let go
These are the days
Every day is the sweetest day we'll know
These are the days
The sweetest days we'll know
jadi panjang khan tulisannya hehehe... welkam 2008 :)
Sunday, December 30, 2007
Mana tuan mu
Lagi semangat nulis, jadi lanjutin akh. Setelah selesai dengan tentang Vietnam, saya jadi keingat tentang masalah nasionalisme. Kecintaan terhadap negeri ini. Meski baru mengunjungi negeri orang bisa di itung dengan jari, dan itupun variasinya ga banyak, tapi satu yang bisa saya simpulkan, I luv my country.
Saya ga perlu dengan perempamaan 'hujan emas di negeri orang - hujan batu di negeri sendiri' buat menggambarkan kecintaan atas negeri sendiri, karena itu berlebihan, kalau ada hujan emas di negeri orang pasti harga emas bakal jatuh dong, ngapain kesana hehehe... So, apa yang bikin saya sangat cinta akan negeri ini, lebih karena suasana religiusnya. Satu hal yang selalu saya ingatkan ke teman-teman yang pengen kerja keluar negeri sana, bagi mereka yang muslim, percaya deh, anda tidak akan mendapatkan suasana tersebut. Paling simple adalah, anda tidak akan pernah dibangunkan dengan yang namanya azam subuh, anda tidak akan pernah merasakan enaknya suasana jum'atan seperti jum'atan disini, meski disini kalau jum'atan sering sendalnya raib terbawa kaki-kaki yang tidak bertanggung jawab, tapi tetap shalat disini jauh lebih enak. Belum lagi lebaran, uuhhhh, anda ga akan bisa menikmati gema takbir, hangatnya suasana mudik, tidak cuma perjalanannya tapi suasana keriuhannya menjelang mudik dan juga arus balik, dan tentu puncaknya lebaran.. dijamin, anda tidak akan bisa menikmati.
Masing-masing orang mungkin beda-beda yaaa, tapi bagi saya pribadi tidak ada yang lebih berharga didunia ini kecuali yang namanya nuansa religi, dan negara ini dengan kebobrokan mental orang-orangnya, masih jauh nuansa religinya daripada dimanapun..
Trus, ada yang nanya, bagaimana jika kerja nya ke Malaysia, yaaa kalau Malaysia siy ga jauh kayak indonesia, ngapain merantau kesana.. negara Arab, akhh males, seberapapun banyaknya duit disana, anda tetap seperti bangsa budak disana, bangsa kelas bawah dimata mereka, ngapaiin.. Jadi ingat cerita teman, dia kerja di offshore, dan kebetulan checkpointnya di salah satu negara Arab. Naah ketika dia nyampe di bandara, petugas bandaranya nanya 'Mana tuan mu'.. gubrak, capeee dey, emang enak dikira pembantu - TKI.. sebegitu rendahnya orang kita dimata orang sana.. :(

Oo yaa berikut tampilan sicindai di sicindai.wordpress.com, lebih simple tapi, hmmm enak diliat.. suatu saat sicindai akan pindah ke wordpress, si hantu tarok ini udah ga nyaman lagi dia berayun di pohon blogspot.
Saya ga perlu dengan perempamaan 'hujan emas di negeri orang - hujan batu di negeri sendiri' buat menggambarkan kecintaan atas negeri sendiri, karena itu berlebihan, kalau ada hujan emas di negeri orang pasti harga emas bakal jatuh dong, ngapain kesana hehehe... So, apa yang bikin saya sangat cinta akan negeri ini, lebih karena suasana religiusnya. Satu hal yang selalu saya ingatkan ke teman-teman yang pengen kerja keluar negeri sana, bagi mereka yang muslim, percaya deh, anda tidak akan mendapatkan suasana tersebut. Paling simple adalah, anda tidak akan pernah dibangunkan dengan yang namanya azam subuh, anda tidak akan pernah merasakan enaknya suasana jum'atan seperti jum'atan disini, meski disini kalau jum'atan sering sendalnya raib terbawa kaki-kaki yang tidak bertanggung jawab, tapi tetap shalat disini jauh lebih enak. Belum lagi lebaran, uuhhhh, anda ga akan bisa menikmati gema takbir, hangatnya suasana mudik, tidak cuma perjalanannya tapi suasana keriuhannya menjelang mudik dan juga arus balik, dan tentu puncaknya lebaran.. dijamin, anda tidak akan bisa menikmati.
Masing-masing orang mungkin beda-beda yaaa, tapi bagi saya pribadi tidak ada yang lebih berharga didunia ini kecuali yang namanya nuansa religi, dan negara ini dengan kebobrokan mental orang-orangnya, masih jauh nuansa religinya daripada dimanapun..
Trus, ada yang nanya, bagaimana jika kerja nya ke Malaysia, yaaa kalau Malaysia siy ga jauh kayak indonesia, ngapain merantau kesana.. negara Arab, akhh males, seberapapun banyaknya duit disana, anda tetap seperti bangsa budak disana, bangsa kelas bawah dimata mereka, ngapaiin.. Jadi ingat cerita teman, dia kerja di offshore, dan kebetulan checkpointnya di salah satu negara Arab. Naah ketika dia nyampe di bandara, petugas bandaranya nanya 'Mana tuan mu'.. gubrak, capeee dey, emang enak dikira pembantu - TKI.. sebegitu rendahnya orang kita dimata orang sana.. :(

Oo yaa berikut tampilan sicindai di sicindai.wordpress.com, lebih simple tapi, hmmm enak diliat.. suatu saat sicindai akan pindah ke wordpress, si hantu tarok ini udah ga nyaman lagi dia berayun di pohon blogspot.
Antara Hanoi dan Purwokerto
Judul posting ini terinspirasi lagu Antara Anyer dan Jakarta. Ngomongin lagu tersebut, tapi pagi dengar bukannya jadi terhibur justru seperti mengorek luka lama, kehilangan jaket ketika acara kantor awal desember kemaren, hah.. forget it, toh jaketnya juga udah ketemu ^^.
Ooo yaa judul tersebut berkaitan dengan rubrik Perjalanan dan Santap di Kompas hari ini yang diisi oleh Bre Redana. Rubrik pertama membahas perjalanan Bre ke Vietnam, sangat menarik terutama tentang kesederhanaan orang-orang Vietnam dan kebanggaan mereka sebagai bangsa Viet. Ga kebayang, seorang pemandu wisata tidak mau ditaawari ikutan makan atau cuma sekedar minum di cafe demi menjaga etika profesi, plus katanya ga enak sama supir biro perjalanan yang nunggu diluar, karena si supir cuma dibayar 1 USD per hari sementara makanan dan minum di cafe, kebayang harganya brapa. Belum lagi bagaimana pemandu wisata selalu mengingatkan wisatawan agar tidak membeli barang kerajinan dari anak-anak karena akan mendorong anak-anak meninggalkan sekolahnya demi uang. Sungguh suatu kesadaran sosial yang sangat bagus, sebagai cermin tanggung jawab mereka akan masa depan bangsanya.
Bandingkan semua itu dengan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Belum lagi betapa banyaknya anak-anak yang berkeliaran meminta-minta di tiap-tiap lampu merah di jakarta. Ooo yaa katanya di Vietnam juga tidak ada pengemis. Kalau dibilang hidup susah, mungkin lebih banyak orang Vietnam yang hidupnya lebih susah dari pengemis disini. Dan benar kata Bre, itu masalah mental, masalah rasa malu, dan itu yang ga dimiliki para pengemis disini. Kalau sebenarnya mereka punya rasa malu dan sedikit mau berusaha, betapa banyaknya posisi pembantu rumah tangga yang ada sekarang, liat aja betapa susahnya orang-orang nyari pembantu rumah tangga saat ini.
Ooo yaaa saya teringat Biography Pope Paulus II belum lama ini, dalam biography tersebut sang Pope sempat berkata bahwa demokrasi yang dia liat ketika Polandia beralih jadi negara yang demokratis membuat orang-orangnya lebih materialisme. Sepertinya berlaku juga sekarang di Indonesia, bandingkan dengan sebelum reformasi, betapa orang-orang tidak se matre semperti sekarang. Demokrasi telah menyebabkan arus informasi begitu bebas, iklan dan perusahaan luar yang menyebabkan kita jadi konsumtif, dan tentu UUD, ujung-ujungnya duit.. naah makanya dibilang matre.. Ternyata ada enaknya juga jadi negara sosialis seperti Vietnam ^^
Oke, cukup dulu yang serius di rubrik Perjalanan, jadi kepengen wisata ke Vietnam, bebas Visa ga yaaa? Kita sekarang pindah ke Purwokerto yang ada di rubrik Santap. Sesuai namanya, pasti ngomongin makanan. Naah saya baru tau ternyata tempe mendoan itu dari Purwokerto, kok ada teman yang orang purwokerto ga pernah cerita yaaa hehehe.. Rasa tempenya kan mantap banget tuh. Di kantin salah satu kantor BRI di Jakarta saya pernah nyoba tempe yang menurut saya sepertinya merupakan tempe mendoan, digoreng ga terlalu mateng, dan dimakan dengan cabe rawit... persis.. persis..
Trus di rubrik ini juga cerita tentang soto ayam Jalan Bank. Kalau dalam perjalanan mampir ke Purworkerto jangan lupa mamping ke Soto Ayam Jalan Bank, soto ayam dengan kuah kaldu dan paling terkenal dikota tersebut, sampai-sampai Gus Dur dan Megawati pun selalu pesan dihidangkan soto ayam tersebut kalau kebetulan kunjungan ke Purwokerto.. yamie..
Jadi pengen juga ke Purwokerto yang kata Bre Redana bagus dijadiin sebagai base kalau mau ke dataran tinggi Dieng.. kapan yaaa.. perlu visa juga ga yaaa kalau kesana hihihi.. Visa electron kali yaa, tapi emang di Purwokerto terima kartu Kredit.. hehehe..
Ooo yaa judul tersebut berkaitan dengan rubrik Perjalanan dan Santap di Kompas hari ini yang diisi oleh Bre Redana. Rubrik pertama membahas perjalanan Bre ke Vietnam, sangat menarik terutama tentang kesederhanaan orang-orang Vietnam dan kebanggaan mereka sebagai bangsa Viet. Ga kebayang, seorang pemandu wisata tidak mau ditaawari ikutan makan atau cuma sekedar minum di cafe demi menjaga etika profesi, plus katanya ga enak sama supir biro perjalanan yang nunggu diluar, karena si supir cuma dibayar 1 USD per hari sementara makanan dan minum di cafe, kebayang harganya brapa. Belum lagi bagaimana pemandu wisata selalu mengingatkan wisatawan agar tidak membeli barang kerajinan dari anak-anak karena akan mendorong anak-anak meninggalkan sekolahnya demi uang. Sungguh suatu kesadaran sosial yang sangat bagus, sebagai cermin tanggung jawab mereka akan masa depan bangsanya.
Bandingkan semua itu dengan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Belum lagi betapa banyaknya anak-anak yang berkeliaran meminta-minta di tiap-tiap lampu merah di jakarta. Ooo yaa katanya di Vietnam juga tidak ada pengemis. Kalau dibilang hidup susah, mungkin lebih banyak orang Vietnam yang hidupnya lebih susah dari pengemis disini. Dan benar kata Bre, itu masalah mental, masalah rasa malu, dan itu yang ga dimiliki para pengemis disini. Kalau sebenarnya mereka punya rasa malu dan sedikit mau berusaha, betapa banyaknya posisi pembantu rumah tangga yang ada sekarang, liat aja betapa susahnya orang-orang nyari pembantu rumah tangga saat ini.
Ooo yaaa saya teringat Biography Pope Paulus II belum lama ini, dalam biography tersebut sang Pope sempat berkata bahwa demokrasi yang dia liat ketika Polandia beralih jadi negara yang demokratis membuat orang-orangnya lebih materialisme. Sepertinya berlaku juga sekarang di Indonesia, bandingkan dengan sebelum reformasi, betapa orang-orang tidak se matre semperti sekarang. Demokrasi telah menyebabkan arus informasi begitu bebas, iklan dan perusahaan luar yang menyebabkan kita jadi konsumtif, dan tentu UUD, ujung-ujungnya duit.. naah makanya dibilang matre.. Ternyata ada enaknya juga jadi negara sosialis seperti Vietnam ^^
Oke, cukup dulu yang serius di rubrik Perjalanan, jadi kepengen wisata ke Vietnam, bebas Visa ga yaaa? Kita sekarang pindah ke Purwokerto yang ada di rubrik Santap. Sesuai namanya, pasti ngomongin makanan. Naah saya baru tau ternyata tempe mendoan itu dari Purwokerto, kok ada teman yang orang purwokerto ga pernah cerita yaaa hehehe.. Rasa tempenya kan mantap banget tuh. Di kantin salah satu kantor BRI di Jakarta saya pernah nyoba tempe yang menurut saya sepertinya merupakan tempe mendoan, digoreng ga terlalu mateng, dan dimakan dengan cabe rawit... persis.. persis..
Trus di rubrik ini juga cerita tentang soto ayam Jalan Bank. Kalau dalam perjalanan mampir ke Purworkerto jangan lupa mamping ke Soto Ayam Jalan Bank, soto ayam dengan kuah kaldu dan paling terkenal dikota tersebut, sampai-sampai Gus Dur dan Megawati pun selalu pesan dihidangkan soto ayam tersebut kalau kebetulan kunjungan ke Purwokerto.. yamie..
Jadi pengen juga ke Purwokerto yang kata Bre Redana bagus dijadiin sebagai base kalau mau ke dataran tinggi Dieng.. kapan yaaa.. perlu visa juga ga yaaa kalau kesana hihihi.. Visa electron kali yaa, tapi emang di Purwokerto terima kartu Kredit.. hehehe..
Wisata Kuliner ala Sicindai
Belum lama ini seorang teman SMS bilang bahwa dianya lagi mau bikin macaroni schotel, hmmm, makanan apaan tuh, saya taunya cuma scoteng yang banyak ditemui waktu kuliah di bandung, maklum orang desa, ga tau varian macaroni. Trus, si teman nanyain apa sayanya mau.. Jawabannya jelas tidak. Pertama, karena saya ga suka yang namanya makaroni, kalau ga salah itu bahan dasarnya dari keju yaa, dan saya ga pernah suka dengan makanan yang berasal dari keju-kejuan. Yang kedua, seperti alasan saya ke teman tersebut, saya udah bosan dengan yang namanya makanan western-an. Bukannya mau sombong, setelah nyoba berbagai macam makanan luar baik makanan barat, jepang, korea maupun cina, mulai dari yang harganya belasan ribu kayak hokben, sampai yang harganya seabreg-abreg, 200-300 ribu se persi, yang 500-600 rebuan pernah ga yaaa, lupa... maklum biasanya yang mahal-mahal biasanya di traktir, dan saya sama beberapa orang teman biasanya ga tau malu, kalau di traktir sukanya justru nyari yang paling mahal, maksud kita siy sebenarnya baek, buat nge-test seberapa ikhlasnya si orang yang ntarktir halah... naaah setelah nyoba semua itu, lidah akhirnya nyerah, dia ga bisa dibohongi dengan embel-embel harga yang mahal, lidah udah angkat tangan pengennya tetap makanan Indonesia, ga harus padang.. maklum beberapa teman asal padang biasanya maniak banget sama makanan padang, dan kemana-mana slalu nyari makan padang, gimana ga kena kolesterol, makan padang mulu.. Naah saya bilang ke teman tapi, yang sama pengenin sekarang makan telur dan pete rebus, dengan sambel yang dibikin dari cabe, tomat dan bawang yang direbus kemudian diulek dengan sedikit garam jadi 'sambel lado bauwok' (uwok = uap dalam bahasa padang)... nyaam, i miss that taste.. Maklum itu makanan klasik, dulu waktu kecil-kecil, nyokap suka bikin, dan biasanya dihidang dengan nasi panas.. yami...^^
Hmmm, terlalu panjang yaa buat sebuah intro, hehehe, penulis yang aneh. Sebenarnya disini saya mau omongin masalah makanan, wisata kulinernya ala sicindai ^^. Berhubung lagi libur panjang, kalau teman-teman yang ga kemana-mana, alias ngendon di jakarta, cara paling enak buat habisin liburan yaaa nyari makanan yang enak-enak. Ngomongin makanan yang enak-enak, Jakarta adalah tempatnya. Sebenarnya salut sama yang bikin makanan, khususnya makanan daerah disini, karena rasanya yang bisa diterima oleh semua orang Jakarta, yang pasti dari etnis yang bermacem-macem. Oke biar ga bertele-tele, berikut beberapa rekomendasi tempat makan yang enak:
1. Saung Greenville
Berada di komplek Greenville jakarta barat, kalau ga tau dimana greenville, sebaiknya jalan arah grogol, trus disamping komplek apartment belok ke kiri, arah ke kebon jeruk.. naah tanya-tanya aja sama orang-orang disana dimana arah greenville. Ooo yaaa, saya taruh ini diurutan teratas karena untuk makanan Seafood hmmm rasanya yang euunaak banget. Saya rekomendasiin kepiting rasa saus padang dan rasa lada hitam, rasanya TOPBGT. Atau udang tepungnya juga oke.. Ditemani dengan sayur, waduh saya lupa namanya, pokoknya sayurnya itu rasanya juga mantap. Kalau ada yang minat, ntar saya temanin milihin sayurnya. Naah berhubung rasanya mantep, harga yaa ga bisa boong, muahal.. hmm saya biasanya sama teman-teman 6-8 orang, abisnya sekitar sejutaan, hmm worth it lah (bener yaa tulisannya ^^)
2. Butika
Saya ga ingat spelling sebenarnya, tapi kira-kira namanya seperti itu. Makanan khas Manado, saya taruh di list kedua. Rasanya juga mantap, yang pasti pedes-pedes, manado bo'. Ada ayam rica-rica, apa lagi yaa, pokoknya banyak yang enak deh. Lokasinya yang saya tau ada dua, satunya di jalan Abdul Muis (dekat BRI ^^), yang satunya dijalan apa yaa, dekat universitas Mustopo kalau ga salah, pokoknya disekitar bundaran senayan (ratu plaza, kesonoan dikit ^^)
3. Ampera
Makanan khas sunda berada di list ketiga. Ada macem-macem makanan dengan olahan khas sunda. Sebagai orang yang cukup lama di bandung, maklum kuliah ga lulus-lulus, saya termasuk orang yang suka makanan sunda, karena bumbunya yang cendrung flat yang ga bikin sakit perut, plus ditambah lalapan yang bagus untuk kulit. Makanya orang sunda kulitnya bagus-bagus yaaa.. Ooo yaa, ampera itu di jakarta setau saya ada di jalan Ampera sendiri, kejauhan yaaa.. kalau di tengah kota ada di Benhil, lagi samping BRI, trus di jakarta barat juga ada yang baru, gede banget dekat fly over kebun jeruk arah kedoya (RCTI kesono lagi..^^). Kalau ga tau ntar tak temanin ^^
4. Bebek Yogi
Katanya orang surabaya jago ngolah bebek, naaah ini terbukti. Bebek yogi ada beberap bumbu, sambel merah sama sambel ijo, tapi biasanya orang-orang milihnya justru dimakan dengan sambel mangga yang ada di tiap meja makannya, tapi biasanya karena keenakan, kebanyakan orang lupa diri, dan ujung-ujungnya pada mules sakit perut. Bebeknya gurih, ga ada bau amis sedikitpun, maklum dengar-dengar kalau ngolah bebek ga jago, amisnya bakal kecium, tapi yang ini ga. Lokasi yang saya tau ada di lagi-lagi kebon jeruk, dekat pertigaan Relasi.
5. Soto Tangkar
Saya lupa nama jalan atau wilayahnya, tapi dia berada ga jauh dari Electronic City nya SCBD. Pertama dikenalin sama teman yang doyan makan soto kamping. Sebagai orang dengan lidah padang, saya sebenarnya ga begitu suka sama soto tangkar, tapi yang satu ini diakui enak.
6. Soto Padang Sutan Mangkuto
Dari namanya udah jelas, soto padang, dari mana lagi asalnya kalau ga padang. Lokasinya ada di dekat Stasium kereta pasar baru. Ciri khasnya, ketika anda datang, anda cuma akan ditanya mau minum apa, karena yang dihidang disana memang cuma soto. Dengan harga soto tanpa nasi 18 ribu, dari harganya yang mahal kebayangkan rasanya. Soto padang yang paling enak yang pernah saya coba, bahkan jika dibandingkan dengan soto padang yang ada di padang sana. Kalau ga salah soto ini udah ada dari tahun 1926.. mantaappp....
7. Mie Aceh Mutia
Sebenarnya namanya Rumah Makan Aceh Mutia, tapi karena saya paling demannya mie nya, makanya saya rekomendasikan Mie. Ada berbagai macam pilihan mie aceh disana. Dengan rasa yang gurih dan sepertinya mie olahan sendiri, sehingga rasanya sangat unit. Kalau makannya enakan ditemanin sama teh tarik dan roti cane sebagai makanan pembuka. Lebih enak lagi kalau saya yang nemanin, halah ^^
8. Seafood Benhil
Punteun, pohok urang euy namina, ntar kalau inget di update. Lokasinya pastinya di benhil, depan BCA benhil, ga jauh dari Mie Aceh Mutia. Bukanya biasanya abis magrib. Ada aneka seafood yang bisa dipilih. Kita-kita biasanya pilih ikan-ikanan. Paling tambah udang tepung. Harga, hmm kalau rame-rame paling masing-masing orang 40-50 ribu.
Apa lagi yaaa, udahan itu dulu, kalau tetap pengen nyoba yang sedikit western, ada steak Abuba, di daerah Cipete. Harganya berkisar 80-100 ribuan kalau ga salah dengan minuman. Tapi sebenarnya nanggung, mending American Grill aja, dengan 150 ribu bisa makan sepuasnya. Walau dengan porsi lebih kecil, tapi untuk rasa, harga ga bisa boong. Trus yang western lagi ada Blinger Berger, kalau ga salah asalnya di bintaro sana, tapi sekarang udah franchise, jadi ada dimana-mana, salah satunya bisa beli di dekat Seafood benhil, ada gerobaknya. Ukuran besar, dengan rasa yang enak, plus harganya murah, sepertinya dapat jadi pilihan terbaik dibandingin beli berger kayak di Wendy's atau McD. Trus kata teman juga ada sandwich bakar di daerah Kedoya, kebun jeruk. Saya sendiri blum pernah nyoba, karena teman yang bilang enak blum pernah nraktir ^^, tapi sepertinya wajib dicoba.
Oke, itu aja, ngantuk, kebangun dari jam tiga, ini udah jam hampir jam 6 pagi.. udah MU-nya kalah, ngeselin... selamat mencoba, kalau butu teman, boleh ditemanin, asal dibayarin. Slamat liburan
Di laptop lagi lagunya Look what love has Done dari petty smith, theme song yang pas buat pagi ini ^^
I woke up this morning feeling lonely
There's so much my heart just does not understand
there were times nothing really mattered
now i find i care to much
there's life in everything i touch
look at what love has done to me
i'm not who i used to be
everyhing is changing, and i will never be the same
look at what love has done to us
when will we ever learn to trust
were runnnig out of time, so little time baby
look at what love has done to me
Uuuuaaahhh, tiduuuuuurrr...
Hmmm, terlalu panjang yaa buat sebuah intro, hehehe, penulis yang aneh. Sebenarnya disini saya mau omongin masalah makanan, wisata kulinernya ala sicindai ^^. Berhubung lagi libur panjang, kalau teman-teman yang ga kemana-mana, alias ngendon di jakarta, cara paling enak buat habisin liburan yaaa nyari makanan yang enak-enak. Ngomongin makanan yang enak-enak, Jakarta adalah tempatnya. Sebenarnya salut sama yang bikin makanan, khususnya makanan daerah disini, karena rasanya yang bisa diterima oleh semua orang Jakarta, yang pasti dari etnis yang bermacem-macem. Oke biar ga bertele-tele, berikut beberapa rekomendasi tempat makan yang enak:
1. Saung Greenville
Berada di komplek Greenville jakarta barat, kalau ga tau dimana greenville, sebaiknya jalan arah grogol, trus disamping komplek apartment belok ke kiri, arah ke kebon jeruk.. naah tanya-tanya aja sama orang-orang disana dimana arah greenville. Ooo yaaa, saya taruh ini diurutan teratas karena untuk makanan Seafood hmmm rasanya yang euunaak banget. Saya rekomendasiin kepiting rasa saus padang dan rasa lada hitam, rasanya TOPBGT. Atau udang tepungnya juga oke.. Ditemani dengan sayur, waduh saya lupa namanya, pokoknya sayurnya itu rasanya juga mantap. Kalau ada yang minat, ntar saya temanin milihin sayurnya. Naah berhubung rasanya mantep, harga yaa ga bisa boong, muahal.. hmm saya biasanya sama teman-teman 6-8 orang, abisnya sekitar sejutaan, hmm worth it lah (bener yaa tulisannya ^^)
2. Butika
Saya ga ingat spelling sebenarnya, tapi kira-kira namanya seperti itu. Makanan khas Manado, saya taruh di list kedua. Rasanya juga mantap, yang pasti pedes-pedes, manado bo'. Ada ayam rica-rica, apa lagi yaa, pokoknya banyak yang enak deh. Lokasinya yang saya tau ada dua, satunya di jalan Abdul Muis (dekat BRI ^^), yang satunya dijalan apa yaa, dekat universitas Mustopo kalau ga salah, pokoknya disekitar bundaran senayan (ratu plaza, kesonoan dikit ^^)
3. Ampera
Makanan khas sunda berada di list ketiga. Ada macem-macem makanan dengan olahan khas sunda. Sebagai orang yang cukup lama di bandung, maklum kuliah ga lulus-lulus, saya termasuk orang yang suka makanan sunda, karena bumbunya yang cendrung flat yang ga bikin sakit perut, plus ditambah lalapan yang bagus untuk kulit. Makanya orang sunda kulitnya bagus-bagus yaaa.. Ooo yaa, ampera itu di jakarta setau saya ada di jalan Ampera sendiri, kejauhan yaaa.. kalau di tengah kota ada di Benhil, lagi samping BRI, trus di jakarta barat juga ada yang baru, gede banget dekat fly over kebun jeruk arah kedoya (RCTI kesono lagi..^^). Kalau ga tau ntar tak temanin ^^
4. Bebek Yogi
Katanya orang surabaya jago ngolah bebek, naaah ini terbukti. Bebek yogi ada beberap bumbu, sambel merah sama sambel ijo, tapi biasanya orang-orang milihnya justru dimakan dengan sambel mangga yang ada di tiap meja makannya, tapi biasanya karena keenakan, kebanyakan orang lupa diri, dan ujung-ujungnya pada mules sakit perut. Bebeknya gurih, ga ada bau amis sedikitpun, maklum dengar-dengar kalau ngolah bebek ga jago, amisnya bakal kecium, tapi yang ini ga. Lokasi yang saya tau ada di lagi-lagi kebon jeruk, dekat pertigaan Relasi.
5. Soto Tangkar
Saya lupa nama jalan atau wilayahnya, tapi dia berada ga jauh dari Electronic City nya SCBD. Pertama dikenalin sama teman yang doyan makan soto kamping. Sebagai orang dengan lidah padang, saya sebenarnya ga begitu suka sama soto tangkar, tapi yang satu ini diakui enak.
6. Soto Padang Sutan Mangkuto
Dari namanya udah jelas, soto padang, dari mana lagi asalnya kalau ga padang. Lokasinya ada di dekat Stasium kereta pasar baru. Ciri khasnya, ketika anda datang, anda cuma akan ditanya mau minum apa, karena yang dihidang disana memang cuma soto. Dengan harga soto tanpa nasi 18 ribu, dari harganya yang mahal kebayangkan rasanya. Soto padang yang paling enak yang pernah saya coba, bahkan jika dibandingkan dengan soto padang yang ada di padang sana. Kalau ga salah soto ini udah ada dari tahun 1926.. mantaappp....
7. Mie Aceh Mutia
Sebenarnya namanya Rumah Makan Aceh Mutia, tapi karena saya paling demannya mie nya, makanya saya rekomendasikan Mie. Ada berbagai macam pilihan mie aceh disana. Dengan rasa yang gurih dan sepertinya mie olahan sendiri, sehingga rasanya sangat unit. Kalau makannya enakan ditemanin sama teh tarik dan roti cane sebagai makanan pembuka. Lebih enak lagi kalau saya yang nemanin, halah ^^
8. Seafood Benhil
Punteun, pohok urang euy namina, ntar kalau inget di update. Lokasinya pastinya di benhil, depan BCA benhil, ga jauh dari Mie Aceh Mutia. Bukanya biasanya abis magrib. Ada aneka seafood yang bisa dipilih. Kita-kita biasanya pilih ikan-ikanan. Paling tambah udang tepung. Harga, hmm kalau rame-rame paling masing-masing orang 40-50 ribu.
Apa lagi yaaa, udahan itu dulu, kalau tetap pengen nyoba yang sedikit western, ada steak Abuba, di daerah Cipete. Harganya berkisar 80-100 ribuan kalau ga salah dengan minuman. Tapi sebenarnya nanggung, mending American Grill aja, dengan 150 ribu bisa makan sepuasnya. Walau dengan porsi lebih kecil, tapi untuk rasa, harga ga bisa boong. Trus yang western lagi ada Blinger Berger, kalau ga salah asalnya di bintaro sana, tapi sekarang udah franchise, jadi ada dimana-mana, salah satunya bisa beli di dekat Seafood benhil, ada gerobaknya. Ukuran besar, dengan rasa yang enak, plus harganya murah, sepertinya dapat jadi pilihan terbaik dibandingin beli berger kayak di Wendy's atau McD. Trus kata teman juga ada sandwich bakar di daerah Kedoya, kebun jeruk. Saya sendiri blum pernah nyoba, karena teman yang bilang enak blum pernah nraktir ^^, tapi sepertinya wajib dicoba.
Oke, itu aja, ngantuk, kebangun dari jam tiga, ini udah jam hampir jam 6 pagi.. udah MU-nya kalah, ngeselin... selamat mencoba, kalau butu teman, boleh ditemanin, asal dibayarin. Slamat liburan
Di laptop lagi lagunya Look what love has Done dari petty smith, theme song yang pas buat pagi ini ^^
I woke up this morning feeling lonely
There's so much my heart just does not understand
there were times nothing really mattered
now i find i care to much
there's life in everything i touch
look at what love has done to me
i'm not who i used to be
everyhing is changing, and i will never be the same
look at what love has done to us
when will we ever learn to trust
were runnnig out of time, so little time baby
look at what love has done to me
Uuuuaaahhh, tiduuuuuurrr...
Friday, December 28, 2007
We are the kampiun
Hhhhhmmmmeeee.. manisnya...
Husss, jangan mikir macem-macem dulu, bukan ce tapi ini bubur kampiun. Barusan titip makanan ke OB bubur kampiun di Buffet Mini Benhil, tadinya mikir mau lontong sayur padang, tapi karena sepertinya pencernaan lagi ga bagus, apalagi masih pagi, yaaa udah mutusin beli bubur kampiun.
Bubur kampiun, itu nama dalam bahasa padang, ga tau dalam terminologi jawa atau daerah lain ada ga yang disebut sebagai bubur kampiun. Kenapa disebut bubur kampiun, ga tau..!! tapi sepertinya karena canpuran segala macem bubur, ada kolak, bubur kancang ijo, cande (tepung ketan yang dibulatin trus dibikin kayak kolak), bubur sumsum, ketan, sarikaya, apalagi yaa itu namanya bubur yang warnanya merah-merah, ga tau ding. Tapi semuanya dicampur dan jadilah satu bubur, kampiun. Sepertinya sarikaya yang dibuat dari telur yang dikasih gula aren, trus di kocok.. truss diapain lagi yaaa sehingga jadi kayak bubur sumsum dengan warna coklat. Naah ini nih sepertinya penyumbang rasa manis terebesar...
daah akh, lanjutin lagi..hmmm muaniisss..,
go head bekerja...
Husss, jangan mikir macem-macem dulu, bukan ce tapi ini bubur kampiun. Barusan titip makanan ke OB bubur kampiun di Buffet Mini Benhil, tadinya mikir mau lontong sayur padang, tapi karena sepertinya pencernaan lagi ga bagus, apalagi masih pagi, yaaa udah mutusin beli bubur kampiun.
Bubur kampiun, itu nama dalam bahasa padang, ga tau dalam terminologi jawa atau daerah lain ada ga yang disebut sebagai bubur kampiun. Kenapa disebut bubur kampiun, ga tau..!! tapi sepertinya karena canpuran segala macem bubur, ada kolak, bubur kancang ijo, cande (tepung ketan yang dibulatin trus dibikin kayak kolak), bubur sumsum, ketan, sarikaya, apalagi yaa itu namanya bubur yang warnanya merah-merah, ga tau ding. Tapi semuanya dicampur dan jadilah satu bubur, kampiun. Sepertinya sarikaya yang dibuat dari telur yang dikasih gula aren, trus di kocok.. truss diapain lagi yaaa sehingga jadi kayak bubur sumsum dengan warna coklat. Naah ini nih sepertinya penyumbang rasa manis terebesar...
daah akh, lanjutin lagi..hmmm muaniisss..,
go head bekerja...
Love's Holiday
Barusan Dengar Forward Montion nya Mezzoforte, enak banget, hentakan musiknya pas buat ngangatin suasana yang dingin, tadi pas brangkat kantor udah pake jaket double, tetep aja dingin. Hikmah global warming kali yaa, di musim hujan kayak sekarang jakartanya dingin banget. Sempat dengar bapak-bapak yang suka nongkrong di depan rumah ngomong, jakarta dinginnya udah seperti bandung.. hmmm dipikir-pikir iya juga, tapi blum seberapa dibanding bukittinggi. Bagi saya, jakarta mau dingin apa mau panas, tidur tetap pake selimut hihihi..
Ini hari terakhir ngantor, males banget kudu libur lagi. Mau kemana lagi, udah kemaren libur seminggu bingung mau kemana, sekarang lagi-lagi libur 4 hari, hmmm cari tiket mau kemana-mana tetap aja mahal. Mau kemana-mana lewat jalur darat banjir, naik pesawat, atuuut... cuaca jelek banget, mau di rumah bete, mau hunting foto, hmmm cuaca berawan apalagi awan hitam ga bagus banget buat pencahayaan, mau biliar takut ntar makin jago hehehe, jadi ngapain yaaa, any idea..?
Memang semua yang berlebihan adalah hal yang ga baik, makanya banyak libur kayak sekarang juga ga baik. Teman-teman yang salary nya ada komponen uang harian seperti teman-teman konsultan, bete banget dengan banyaknya libur kayak sekarang, salary mereka kepotong lumayan gede, karena hampir setengah bulan mereka off. Buat teman-teman wartawan, libur kayak sekarang benar-benar neraka, susah nyari berita, sama kayak yang lagi nulis blog ini, sampai-sampai laptop tadi dibawa tidur abis subuh tetap aja ga punya ide mau nulis apa hehehe. Mau nulis yang serius kayak meninggalnya Benazir Butto, atau masalah ucapan slamat natal yang kemaren jadi isu hangat dikantor, tapi kok ga enak, mau libur kok serius... yaaa udah tulisannya kayak sekarang ini aja, cuma cerita-cerita. Kalau tetap pengen baca yang serius liat di mboy-saduran.blogspot.com berisi kutipan pendapat Quraish Shihab tentang Ucapan Selamat Natal ^^
Dah akh, udah jam kantor, udahan dulu, ntar siang disambung lagi, kalau ada ide.. met liburan (lagi..) yaaa semua, selamat menyambut tahun baru, new wife eh new life, new hope.. yang pasti kudu lebih baik dimata yang Diatas daripada taun-taun sebelumnya.. Amin ^^
Jangan lupa, meski liburan sicindai tetap tidak libur, monggo sudi mampir ^^
Agar suasananya mau liburan nya dapet, nyalain lagu Love's Holiday nya Earth Wind & Fire
Would you mind if I touch,
if I kiss, if I held you tight
in the morning light
Would you mind if I said how I felt tenderly tonight
again cause
I never ever felt this way in my heart before
Love has found it's way in my heart tonight
Would you mind if I looked
in your eyes till I'm hypnotized
and I lose my pride
Would you mind if I make love to you till I'm satisfied
once again cause
I never ever felt this way in my heart before
Love has found it's way in my heart tonight
Lah kok liriknya ga nyambung sama judulnya yaaa, halah ^^
Ini hari terakhir ngantor, males banget kudu libur lagi. Mau kemana lagi, udah kemaren libur seminggu bingung mau kemana, sekarang lagi-lagi libur 4 hari, hmmm cari tiket mau kemana-mana tetap aja mahal. Mau kemana-mana lewat jalur darat banjir, naik pesawat, atuuut... cuaca jelek banget, mau di rumah bete, mau hunting foto, hmmm cuaca berawan apalagi awan hitam ga bagus banget buat pencahayaan, mau biliar takut ntar makin jago hehehe, jadi ngapain yaaa, any idea..?
Memang semua yang berlebihan adalah hal yang ga baik, makanya banyak libur kayak sekarang juga ga baik. Teman-teman yang salary nya ada komponen uang harian seperti teman-teman konsultan, bete banget dengan banyaknya libur kayak sekarang, salary mereka kepotong lumayan gede, karena hampir setengah bulan mereka off. Buat teman-teman wartawan, libur kayak sekarang benar-benar neraka, susah nyari berita, sama kayak yang lagi nulis blog ini, sampai-sampai laptop tadi dibawa tidur abis subuh tetap aja ga punya ide mau nulis apa hehehe. Mau nulis yang serius kayak meninggalnya Benazir Butto, atau masalah ucapan slamat natal yang kemaren jadi isu hangat dikantor, tapi kok ga enak, mau libur kok serius... yaaa udah tulisannya kayak sekarang ini aja, cuma cerita-cerita. Kalau tetap pengen baca yang serius liat di mboy-saduran.blogspot.com berisi kutipan pendapat Quraish Shihab tentang Ucapan Selamat Natal ^^
Dah akh, udah jam kantor, udahan dulu, ntar siang disambung lagi, kalau ada ide.. met liburan (lagi..) yaaa semua, selamat menyambut tahun baru, new wife eh new life, new hope.. yang pasti kudu lebih baik dimata yang Diatas daripada taun-taun sebelumnya.. Amin ^^
Jangan lupa, meski liburan sicindai tetap tidak libur, monggo sudi mampir ^^
Agar suasananya mau liburan nya dapet, nyalain lagu Love's Holiday nya Earth Wind & Fire
Would you mind if I touch,
if I kiss, if I held you tight
in the morning light
Would you mind if I said how I felt tenderly tonight
again cause
I never ever felt this way in my heart before
Love has found it's way in my heart tonight
Would you mind if I looked
in your eyes till I'm hypnotized
and I lose my pride
Would you mind if I make love to you till I'm satisfied
once again cause
I never ever felt this way in my heart before
Love has found it's way in my heart tonight
Lah kok liriknya ga nyambung sama judulnya yaaa, halah ^^
Wednesday, December 26, 2007
What next
Baca tulisan Samuel Mulia di Kompas minggu kemaren tentang Potret Diri sungguh bagus. Sudah lama saya ga dapetin tulisan yang bagus dari Dia, ga tau blakangan tulisannya banyak yang aneh jadi saya ga begitu 'klik' membacanya. Bagaimanapun, saya sedikit banyak terinspirasi oleh cara penulisan dia, sehingga tulisannya tiap minggu selalu saya tunggu-tunggu, seperti menunggu tulisannya Harry Rusli di kompas minggu ketika beliau masih hidup.
Ooo iya, tulisan potret diri Samuel Mulia tersebut bercerita tentang jalan hidupnya yang tergambar dari kumpulan foto dirinya mulai dari masa muda yang tanpan, energik, dan gilaa... serta foto terakhir yang telah mulai beruban, berkaca mata plus dan tidak lagi seenergik dulu. Ide yang bagus sebagai tulisan penutup taun, untuk melihat ke belakang.
Bagi Samuel Mulia yang telah berkepala empat, usia telah membuat dia lebih bijak, usia telah membawa dia yang seperti katanya lebih religius. Samuel yang dulu berpose dengan G-string ketika muda, kini menjadi samuel yang ngomongin puasa ketika ramadhan kemaren, meski bukan muslim, tapi dijalani sebagai untuk mendapatkan nilai spiritual. Sebagian orang memang menjalani siklus hidup seperti Samuel kali yaa, ada saatnya mereka sangat enjoy dengan hidupnya, seperti akan hidup selamanya, masa-masa liar, dan suatu saat terbangun, menyadari hidup yang tidak akan lama lagi, sehingga berangsur akan berubah, lebih menatap ke depan yang jauh diluar dunianya, sehingga membuat dia lebih wish. Bersyukurlah, karena diberi kesempatan untuk pemberbaiki diri, bagaimana jika tidak?
Walah, omongan kok jadi kayak aki-aki lagi yaaa.. hihihi. Tapi ga apa-apa, berhubung akhir taun saatnya buat review dan susun rencana. Tulisan ini juga tercetus kebetulan tadi ketika shalat. Shalat itu sepertinya bikin banyak inspirasi yaaa, buktinya rangkaian kata-kata ini terjalin justru ketika mau menyelesaikan shalat sunnah abis magrib tadi.. btw, begitu tuh orang yang belum lama ini berkoar tentang shalat khusyuk, apa itu contoh shalat orang yang khusyuk hehehe..
Ooo yaa, tadinya saya mau nulis flash back, tapi flash back menganggap diri seolah-olah telah berusia 44 tahun, dimana diusia tersebut sayanya telah sukses sebagai penulis, punya kolom sendiri di koran ibukota, dan coba melihat potret diri kebelakang tepat ke hari ini... eee pas dirumah, keingatan, kok bisa sama yaa sama tulisan samuel mulia diatas, kalau saya cuma dalam hayalan udah berusia 44, samuel mulia ternyata nulis yang sama di Kompas, tapi dalam kehidupan yang real.
Oke, lupakan yang diatas, sekarang pertanyaannya what next, what next year, what next decade of your life, itu yang ada dalam pikiran saya ketika sujud dalam shalat tadi. Terus terang semuanya ga bisa saya jawab, dari dahulu hidup ini ga pernah bisa dipetakan, dan itu mungkin udah jalannya. Beda dengan banyak orang yang bisa memetakan hidupnya, kedepannya gimana dan dengan itu mereka menyusun langkah-langkah, dan mencoba mewujudkannya. Sementara saya dari dulu merasa hidup berdasarkan opportunity, kesempatan yang biasanya lewat sepintas, saya raih dan kemudian mengubah hidup. Ga ada dalam kamus hidup, saya bisa kuliah di bandung, ga pernah terlintas bisa bekerja seperti sekarang, walau ga sesukses orang-orang kalau 'melihat keatas', tapi bagi saya sudah cukup untuk saat ini, telah cukup untuk membuat saya sangat bersyukur, apalagi jika 'melihat ke samping dan ke bawah', semua yang telah saya peroleh tersebut telah membuat saya menjadi seorang ahli syukur. Dan mungkin dengan jalan itu wujud kasih Yang Diatas kepada saya agar saya menjadi orang yang bisa mensyukuri nikmat, dengan jalan yang penuh kejutan, dan itu satu-satunya yang bisa saya harapkan ditaun-taun mendatang, opportunity dan kejutan-kejutan dalam hidup yang akan membuat saya semakin lebih banyak bersyukur.. semoga..!! do'a-in yaaa, ntar saya balas do'a-in situ juga ^^
Cheer...
Taun baru masih lama yaaa hihihihi...
Ooo iya, tulisan potret diri Samuel Mulia tersebut bercerita tentang jalan hidupnya yang tergambar dari kumpulan foto dirinya mulai dari masa muda yang tanpan, energik, dan gilaa... serta foto terakhir yang telah mulai beruban, berkaca mata plus dan tidak lagi seenergik dulu. Ide yang bagus sebagai tulisan penutup taun, untuk melihat ke belakang.
Bagi Samuel Mulia yang telah berkepala empat, usia telah membuat dia lebih bijak, usia telah membawa dia yang seperti katanya lebih religius. Samuel yang dulu berpose dengan G-string ketika muda, kini menjadi samuel yang ngomongin puasa ketika ramadhan kemaren, meski bukan muslim, tapi dijalani sebagai untuk mendapatkan nilai spiritual. Sebagian orang memang menjalani siklus hidup seperti Samuel kali yaa, ada saatnya mereka sangat enjoy dengan hidupnya, seperti akan hidup selamanya, masa-masa liar, dan suatu saat terbangun, menyadari hidup yang tidak akan lama lagi, sehingga berangsur akan berubah, lebih menatap ke depan yang jauh diluar dunianya, sehingga membuat dia lebih wish. Bersyukurlah, karena diberi kesempatan untuk pemberbaiki diri, bagaimana jika tidak?
Walah, omongan kok jadi kayak aki-aki lagi yaaa.. hihihi. Tapi ga apa-apa, berhubung akhir taun saatnya buat review dan susun rencana. Tulisan ini juga tercetus kebetulan tadi ketika shalat. Shalat itu sepertinya bikin banyak inspirasi yaaa, buktinya rangkaian kata-kata ini terjalin justru ketika mau menyelesaikan shalat sunnah abis magrib tadi.. btw, begitu tuh orang yang belum lama ini berkoar tentang shalat khusyuk, apa itu contoh shalat orang yang khusyuk hehehe..
Ooo yaa, tadinya saya mau nulis flash back, tapi flash back menganggap diri seolah-olah telah berusia 44 tahun, dimana diusia tersebut sayanya telah sukses sebagai penulis, punya kolom sendiri di koran ibukota, dan coba melihat potret diri kebelakang tepat ke hari ini... eee pas dirumah, keingatan, kok bisa sama yaa sama tulisan samuel mulia diatas, kalau saya cuma dalam hayalan udah berusia 44, samuel mulia ternyata nulis yang sama di Kompas, tapi dalam kehidupan yang real.
Oke, lupakan yang diatas, sekarang pertanyaannya what next, what next year, what next decade of your life, itu yang ada dalam pikiran saya ketika sujud dalam shalat tadi. Terus terang semuanya ga bisa saya jawab, dari dahulu hidup ini ga pernah bisa dipetakan, dan itu mungkin udah jalannya. Beda dengan banyak orang yang bisa memetakan hidupnya, kedepannya gimana dan dengan itu mereka menyusun langkah-langkah, dan mencoba mewujudkannya. Sementara saya dari dulu merasa hidup berdasarkan opportunity, kesempatan yang biasanya lewat sepintas, saya raih dan kemudian mengubah hidup. Ga ada dalam kamus hidup, saya bisa kuliah di bandung, ga pernah terlintas bisa bekerja seperti sekarang, walau ga sesukses orang-orang kalau 'melihat keatas', tapi bagi saya sudah cukup untuk saat ini, telah cukup untuk membuat saya sangat bersyukur, apalagi jika 'melihat ke samping dan ke bawah', semua yang telah saya peroleh tersebut telah membuat saya menjadi seorang ahli syukur. Dan mungkin dengan jalan itu wujud kasih Yang Diatas kepada saya agar saya menjadi orang yang bisa mensyukuri nikmat, dengan jalan yang penuh kejutan, dan itu satu-satunya yang bisa saya harapkan ditaun-taun mendatang, opportunity dan kejutan-kejutan dalam hidup yang akan membuat saya semakin lebih banyak bersyukur.. semoga..!! do'a-in yaaa, ntar saya balas do'a-in situ juga ^^
Cheer...
Taun baru masih lama yaaa hihihihi...
Tuesday, December 25, 2007
Memiliki Kehilangan
Pernah denger lagu Letto dengan judul diatas, kalau belum, simak dulu liriknya..
Tanganku melepasnya walau sudah tak ada
Hatimu tetap merasa masih memilikinya
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya
Pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya
hik..hik.. kok sedih kehilangan, emang pernah memiliki ^^
Cuma buat ngeramein tulisan aja, abis lagi ga punya ide yang fresh ^^
Tanganku melepasnya walau sudah tak ada
Hatimu tetap merasa masih memilikinya
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya
Pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya
hik..hik.. kok sedih kehilangan, emang pernah memiliki ^^
Cuma buat ngeramein tulisan aja, abis lagi ga punya ide yang fresh ^^
Someone that makes you laugh
"So many goddamn gorgeous women in this city, but the thing is this. After a while.. you just wanna be with the one that makes you laugh"
Kutipan diatas penutup pada episode 2: Models and Mortals, pada sitkom Sex in The City Session 1.. Interesting hah, halah sok Inggris ^^
Ceritanya, tadi sore rencananya mau nyari DVD buat ponakan, judulnya Little Einstein sebagai kelanjutan dari Baby Einstein, tapi nyasar pulangnya justru bawa serial Sex in The City session 1 sampai 3. Lantas Little Einstein nya, hmm masih ketinggalan di toko ^^
Yang bikin saya tertarik kembali nonton Sex in The City semata-mata pengen liat bagaimana si Carrie menuangkan idenya dalam tulisan, karena di sitkom tersebut dianya seorang penulis, isn't it? weleh sok inggris lagi.. Naah siapa tau dapat ide dari situ bagaimana seharusnya menulis yang baik. Tapi yaaa, ujung-ujungnya bukannya nangkap apa yang tadi udah diniatin, malah jadi keasikan ngikutin ceritanya, bukan lagi nangkap idenya.
Btw, saya setuju dengan apa yang dimaksud oleh ketipan diatas, pada akhirnya kita hanya ingin dengan seseorang yang membuat kita ketawa, kalau istilah kerennya 'nyambung' kali yee. Tapi jika seandainya kita dapetin seseorang yang 'make u laugh' n 'goddamn gorgeous'.. yang terakhir itu namanya bonus, ya ga.. wanna (niruuuuu..!!)^^
Berikut satu lagi kutipan tulisan Carrie di akhir cerita;
"I began to realize that being beautiful is like having a rent-controlled apartment overlooking the park: completely unfair and usual bestowed upon those who deserve it least"
"Beauty is fleeting.. but a rent-controlled apartment overlooking the park is forever"
ada yang tau maksudnya.. wew..wew..wew ^^
Kutipan diatas penutup pada episode 2: Models and Mortals, pada sitkom Sex in The City Session 1.. Interesting hah, halah sok Inggris ^^
Ceritanya, tadi sore rencananya mau nyari DVD buat ponakan, judulnya Little Einstein sebagai kelanjutan dari Baby Einstein, tapi nyasar pulangnya justru bawa serial Sex in The City session 1 sampai 3. Lantas Little Einstein nya, hmm masih ketinggalan di toko ^^
Yang bikin saya tertarik kembali nonton Sex in The City semata-mata pengen liat bagaimana si Carrie menuangkan idenya dalam tulisan, karena di sitkom tersebut dianya seorang penulis, isn't it? weleh sok inggris lagi.. Naah siapa tau dapat ide dari situ bagaimana seharusnya menulis yang baik. Tapi yaaa, ujung-ujungnya bukannya nangkap apa yang tadi udah diniatin, malah jadi keasikan ngikutin ceritanya, bukan lagi nangkap idenya.
Btw, saya setuju dengan apa yang dimaksud oleh ketipan diatas, pada akhirnya kita hanya ingin dengan seseorang yang membuat kita ketawa, kalau istilah kerennya 'nyambung' kali yee. Tapi jika seandainya kita dapetin seseorang yang 'make u laugh' n 'goddamn gorgeous'.. yang terakhir itu namanya bonus, ya ga.. wanna (niruuuuu..!!)^^
Berikut satu lagi kutipan tulisan Carrie di akhir cerita;
"I began to realize that being beautiful is like having a rent-controlled apartment overlooking the park: completely unfair and usual bestowed upon those who deserve it least"
"Beauty is fleeting.. but a rent-controlled apartment overlooking the park is forever"
ada yang tau maksudnya.. wew..wew..wew ^^
Sunday, December 23, 2007
Zuma
Lagi baca tulisannya pak Budi Rahardjo dengan judul 'True Love', pendek.. lucu.. menggelitik.. lucu dan menggelitik sama yaa artinya, begini niy yang ga boleh dalam elmu tulis menulis, pengulangan kata yang tidak memiliki makna penegasan, dan hanya manjang-manjangin aja. Silahkan baca dey tulisan pak Budi tersebut, cukup menarik.
Ooo yaa, dua tulisan saya yang terakhir rada serius yaaa, hmmm abis lagi ga ada ide, lagi libur, ga tau mau nulis apa. Ga ada kehidupan sosial jadi ga ada yang diliat, akibatnya ga punya ide. Beberapa ide gila tertuang di mboy.tumblr.com.
Naah ini niy ide, masalah Zuma, eta teh nama Games di komputer. Saya mencoba suka Games ini karena bagi saya games itu harus yang bikin otak jadi fresh, bukan nambah kerja otak kayak games-games stategi FIFA, Age Of Empire atau games yang ngerusak mata dan bikin pusying kayak counter stike, Dooms dan teman-temannya. Selain itu emang otak dengan tangan sering ga kompak, makanya games yang ngandalin kelihaian tangan saya suka ga bisa. Intinya, pada dasarnya saya orangnya ga bisa main Games, terlalu banyak alasan hehehe..
Naaah kembali ke masalah si Games Zuma, setelah berbulan-bulan teman-teman yang pake windows di kantor udah haha..hihi.. main, malah ada yang sudah menamatkan sampai level tertinggi, saya masih aja berkutat dengan nyari crack-an nya buat si laptop yang bukan berOS windows tapi kucing garong (Leopard), dan got u, kemaren finally ketemu crack-annya.
Setelah berhasil ngecrack, skarang mulai nyicil main, target siy sampai rabu mau kelarin, mau banggain ke teman-teman di kantor pas ngantor lagi di hari kamis, ini lo NKOTB (New Kid on The Block) nya Zuma udah berhasil ngelarin sampai mentok level 13. Rencananya dalam sehari saya kudu bisa ngelarin 2 level, jadi libur seminggu, cukup lah buat sampai ke level 13. Taaapi, target tinggal target, hari ini saya ga pernah bisa nembus level 5, kesaaaalll... kadang udah sampai level 5.5, ups mati.
Tapi Ada yang saya dapet dari Games ini, saya semakin sadar bahwa saya itu pada dasarnya panikan, kalau udah panik, nembak targetnya brantakan. Satu lagi, kalau sempat baca tulisan saya beberapa bulan yang lalu tentang 'Melupakan', ada teori bahwa untuk benda yang bergerak cepat, oleh otak hanya bisa menyimpan memory 2-3 object dalam 1-2 detik kemudian digantikan dengan object lain. Naah setelah main Zuma saya baru nyadar bahwa ternyata otak saya nyimpan object itu terlalu lama, sehingga kalau saya lagi liat bola warna merah, sementara ditangan saya megang bola warna biru, saya akan lepas warna biru, dan setelah bola biru di ganti bola warna ungu, tapi saya tetap nembak target warna merah, karena otak saya masih nyimpan bahwa sebelumnya saya liat warna merah, dan asosiasi di otak adalah menembak warna merah.. ngarti gaa yang saya maksud.
Begitulah, 2 hal terserbut, kepanikan dan ke-telmian otak itulah yang menyebabkan saya kalah mulu... Zuma..Zuma..
Ooo yaa, dua tulisan saya yang terakhir rada serius yaaa, hmmm abis lagi ga ada ide, lagi libur, ga tau mau nulis apa. Ga ada kehidupan sosial jadi ga ada yang diliat, akibatnya ga punya ide. Beberapa ide gila tertuang di mboy.tumblr.com.
Naah ini niy ide, masalah Zuma, eta teh nama Games di komputer. Saya mencoba suka Games ini karena bagi saya games itu harus yang bikin otak jadi fresh, bukan nambah kerja otak kayak games-games stategi FIFA, Age Of Empire atau games yang ngerusak mata dan bikin pusying kayak counter stike, Dooms dan teman-temannya. Selain itu emang otak dengan tangan sering ga kompak, makanya games yang ngandalin kelihaian tangan saya suka ga bisa. Intinya, pada dasarnya saya orangnya ga bisa main Games, terlalu banyak alasan hehehe..
Naaah kembali ke masalah si Games Zuma, setelah berbulan-bulan teman-teman yang pake windows di kantor udah haha..hihi.. main, malah ada yang sudah menamatkan sampai level tertinggi, saya masih aja berkutat dengan nyari crack-an nya buat si laptop yang bukan berOS windows tapi kucing garong (Leopard), dan got u, kemaren finally ketemu crack-annya.
Setelah berhasil ngecrack, skarang mulai nyicil main, target siy sampai rabu mau kelarin, mau banggain ke teman-teman di kantor pas ngantor lagi di hari kamis, ini lo NKOTB (New Kid on The Block) nya Zuma udah berhasil ngelarin sampai mentok level 13. Rencananya dalam sehari saya kudu bisa ngelarin 2 level, jadi libur seminggu, cukup lah buat sampai ke level 13. Taaapi, target tinggal target, hari ini saya ga pernah bisa nembus level 5, kesaaaalll... kadang udah sampai level 5.5, ups mati.
Tapi Ada yang saya dapet dari Games ini, saya semakin sadar bahwa saya itu pada dasarnya panikan, kalau udah panik, nembak targetnya brantakan. Satu lagi, kalau sempat baca tulisan saya beberapa bulan yang lalu tentang 'Melupakan', ada teori bahwa untuk benda yang bergerak cepat, oleh otak hanya bisa menyimpan memory 2-3 object dalam 1-2 detik kemudian digantikan dengan object lain. Naah setelah main Zuma saya baru nyadar bahwa ternyata otak saya nyimpan object itu terlalu lama, sehingga kalau saya lagi liat bola warna merah, sementara ditangan saya megang bola warna biru, saya akan lepas warna biru, dan setelah bola biru di ganti bola warna ungu, tapi saya tetap nembak target warna merah, karena otak saya masih nyimpan bahwa sebelumnya saya liat warna merah, dan asosiasi di otak adalah menembak warna merah.. ngarti gaa yang saya maksud.
Begitulah, 2 hal terserbut, kepanikan dan ke-telmian otak itulah yang menyebabkan saya kalah mulu... Zuma..Zuma..
Pope Paulus II
Hari ini nonton Biography Pope Paulus II di MetroTV. Menarik, boleh dibilang sangat menarik, meski bukan seorang Katolik, saya dari dulu mengagumi sang Pope karena humanismenya, sama halnya kekaguman saya dengan Gandhi. Dari Biography tadi saya baru mengetahui besarnya peran Paus dalam menumbangkan rezim komunis yang berawal dari negara asalnya Polandia.
Satu garis lurus yang bisa ditarik dari sikap Paus II ini adalah konsistensi beliau dalam menyampaikan misi kristen yaitu kasih sayang. Pendekatan seperti itu memberikan kesejukan ke umat kristen sendiri dan memberikan kesan positif bagi agama lainnya. Beliau tidak lagi mengedepankan dikotomi agama apa itu Islam, kristen maupun Yahudi, tapi pesan kasih sayang merupakan pesan teologi yang berlaku untuk semua agama. Saya menyayangkan ke ortodokan Paus yang sekarang yang sempat menimbulkan umat lain terutama islam sepertinya menodai apa yang telah di perjuangkan Paus sebelumnya.
Satu moment menarik tentang kehumanis-an sang Pope adalah ketika beliau dengan tulus memaafkan Ali seorang Turki yang telah menembak beliau. Belum lagi simpati beliau mendatangi Ali ke penjara.
Pesan kasih sayang tersebut sepertinya yang tidak didapati dalam Islam saat ini, bukan karena orang Islam adalah umat pembenci dan pencinta peperangan, tapi apa yang dilakukan sang Pope adalah masalah pendekatan, Seperti lagu Dhani 'sentuhlah dia tepat dihatinya', itulah yang dilakukan sang Pope, yaitu kasih sayang. Approach itulah yang tidak dimiliki umat islam, dan tidak ada satu tokoh sentral seperti Paus yang memiliki kapasitas yang dapat menjadi Public relation bagaimana wajah islam sebenarnya. Sementara dalam islam saat ini yang dikedepankan adalah kebencian, rasa marah, yang menurut saya wujud dari ketertekanan hidup dan ketidakmampuan mengendalikan keadaan, sehingga yang muncul adalah emosi yang meledak dan kekerasan. Memang AS tidak semanis retorikanya, tapi kita orang Islam harus belajar dari sang Pope ketika mendekati tangan besinya penguasa komunis, yang didekati adalah rakyatnya, yang disentuh adalah hati warganya, sehingga muncul resistensi dari warga terhadap pemerintahannya. Bukan kebencian tidak pandang bulu yang ada sekarang terhadap yang namanya Amerika, ga peduli itu pemerintahannya, warganya, semuanya dibenci, semuanya jadi target bom, dan menyebabkan agama ini tidak lagi menjadi agama yang simpatik. Tepat satu minggu yang lalu di acara yang sama, Biography membahas tentang biografi Rasulullah Saw. Diceritakan bahwa awal muncul kata jihad itu sebenarnya datang ketika rasulullah saw mengobarkan semangat untuk mempertahankan diri dari kezaliman kaum jahiliyah, 'pertahanan diri' itulah awal mula jihad, tapi sekarang maknanya semakin meluas, dan parahnya disalahartikan untuk maksud kekerasan, wallahu'alam.
Just my opinion..
Satu garis lurus yang bisa ditarik dari sikap Paus II ini adalah konsistensi beliau dalam menyampaikan misi kristen yaitu kasih sayang. Pendekatan seperti itu memberikan kesejukan ke umat kristen sendiri dan memberikan kesan positif bagi agama lainnya. Beliau tidak lagi mengedepankan dikotomi agama apa itu Islam, kristen maupun Yahudi, tapi pesan kasih sayang merupakan pesan teologi yang berlaku untuk semua agama. Saya menyayangkan ke ortodokan Paus yang sekarang yang sempat menimbulkan umat lain terutama islam sepertinya menodai apa yang telah di perjuangkan Paus sebelumnya.
Satu moment menarik tentang kehumanis-an sang Pope adalah ketika beliau dengan tulus memaafkan Ali seorang Turki yang telah menembak beliau. Belum lagi simpati beliau mendatangi Ali ke penjara.
Pesan kasih sayang tersebut sepertinya yang tidak didapati dalam Islam saat ini, bukan karena orang Islam adalah umat pembenci dan pencinta peperangan, tapi apa yang dilakukan sang Pope adalah masalah pendekatan, Seperti lagu Dhani 'sentuhlah dia tepat dihatinya', itulah yang dilakukan sang Pope, yaitu kasih sayang. Approach itulah yang tidak dimiliki umat islam, dan tidak ada satu tokoh sentral seperti Paus yang memiliki kapasitas yang dapat menjadi Public relation bagaimana wajah islam sebenarnya. Sementara dalam islam saat ini yang dikedepankan adalah kebencian, rasa marah, yang menurut saya wujud dari ketertekanan hidup dan ketidakmampuan mengendalikan keadaan, sehingga yang muncul adalah emosi yang meledak dan kekerasan. Memang AS tidak semanis retorikanya, tapi kita orang Islam harus belajar dari sang Pope ketika mendekati tangan besinya penguasa komunis, yang didekati adalah rakyatnya, yang disentuh adalah hati warganya, sehingga muncul resistensi dari warga terhadap pemerintahannya. Bukan kebencian tidak pandang bulu yang ada sekarang terhadap yang namanya Amerika, ga peduli itu pemerintahannya, warganya, semuanya dibenci, semuanya jadi target bom, dan menyebabkan agama ini tidak lagi menjadi agama yang simpatik. Tepat satu minggu yang lalu di acara yang sama, Biography membahas tentang biografi Rasulullah Saw. Diceritakan bahwa awal muncul kata jihad itu sebenarnya datang ketika rasulullah saw mengobarkan semangat untuk mempertahankan diri dari kezaliman kaum jahiliyah, 'pertahanan diri' itulah awal mula jihad, tapi sekarang maknanya semakin meluas, dan parahnya disalahartikan untuk maksud kekerasan, wallahu'alam.
Just my opinion..
At First Sight
Barusan di AnTV nonton film At First Sight, sebuah drama romatis yang sangat menyentuh tentang seorang yang buta sejak lahir dengan nama virgil yang diperankan Val Kilmer. Atas bantuan Amy (Mira Sorvino), seorang arsitek yang tanpa sengaja jatuh cinta pada Virgil ketika Amy mendatangi sebuah spa yang salah satu pekerjanya adalah virgil. Amy mengenalkan Virgil pada dokter Charles Aaron, seorang spesialist mata yang kemudian melakukan operasi terhadap mata Virgil, dan pada akhirnya Virgil bisa melihat. Singkat cerita, setelah beberapa lama Virgil kembali buta, meskipun begitu Amy tetap mencintainya.
Cerita ini diangkat dari Essay To See and Not To See pada buku An Anthropologist On Mars karya Oliver Sacks yang terinspirasi dari kisah nyata.
Ada banyak yang menarik dari film ini, diantaranya kenyataan bahwa seseorang dari tidak bisa melihat menjadi bisa melihat, ternyata tidak semudah kita dari tempat gelap pindah ke tempat terang. Ada proses adaptasi untuk mengenal apa yang sebelumnya hanya bisa diraba, perlu adaptasi untuk memahami suatu bentuk 3 dimensi, perlu memahami tentang warna, dan yang paling menyentuh adalah perlu memahami bagaimana suatu ekspresi. Dalam film digambarkan ketika Amy dan Virgil sedang melakukan Ice Skating, seorang wanita memperhatikan Virgil, dan Virgil menanyakan kepada Amy, tatapan apa yang diberikan wanita tersebut. Dan Amy mengatakan bahwa itu adalah sebuah ekspresi, tatapan menggoda. Kemudian Amy mencontohkan tatapannya sebagai tatapan cemburu, trus ekspresi marah, ceria, sedih, dan ekspresi seorang yang jatuh cinta.
Selain masalah transisi tersebut, digambarkan juga pada film tersebut bahwa seseorang yang tidak bisa melihat kemudian dipaksa untuk bisa melihat, mungkin dia tidak menjadi dirinya, tapi menjadi diri yang diinginkan oleh lingkungannya. Ada pertentangan disitu, dan Virgil lebih merasa nyaman dengan kebutaannya karena dia merasa itulah dirinya sesungguhnya. Dia mengatakan lebih bisa melihat ketika dia buta daripada ketika dia bisa melihat.
Terakhir tentang perasaan cinta, dalam film itu digambarkan tentang perasaan cinta sang kakak Jennie yang berani mengorbankan kehidupan pribadinya demi menemani adiknya Virgil yang buta. Tentang Amy yang tetap mencintai Virgil ketika dia masih buta, ketika menemani masa-masa sulit Virgil dalam fase bisa melihat, dan bagaimana dia tetap mencintai Virgil yang akhirnya kembali buta. Dalam film ini juga diceritakan tentang sebuah pahatan karya Amy yang dibuat sejak dia masih dibangku kuliah yang tidak pernah diselesaikan. Di akhir cerita, ketika Virgil menanyakan bagaimana pahatan tersebut, Amy berkata bahwa dia telah menyelesaikannya dan membiarkan pahatan tersebut mencari bentuknya sendiri. Ini dapat dimaknai sebagai simbol bahwa cinta itu tidak harus berupa bentuk yang real, tapi merupakan ruang abstract yang mencari bentuk sendiri yang hanya bisa dimaknai oleh masing-masing personal, mungkin demikian messagenya.. Halah...
Sampai sekarang tokoh Amy sebenarnya dalam dunia nyata tetap menjadi seorang pemahat dan tinggal di Atalanta bersama Virgil (bukan nama sebenarnya).
Cerita ini diangkat dari Essay To See and Not To See pada buku An Anthropologist On Mars karya Oliver Sacks yang terinspirasi dari kisah nyata.
Ada banyak yang menarik dari film ini, diantaranya kenyataan bahwa seseorang dari tidak bisa melihat menjadi bisa melihat, ternyata tidak semudah kita dari tempat gelap pindah ke tempat terang. Ada proses adaptasi untuk mengenal apa yang sebelumnya hanya bisa diraba, perlu adaptasi untuk memahami suatu bentuk 3 dimensi, perlu memahami tentang warna, dan yang paling menyentuh adalah perlu memahami bagaimana suatu ekspresi. Dalam film digambarkan ketika Amy dan Virgil sedang melakukan Ice Skating, seorang wanita memperhatikan Virgil, dan Virgil menanyakan kepada Amy, tatapan apa yang diberikan wanita tersebut. Dan Amy mengatakan bahwa itu adalah sebuah ekspresi, tatapan menggoda. Kemudian Amy mencontohkan tatapannya sebagai tatapan cemburu, trus ekspresi marah, ceria, sedih, dan ekspresi seorang yang jatuh cinta.
Selain masalah transisi tersebut, digambarkan juga pada film tersebut bahwa seseorang yang tidak bisa melihat kemudian dipaksa untuk bisa melihat, mungkin dia tidak menjadi dirinya, tapi menjadi diri yang diinginkan oleh lingkungannya. Ada pertentangan disitu, dan Virgil lebih merasa nyaman dengan kebutaannya karena dia merasa itulah dirinya sesungguhnya. Dia mengatakan lebih bisa melihat ketika dia buta daripada ketika dia bisa melihat.
Terakhir tentang perasaan cinta, dalam film itu digambarkan tentang perasaan cinta sang kakak Jennie yang berani mengorbankan kehidupan pribadinya demi menemani adiknya Virgil yang buta. Tentang Amy yang tetap mencintai Virgil ketika dia masih buta, ketika menemani masa-masa sulit Virgil dalam fase bisa melihat, dan bagaimana dia tetap mencintai Virgil yang akhirnya kembali buta. Dalam film ini juga diceritakan tentang sebuah pahatan karya Amy yang dibuat sejak dia masih dibangku kuliah yang tidak pernah diselesaikan. Di akhir cerita, ketika Virgil menanyakan bagaimana pahatan tersebut, Amy berkata bahwa dia telah menyelesaikannya dan membiarkan pahatan tersebut mencari bentuknya sendiri. Ini dapat dimaknai sebagai simbol bahwa cinta itu tidak harus berupa bentuk yang real, tapi merupakan ruang abstract yang mencari bentuk sendiri yang hanya bisa dimaknai oleh masing-masing personal, mungkin demikian messagenya.. Halah...
Sampai sekarang tokoh Amy sebenarnya dalam dunia nyata tetap menjadi seorang pemahat dan tinggal di Atalanta bersama Virgil (bukan nama sebenarnya).
Friday, December 21, 2007
Audi
Barusan seorang teman ce cerita kalau semalam dia di teror sama Audi gara-gara dia dianggap ngalangin si Audi yang mau ngebut. Saya cuma komen, 'ya iya lah.. ce kalau bawa mobil suka aneh', dan emang kenyataannya begitu. Pengalaman setaun bawa motor, hanya ada dua musuh besar dijalan, yaitu ce yang megang stir, yang kedua orang yang nyebarang jalan. Tingkat ketidakpastian kedua orang tersebut sangatlah besar. Ini mo belok apa mo lurus, kayak kemaren ibu-ibu bawa motor, boncengin 2 orang anaknya, belok ga liat kiri kanan, ngeloyor aja.. untung saya masih liat, kalau ga kan harus tanggung jawab, ibu-ibu gitu lo.. Trus kalau yang nyeberang, sukanya ragu-ragu kadang tiba-tiba aja lari.. masalahnya kalau tabrakan sama yang nyebrang, dua-duanya baik yang nabrak atau yang di trabrak pasti bakal luka-luka.
Liat adab orang berkedara di jakarta memang musying-in. Seperti kemaren, ketemu ce yang bawa motor, saya mikir ini kok bawa nya pelan amat, ngambil jalur kiri tapi ditengah, mau nyalip dari kanan udah penuh sama mobil. Pas berhasil disalib, ealah, ternyata lagi nelpon. Ampun, seberapa pentingnya siy itu yang nelpon sehingga harus diangkat ketika dijalan. Apa salahnya siy, kan cuma motor tinggal minggir sebentar, nelpon dulu baru lanjutin.
Ada lagi ketemu orang yang bawa motor, sama, pelan juga sementara arus lagi padat, eee pas diliat, orangnya lagi sms.. ampun tante. Belum lagi ketemu orang yang bawa motor di lampu merah, dianya lagi asyik merokok. Seberapa pentingnya itu rokok, sampai brenti cuma 1 menit masih sempat-sempat nya ngerokok. Ingat rokok, ingat pengendara mobil yang suka buka kaca hanya agar bisa merokok, kok mau yaaa demi rokok tega mobilnya bau karena asap rokok dan asap yang berasal dari luar.
Itu adalah beberapa potret cara orang bekendara dijakarta, blum lagi yang ga ngerti aturan lalu lintas, suka belok tanpa ngasih sen, motor dengan spion yang ga standar, sehingga ga bakal bisa liat orang di blakang, belok dengan seenaknya.
Trakhir, belum lama ini didepan Graha Kencana kebon jeruk, di jalur kanan tiba-tiba sebuah jazz berhenti, trus trus dari pintu kiri turun penumpang, saya kira mobilnya tiba-tiba berhenti karena mogot, penumpangnya turun buat ngecek mesin. Eeee mobil tersebut jalan lagi, wealah ternyata barusan nurunin penumpang, dan pas liat yang nyetir, cewek.. hmmm jadi maklum.. ^^
Hayuk pakpol, gimana niy, tolong dong ngasih ijin mengemudinya di peratiin lagi, trus pengawasan dijalannya di tingkatin lagi dong, terutama kelengkapan kendaraan kayak tadi spion, dan tentu diperhatiin adab pengendaranya.. ditunggu yaaa actionnya ^^
Liat adab orang berkedara di jakarta memang musying-in. Seperti kemaren, ketemu ce yang bawa motor, saya mikir ini kok bawa nya pelan amat, ngambil jalur kiri tapi ditengah, mau nyalip dari kanan udah penuh sama mobil. Pas berhasil disalib, ealah, ternyata lagi nelpon. Ampun, seberapa pentingnya siy itu yang nelpon sehingga harus diangkat ketika dijalan. Apa salahnya siy, kan cuma motor tinggal minggir sebentar, nelpon dulu baru lanjutin.
Ada lagi ketemu orang yang bawa motor, sama, pelan juga sementara arus lagi padat, eee pas diliat, orangnya lagi sms.. ampun tante. Belum lagi ketemu orang yang bawa motor di lampu merah, dianya lagi asyik merokok. Seberapa pentingnya itu rokok, sampai brenti cuma 1 menit masih sempat-sempat nya ngerokok. Ingat rokok, ingat pengendara mobil yang suka buka kaca hanya agar bisa merokok, kok mau yaaa demi rokok tega mobilnya bau karena asap rokok dan asap yang berasal dari luar.
Itu adalah beberapa potret cara orang bekendara dijakarta, blum lagi yang ga ngerti aturan lalu lintas, suka belok tanpa ngasih sen, motor dengan spion yang ga standar, sehingga ga bakal bisa liat orang di blakang, belok dengan seenaknya.
Trakhir, belum lama ini didepan Graha Kencana kebon jeruk, di jalur kanan tiba-tiba sebuah jazz berhenti, trus trus dari pintu kiri turun penumpang, saya kira mobilnya tiba-tiba berhenti karena mogot, penumpangnya turun buat ngecek mesin. Eeee mobil tersebut jalan lagi, wealah ternyata barusan nurunin penumpang, dan pas liat yang nyetir, cewek.. hmmm jadi maklum.. ^^
Hayuk pakpol, gimana niy, tolong dong ngasih ijin mengemudinya di peratiin lagi, trus pengawasan dijalannya di tingkatin lagi dong, terutama kelengkapan kendaraan kayak tadi spion, dan tentu diperhatiin adab pengendaranya.. ditunggu yaaa actionnya ^^
Aki Said..
Barusan ketika wudhu buat shalat Isya, baru keingat bahwa besok kudu kerja. Waduh, salah dong tadi kebablasan tidur abis biliar seharian. Ketiduran setelah ujan-ujanan karena dari siang kejebak di tempat biliar ga bisa pulang gara-gara ujan ga reda-reda. Kebablasan tidur dan baru kebangun jam setengah sebelas.
Udah akh, nulis dikit aja, abis tadi kepicu jadi pengen nulis gara-gara baca salah satu blog rekan milis yang ternyata hari ini dia bisa bikin tiga posting di blog, rajin amat, apa ga ikutan kurban tu orang..(saya juga ga kok ^^)
Barusan liat di tivi tentang lagi-lagi, banjir di Kpg Pulo - Kampung melayu yang sore ini udah kembali surut. Yang lucu adalah kehidupan warga sana yang seolah-olah tidak terganggu dengan adanya banjir kiriman dari Bogor sana yang tadi pagi sempat menggenangi perumahan mereka hingga ketinggian 2.5 Meter. Di tivi diliatin warga yang lagi bakar sate dan dari liputan lainnya terlihat lagi motong hewan kurban. Bayangin, banjir-banjir gitu kegiatan kurban tetap berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Satu yang bikin salut adalah mereka adalah orang-orang ulet dan sabar. Setiap musim hujan, selalu dapat bingkisan berupa banjir, tapi mereka tetap bertahan. Ada alasan lain kenapa mereka tetap bertahan disana, apa lagi kalau tidak karena mereka tidak punya pilihan. Jika orang-orang bilang bahwa 'hidup adalah pilihan', mereka itu akan jawab 'bullshit'.. ups kasar yaa... tapi coba aja kalau brani ngomong gitu ke mereka, mungkin akan dapat jawaban yang lebih kasar.. 'tai..!' misalnya, hihihi sama yaa artinya. Yaa begitulah, sebenarnya bukannya karena mereka itu sabar, tapi memang tidak punya pilihan. Kalau dalam buku 'Mimpi Einstein', mereka itu masuk kedalam ruang-waktu yang telah tertancap pada satu titik, tidak bisa berubah.
Kadang dijalan, ketika berangkat ke kantor pagi-pagi, saya sering ngalamin kemacetan karena ternyata didepan ada beberapa gerobak barang bekas yang baru keluar dari kandangnya, siap beredar hari itu untuk ngumpulin barang-barang bekas. Belum lagi pagi-pagi, subuh-subuh saya sering ketemu mereka sudah ngorek-ngorek tong sampah buat dapatin apapun yang masih bisa di recycle. Seperti halnya mereka yang di kpg Pulo, mereka ini juga orang-orang yang tidak punya pilihan sehingga peluang sekecil apapun untuk tetap hidup mereka ambil.
Sedikit menyimpang dari bahasan diatas, satu yang saya suka dari teman-teman sesama pengendara motor adalah terlihat dari teman-teman cukup bisa ngerti mereka yang narik gerobak itu sehingga sabar dan tidak nglaksonin mereka agar minggir. Kita suka sabar nunggu mereka lewat, atau nunggu jalan yang lebih lega agar bisa menyalip mereka. Kita cukup sabar liat orang dengan kondisi tidak seberuntung kita yang cuma duduk di jok motor dan tinggal narik gas untuk bergerak, sesabar mereka yang duduk dibalik kemudi mobil menunggu kita-kita pengendara motor yang suka salib jalan mereka. Salah satu yang saya suka dari kota ini adalah karena Jakarta itu adalah kumpulan orang-orang sabar. Yang motor sabar terhadap sesama pengendara motor yang ingin nyalip, atau para gerobak makanan atau gerobak barang bekas yang share jalur motor di kiri jalan. Pengendara mobil suka sabar liat pengendara motor yang suka zigzag diantara mobil mereka yang lagi macet. Yang bikin kesel adalah mereka yang shoutout holic, suka banget nempelin tangan mereka ke klakson yang bikin brisik, tidak hanya bikin kesal mobil atau motor didepan mereka yang ketahan gara-gara macet dan tidak pernah mikir bahwa mereka yang lagi jalan kaki atau duduk di angkot sering stess dengar teriakan klakson mereka.
Terakhir, pesan yang udah basi karena terlalu sering diulang, tapi ga ada salahnya diulang lagi buat pengingat karena seperti halnya ceramah agama, sebagian besar sebenarnya adalah materi yang di ulang-ulang, tapi tetap aja diangkat ke mimbar sebagai pengingat karena kita masih sering lupa. Naaah ini sama dengan itu, cuma sebagai pengingat..
" bersyukurlah bahwa kita masih bisa memilih dalam hidup.. dan jika dalam beberapa hal kita tidak punya pilihan, jadilah orang yang sabar"
..iyaaa Ki.. !!
udah sekarang Aki sana bobo, udah malem, pan besok kudu ngantor ^^
ups, di laptop skarang lagi lagu lama dari Mr. Big - Nothing but love
And if you walk away
You know that I will follow
To steal back your broken heart
At least until tomorrow
Because whatever comes today
Beside you I can't hide you're the one
Nothing but love can last forever
Nothing but love will start
To mend the place inside your heart
That needed healing
Yummie...
Udah akh, nulis dikit aja, abis tadi kepicu jadi pengen nulis gara-gara baca salah satu blog rekan milis yang ternyata hari ini dia bisa bikin tiga posting di blog, rajin amat, apa ga ikutan kurban tu orang..(saya juga ga kok ^^)
Barusan liat di tivi tentang lagi-lagi, banjir di Kpg Pulo - Kampung melayu yang sore ini udah kembali surut. Yang lucu adalah kehidupan warga sana yang seolah-olah tidak terganggu dengan adanya banjir kiriman dari Bogor sana yang tadi pagi sempat menggenangi perumahan mereka hingga ketinggian 2.5 Meter. Di tivi diliatin warga yang lagi bakar sate dan dari liputan lainnya terlihat lagi motong hewan kurban. Bayangin, banjir-banjir gitu kegiatan kurban tetap berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Satu yang bikin salut adalah mereka adalah orang-orang ulet dan sabar. Setiap musim hujan, selalu dapat bingkisan berupa banjir, tapi mereka tetap bertahan. Ada alasan lain kenapa mereka tetap bertahan disana, apa lagi kalau tidak karena mereka tidak punya pilihan. Jika orang-orang bilang bahwa 'hidup adalah pilihan', mereka itu akan jawab 'bullshit'.. ups kasar yaa... tapi coba aja kalau brani ngomong gitu ke mereka, mungkin akan dapat jawaban yang lebih kasar.. 'tai..!' misalnya, hihihi sama yaa artinya. Yaa begitulah, sebenarnya bukannya karena mereka itu sabar, tapi memang tidak punya pilihan. Kalau dalam buku 'Mimpi Einstein', mereka itu masuk kedalam ruang-waktu yang telah tertancap pada satu titik, tidak bisa berubah.
Kadang dijalan, ketika berangkat ke kantor pagi-pagi, saya sering ngalamin kemacetan karena ternyata didepan ada beberapa gerobak barang bekas yang baru keluar dari kandangnya, siap beredar hari itu untuk ngumpulin barang-barang bekas. Belum lagi pagi-pagi, subuh-subuh saya sering ketemu mereka sudah ngorek-ngorek tong sampah buat dapatin apapun yang masih bisa di recycle. Seperti halnya mereka yang di kpg Pulo, mereka ini juga orang-orang yang tidak punya pilihan sehingga peluang sekecil apapun untuk tetap hidup mereka ambil.
Sedikit menyimpang dari bahasan diatas, satu yang saya suka dari teman-teman sesama pengendara motor adalah terlihat dari teman-teman cukup bisa ngerti mereka yang narik gerobak itu sehingga sabar dan tidak nglaksonin mereka agar minggir. Kita suka sabar nunggu mereka lewat, atau nunggu jalan yang lebih lega agar bisa menyalip mereka. Kita cukup sabar liat orang dengan kondisi tidak seberuntung kita yang cuma duduk di jok motor dan tinggal narik gas untuk bergerak, sesabar mereka yang duduk dibalik kemudi mobil menunggu kita-kita pengendara motor yang suka salib jalan mereka. Salah satu yang saya suka dari kota ini adalah karena Jakarta itu adalah kumpulan orang-orang sabar. Yang motor sabar terhadap sesama pengendara motor yang ingin nyalip, atau para gerobak makanan atau gerobak barang bekas yang share jalur motor di kiri jalan. Pengendara mobil suka sabar liat pengendara motor yang suka zigzag diantara mobil mereka yang lagi macet. Yang bikin kesel adalah mereka yang shoutout holic, suka banget nempelin tangan mereka ke klakson yang bikin brisik, tidak hanya bikin kesal mobil atau motor didepan mereka yang ketahan gara-gara macet dan tidak pernah mikir bahwa mereka yang lagi jalan kaki atau duduk di angkot sering stess dengar teriakan klakson mereka.
Terakhir, pesan yang udah basi karena terlalu sering diulang, tapi ga ada salahnya diulang lagi buat pengingat karena seperti halnya ceramah agama, sebagian besar sebenarnya adalah materi yang di ulang-ulang, tapi tetap aja diangkat ke mimbar sebagai pengingat karena kita masih sering lupa. Naaah ini sama dengan itu, cuma sebagai pengingat..
" bersyukurlah bahwa kita masih bisa memilih dalam hidup.. dan jika dalam beberapa hal kita tidak punya pilihan, jadilah orang yang sabar"
..iyaaa Ki.. !!
udah sekarang Aki sana bobo, udah malem, pan besok kudu ngantor ^^
ups, di laptop skarang lagi lagu lama dari Mr. Big - Nothing but love
And if you walk away
You know that I will follow
To steal back your broken heart
At least until tomorrow
Because whatever comes today
Beside you I can't hide you're the one
Nothing but love can last forever
Nothing but love will start
To mend the place inside your heart
That needed healing
Yummie...
Wednesday, December 19, 2007
Libur tlah tiba..2x hore..2x
Dapat ide nulis kok pagi-pagi siy, jadi ga enak sama kantor waktu kerja dipakai buat nulis blog. Tapi gaa apa, nyuri waktu sebentar, 15 menit aja ^^
Ngomong-ngomong udah mau libur panjang. Emang dasar orang Indonesia itu males yaaa, suka banget bikin cuti bersama biar liburnya agak panjang. Bukannya sok idealis siy, tapi lama-lama risih juga kebanyakan libur, halah gaya..
Libur kali ini agak bingung, mau kemana. Mau mudik, baru sebulan abis lebaran masak mudik lagi, blum lagi tiket mudik mahal. Mau liburan, sebenarnya udah kangen banget jalan-jalan di Orchard road, pengen jalan-jalan doang, maklum city travel lover.. dan Singapore adalah surganya. Tapi, hmmm lagi-lagi ga ada modal. Apa main ke Batam dulu yaaa... hmmm boleh tuh ^^
Sebenarnya dari dulu terobsesi road to java, backpacker aja. Tapi ga tau sampai sekarang ga kesampaian. Trus, pengen juga nyoba kayak film '3 hari untuk selamanya', tapi berhubung saya blum bisa nyetir mobil, jadi kudu nahan dulu. Ntar deh, kalau udah bisa nyetir, dijamin.. one day i will road to java, ada yang mau jadi co driver ^^.
Kenapa terobsesi banget road to java, karena menurut saya jawa itu indah, paling simple kalau naik kreta ke jogja, liat sawah-sawah yang luas sepertinya enak banget. Blum lagi liat foto teman yang lagi mudik ke jawa, dan bisa foto-foto di pematang sawah, nyam... sepertinya seru banget.
jadi gimana niy, mau libur kemana... sepertinya jum'at ini ga jadi cuti dulu, tetap masuk kantor karena sampai skarang ga dapet ide. Rencana sementara, kalau ga ngambil kursus nyetir.. dikebut 5 hari, sabtu-rabu depan, atau beres-beres rumah bintaro, atawa.. ke batam, opsi yang kepikiran pas ngetik blog ini aja.. hmm cari tiket akh, moga dapat yang murah, lumayan nengok ponakan yang lucu-lucu.. ^^ and siapa tau punya sisa uang, bisa nyebrang ke singapore.. uuhhhh... bayar fiskal nya itu yang ngeselin ^^
how about you..?
Ngomong-ngomong udah mau libur panjang. Emang dasar orang Indonesia itu males yaaa, suka banget bikin cuti bersama biar liburnya agak panjang. Bukannya sok idealis siy, tapi lama-lama risih juga kebanyakan libur, halah gaya..
Libur kali ini agak bingung, mau kemana. Mau mudik, baru sebulan abis lebaran masak mudik lagi, blum lagi tiket mudik mahal. Mau liburan, sebenarnya udah kangen banget jalan-jalan di Orchard road, pengen jalan-jalan doang, maklum city travel lover.. dan Singapore adalah surganya. Tapi, hmmm lagi-lagi ga ada modal. Apa main ke Batam dulu yaaa... hmmm boleh tuh ^^
Sebenarnya dari dulu terobsesi road to java, backpacker aja. Tapi ga tau sampai sekarang ga kesampaian. Trus, pengen juga nyoba kayak film '3 hari untuk selamanya', tapi berhubung saya blum bisa nyetir mobil, jadi kudu nahan dulu. Ntar deh, kalau udah bisa nyetir, dijamin.. one day i will road to java, ada yang mau jadi co driver ^^.
Kenapa terobsesi banget road to java, karena menurut saya jawa itu indah, paling simple kalau naik kreta ke jogja, liat sawah-sawah yang luas sepertinya enak banget. Blum lagi liat foto teman yang lagi mudik ke jawa, dan bisa foto-foto di pematang sawah, nyam... sepertinya seru banget.
jadi gimana niy, mau libur kemana... sepertinya jum'at ini ga jadi cuti dulu, tetap masuk kantor karena sampai skarang ga dapet ide. Rencana sementara, kalau ga ngambil kursus nyetir.. dikebut 5 hari, sabtu-rabu depan, atau beres-beres rumah bintaro, atawa.. ke batam, opsi yang kepikiran pas ngetik blog ini aja.. hmm cari tiket akh, moga dapat yang murah, lumayan nengok ponakan yang lucu-lucu.. ^^ and siapa tau punya sisa uang, bisa nyebrang ke singapore.. uuhhhh... bayar fiskal nya itu yang ngeselin ^^
how about you..?
Tuesday, December 18, 2007
Puasa Rasa
Ada saatnya membunuh rasa untuk tetap fokus akan tujuan dan demi suatu keyakinan. Ada saatnya menahan rasa karena dia datang disaat yang tidak tepat. Ada masanya membiarkan semua rasa itu ada, membiarkan diri vulnerable. Dan ada saatnya kita harus me-reverse, memutar balik rasa untuk kembali ke titik semula ketika rasa itu telah mulai menyiksa.. saatnya membalikkan makna dari lagu dewa..:
Kamu seperti hantu
Terus menghantuiku
Ke mana pun tubuhku pergi
Kau terus membayangi aku
Salahku biarkan kamu
Bermain dengan hatiku
Aku tak bisa memusnahkan
Kau dari pikiranku ini
Di dalam keramaian aku masih merasa sepi
Sendiri memikirkan kamu
Kau genggam hatiku
Dan kau tuliskan namamu
Kau tulis namamu
Tubuhku ada di sini
Tetapi tidak jiwaku
Kosong yang hanya kurasakan
Kau telah tinggal di hatiku
.
..
saatnya puasa rasa..
walah... teori.. ^^
Kamu seperti hantu
Terus menghantuiku
Ke mana pun tubuhku pergi
Kau terus membayangi aku
Salahku biarkan kamu
Bermain dengan hatiku
Aku tak bisa memusnahkan
Kau dari pikiranku ini
Di dalam keramaian aku masih merasa sepi
Sendiri memikirkan kamu
Kau genggam hatiku
Dan kau tuliskan namamu
Kau tulis namamu
Tubuhku ada di sini
Tetapi tidak jiwaku
Kosong yang hanya kurasakan
Kau telah tinggal di hatiku
.
..
saatnya puasa rasa..
walah... teori.. ^^
Dicari: Teman Lama
Nama: Indra Gunawan dan Rima (saja)
Mereka adalah teman-teman dekat, sempat sangat dekat sekitar tahun 96-98 (kalau ga salah). Dua teman aktivis HMI UI angkatan 93 yang kebetulan ketemu di salah satu kegiatan kerjasama kanpus ITB-UI-IPB. Kita sempat bikin kegiatan semacam KKN di daerah Jonggol sekitar tahun 96. Waktu itu Jonggol jadi promise land karena gosipnya bakal jadi wilayahnya Bambang Tri. Ga tau waktu itu, maksudnya jadi wilayah Bambang Tri, tapi yang pasti tanah di daerah sana benar-benar laku keras, hmm semuanya udah di patok dan dibeli orang kota. Yang paling 'basah' waktu itu yaaa kepala desa karena semua pengurusan dan pembebasan tanah melalui kepala desa, dan tentu mereka dapat bagian yang sangat besar dari pembebasan lahan tersebut. Kesejahteraan mereka dapat dilihat dari rumah mereka yang beusar banget, blum lagi mobilnya banyak. Orang-orang dekat kepala desa semuanya dapat bagian mobil dan income lain-lainnya sehingga juga punya rumah-rumah bagus.
Waktu di Jonggol, kita, saya dan 5 orang teman laennya termasuk Rima dan Indra, nginap di salah satu tangan kanannya kepala desa. Orang kaya tapi tetap bergaya kampung, dan baek banget, sayang saya lupa namanya. Rumah tempat kita nginap tersebut berada di salah satu lereng bukit, dengan view sawah lereng bukit dan sungai membelah di daerah lembah. Kalau di ingat-ingat sangat indah, kita biasanya abis shalat subuh berjamaah, suka tiduran di bale-bale bambu yang berada di halaman rumah, dan kadang tertidur karena dinginnya udara perbukitan dan baru kebangun ketika diterpa cahaya matahari pagi. Pokoknya, waktu itu suatu pengalaman yang tidak terlupakan. Belum lagi kalau jalan naik ke bukit di belakang rumah. Karena suburnya wilayah tersebut, daerah bukitpun dapat ditanami padi, jadi kita kadang cari udara segar diantara sawah-sawah dengan masih hijau dan baru tumbuh.
Belum lagi pengalaman naik transportasi dari kecamatan jonggol ke desa tempat kita tinggal. Biasanya ditempuh menggunakan mobil Colt atau L300 bak terbuka dimana orang-orang pada duduk dikeliling sisi mobil bak. Yang kasian teman cewek kayak Rima, biasanya agak kesulitan, belum lagi dengan pakaian jilbab besar yang dikenakannya. Ingat Rima, walau berjilbab besar, anaknya sangat enak diajak ngobrol dan punya wawasan luas. Belum lagi dia ada darah padangnya, jadi sangat interest kalau udah ngomongin seputaran adab padang, kayak cara makan dan lainnya. Trus kalau Indra, anak hukum UI dengan pola pikir yang sangat terstruktur tipikal orang hukum. Jadi kalau dengar orangnya debat, enak banget, belum lagi pemilihan katanya yang sangat bangus. Satu kritik dia yang saya masih ingat sampai sekarang ketika dalam salah satu diskusi saya sempat bilang 'gini aja..!', si Indra langsung mengkritik cara saya ngomong 'gini aja..!', dia bilang dalam diskusi kita ga boleh ngomong 'gini aja', karena itu adalah ungkapan menyimpulkan sementara yang namanya dalam diskusi terbuka tidak ada satu orangpun yang berhak menyimpulkan, kecuali telah disepakati bersama. Sampai sekarang saya sangat menghindari penggunaan kata 'gini aja..' dan diganti dengan kata 'menurut saya..' yang lebih bersifat pendapat personal dan tidak bersifat konklusi. Ooo yaa belum lagi saya yang sempat mau di jodohin sama si mba' bidan desa sana, maklum waktu itu saya nya sama anak-anak sana dibilang kayak Ari Wibowo, halah... (sinetron apa yaa waktu itu, yang tokohnya Ari Wibowo dengan rambut panjang.. gini-gini sempat jadi anak metal juga hehehe), hihihi nama si mba'nya siapa yaaa.. orangnya baek, orang kota yang kebetulan ditugasin disana.. coba kalau jadian.. halah
Begitulah, belakangan saya jadi teringat mereka, ga tau pengaruh umur juga kali yaa hehehe, kayak orang tua aja yang mulai mengenang masa mudanya.. halah. Saya lost contact karena memang ga punya no telpon, maklum jaman gituan kan belum punya hape, paling surat-suratan.. halah. Alamat, rumah ortu si Rima sekitar Pondok kelapa - Kalimalang kalau ga salah. Terakhir dengar kabar mereka Indra n Rima udah married, mereka berdua married, ternyata ada hasilnya juga perjalanan ke Jonggol hehehe.. Sepertinya harus bongkar-bongkar koper lama buat dapetin foto mereka, sekedar pelepas kangen, halah..
Buat yang baca ini dan kebetulan kenal ama mereka, kabar-kabari yaaa.. (gosip kali kabar-kabari..^^)
nb. Terakhir dengar cerita teman yang masih sempat main ke Jonggol, daerah tersebut kembali jadi desa miskin, semua yang sempat mencicipi manisnya 'uang' hasil pembebasan tanah kembali hidup susah karena tidak bisa mengelola uangnya, dan tidak terwujudnya 'promise land' berbarengan dengan jatuhnya rezim Soeharto, kasian.. moga suatu hari saya diberi kesempatan untuk balik kesana sekedar silaturahmi.
Mereka adalah teman-teman dekat, sempat sangat dekat sekitar tahun 96-98 (kalau ga salah). Dua teman aktivis HMI UI angkatan 93 yang kebetulan ketemu di salah satu kegiatan kerjasama kanpus ITB-UI-IPB. Kita sempat bikin kegiatan semacam KKN di daerah Jonggol sekitar tahun 96. Waktu itu Jonggol jadi promise land karena gosipnya bakal jadi wilayahnya Bambang Tri. Ga tau waktu itu, maksudnya jadi wilayah Bambang Tri, tapi yang pasti tanah di daerah sana benar-benar laku keras, hmm semuanya udah di patok dan dibeli orang kota. Yang paling 'basah' waktu itu yaaa kepala desa karena semua pengurusan dan pembebasan tanah melalui kepala desa, dan tentu mereka dapat bagian yang sangat besar dari pembebasan lahan tersebut. Kesejahteraan mereka dapat dilihat dari rumah mereka yang beusar banget, blum lagi mobilnya banyak. Orang-orang dekat kepala desa semuanya dapat bagian mobil dan income lain-lainnya sehingga juga punya rumah-rumah bagus.
Waktu di Jonggol, kita, saya dan 5 orang teman laennya termasuk Rima dan Indra, nginap di salah satu tangan kanannya kepala desa. Orang kaya tapi tetap bergaya kampung, dan baek banget, sayang saya lupa namanya. Rumah tempat kita nginap tersebut berada di salah satu lereng bukit, dengan view sawah lereng bukit dan sungai membelah di daerah lembah. Kalau di ingat-ingat sangat indah, kita biasanya abis shalat subuh berjamaah, suka tiduran di bale-bale bambu yang berada di halaman rumah, dan kadang tertidur karena dinginnya udara perbukitan dan baru kebangun ketika diterpa cahaya matahari pagi. Pokoknya, waktu itu suatu pengalaman yang tidak terlupakan. Belum lagi kalau jalan naik ke bukit di belakang rumah. Karena suburnya wilayah tersebut, daerah bukitpun dapat ditanami padi, jadi kita kadang cari udara segar diantara sawah-sawah dengan masih hijau dan baru tumbuh.
Belum lagi pengalaman naik transportasi dari kecamatan jonggol ke desa tempat kita tinggal. Biasanya ditempuh menggunakan mobil Colt atau L300 bak terbuka dimana orang-orang pada duduk dikeliling sisi mobil bak. Yang kasian teman cewek kayak Rima, biasanya agak kesulitan, belum lagi dengan pakaian jilbab besar yang dikenakannya. Ingat Rima, walau berjilbab besar, anaknya sangat enak diajak ngobrol dan punya wawasan luas. Belum lagi dia ada darah padangnya, jadi sangat interest kalau udah ngomongin seputaran adab padang, kayak cara makan dan lainnya. Trus kalau Indra, anak hukum UI dengan pola pikir yang sangat terstruktur tipikal orang hukum. Jadi kalau dengar orangnya debat, enak banget, belum lagi pemilihan katanya yang sangat bangus. Satu kritik dia yang saya masih ingat sampai sekarang ketika dalam salah satu diskusi saya sempat bilang 'gini aja..!', si Indra langsung mengkritik cara saya ngomong 'gini aja..!', dia bilang dalam diskusi kita ga boleh ngomong 'gini aja', karena itu adalah ungkapan menyimpulkan sementara yang namanya dalam diskusi terbuka tidak ada satu orangpun yang berhak menyimpulkan, kecuali telah disepakati bersama. Sampai sekarang saya sangat menghindari penggunaan kata 'gini aja..' dan diganti dengan kata 'menurut saya..' yang lebih bersifat pendapat personal dan tidak bersifat konklusi. Ooo yaa belum lagi saya yang sempat mau di jodohin sama si mba' bidan desa sana, maklum waktu itu saya nya sama anak-anak sana dibilang kayak Ari Wibowo, halah... (sinetron apa yaa waktu itu, yang tokohnya Ari Wibowo dengan rambut panjang.. gini-gini sempat jadi anak metal juga hehehe), hihihi nama si mba'nya siapa yaaa.. orangnya baek, orang kota yang kebetulan ditugasin disana.. coba kalau jadian.. halah
Begitulah, belakangan saya jadi teringat mereka, ga tau pengaruh umur juga kali yaa hehehe, kayak orang tua aja yang mulai mengenang masa mudanya.. halah. Saya lost contact karena memang ga punya no telpon, maklum jaman gituan kan belum punya hape, paling surat-suratan.. halah. Alamat, rumah ortu si Rima sekitar Pondok kelapa - Kalimalang kalau ga salah. Terakhir dengar kabar mereka Indra n Rima udah married, mereka berdua married, ternyata ada hasilnya juga perjalanan ke Jonggol hehehe.. Sepertinya harus bongkar-bongkar koper lama buat dapetin foto mereka, sekedar pelepas kangen, halah..
Buat yang baca ini dan kebetulan kenal ama mereka, kabar-kabari yaaa.. (gosip kali kabar-kabari..^^)
nb. Terakhir dengar cerita teman yang masih sempat main ke Jonggol, daerah tersebut kembali jadi desa miskin, semua yang sempat mencicipi manisnya 'uang' hasil pembebasan tanah kembali hidup susah karena tidak bisa mengelola uangnya, dan tidak terwujudnya 'promise land' berbarengan dengan jatuhnya rezim Soeharto, kasian.. moga suatu hari saya diberi kesempatan untuk balik kesana sekedar silaturahmi.
Motivator
Pernah nonton Kick Andy di Metro ketika membahas buku Laskar Pelangi. Saya sendiri ga tau isi buku Laskar pelangi tersebut karena belum sempat baca, sama halnya dengan buku Traveller Tale yang cukup monumental dalam penerbitan buku pengarang lokal. Yang menarik bagi saya pada Kick Andy edisi tersebut adalah ketika Gede Prama ngasih komentar. Dalam komentarnya dia bercerita tentang awal dia jadi penulis. Beliau mengatakan, waktu itu dia mikir apa yang bisa dia perbuat buat orang di sekitar, dan yang dia tau hanyalah dia bisa menulis. Sejak itu beliau serius menjadi motivator melalui tulisan-tulisannya.
Kenapa saya mengangkat cerita ini, lebih karena kemarin saya liat video-video Steve Jobs, boss nya Apple. Dalam sebuah video, saya ga tau itu liputan tentang apa, yang pasti seputar entrepreneur, ditunjukkan bagaimana seorang Steve Jobs memotivasi teamnya bagaimana menciptakan suatu produk yang sesuai dengan pasar, tapi juga punya tujuan mulia yaitu targetnya untuk dunia pendidikan. Melihat video itu saya jadi teringat Gede Prama, ada yang beda dari kedua orang tersebut adalah yang satu cuma penulis untuk motivator, yang satunya lagi adalah motivator dalam praktek sebenarnya, dalam dunia nyata. Kalau ditanya saya milih yang mana, tentu saya milih Steve Jobs, karena dia bukan cuma bisa bicara, tapi bisa membuktikan, sementara Gede Prama hanya bisa bicara, dan tidak pernah membuktikan apa yang dia ucapkan dalam dunia nyata.
Saya sempat dengar komentar miring orang-orang tentang Gede Prama dan para motivator lainnya yang buku-bukunya sangat banyak kita temukan di toko buku, belum lagi berbagai kelas tidak hanya untuk kalangan eksekutif tapi tidak jarang untuk level korporat. Kata-kata miring yang mempermasalahkan tentang pembuktian mereka akan ucapan mereka. Dulu ada juga cerita tentang seorang 'pakar ekonomi dan marketing' yang sangat populer dan pernah punya acara sendiri di tv, diberi kepercayaan dalam pengelolaan beberapa perusahaan dan coba create usaha sendiri, dan ternyata semuanya brantakan. Dengan alasan tersebut, beberapa orang meragukan apa kemampuan para motivator tersebut.
Terlepas dari semua itu, menurut saya kita tetap butuh seorang Gede Prama, karena banyak orang yang telah berhasil berubah menjadi baik melalui tulisannya. Masih di acara Kick Andy tersebut juga Gede Prama sempat cerita seorang anak yang nelpon dia yang mengatakan bahwa orangtuanya gagal bercerai setelah mendengar suatu dialog Gede Prama di radio ketika kedua orangtuanya dalam perjalanan menuju pengadilan agama dalam sidang perceraian. Demikianlah, setiap orang mungkin diberi suatu anugerah yang dititipkan oleh Tuhan lewat ucapannya, mungkin lewat otaknya, dan beruntunglah mereka yang memiliki semuanya, otak, kemampuan komunikasi dan suatu karya sebagai wujud nyata.
Dimanakah kita sekarang, tidak perlu berkecil hati, sebarkanlah suatu kebaikan melalui apa yang kita miliki walaupun itu sangat kecil pengaruhnya, mungkin hanya bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitarnya atau mungkin negara dan kemanusiaan.. halah kok saya ngomongnya jadi kayak Gede prama yaaa.. blog ini mungkin salah satu wujud sumbangsih saya sama dunia... halah, begini niy tulisan kalau udah mulai ngantuk.. ngawuurr... met bobo' ^^
Kenapa saya mengangkat cerita ini, lebih karena kemarin saya liat video-video Steve Jobs, boss nya Apple. Dalam sebuah video, saya ga tau itu liputan tentang apa, yang pasti seputar entrepreneur, ditunjukkan bagaimana seorang Steve Jobs memotivasi teamnya bagaimana menciptakan suatu produk yang sesuai dengan pasar, tapi juga punya tujuan mulia yaitu targetnya untuk dunia pendidikan. Melihat video itu saya jadi teringat Gede Prama, ada yang beda dari kedua orang tersebut adalah yang satu cuma penulis untuk motivator, yang satunya lagi adalah motivator dalam praktek sebenarnya, dalam dunia nyata. Kalau ditanya saya milih yang mana, tentu saya milih Steve Jobs, karena dia bukan cuma bisa bicara, tapi bisa membuktikan, sementara Gede Prama hanya bisa bicara, dan tidak pernah membuktikan apa yang dia ucapkan dalam dunia nyata.
Saya sempat dengar komentar miring orang-orang tentang Gede Prama dan para motivator lainnya yang buku-bukunya sangat banyak kita temukan di toko buku, belum lagi berbagai kelas tidak hanya untuk kalangan eksekutif tapi tidak jarang untuk level korporat. Kata-kata miring yang mempermasalahkan tentang pembuktian mereka akan ucapan mereka. Dulu ada juga cerita tentang seorang 'pakar ekonomi dan marketing' yang sangat populer dan pernah punya acara sendiri di tv, diberi kepercayaan dalam pengelolaan beberapa perusahaan dan coba create usaha sendiri, dan ternyata semuanya brantakan. Dengan alasan tersebut, beberapa orang meragukan apa kemampuan para motivator tersebut.
Terlepas dari semua itu, menurut saya kita tetap butuh seorang Gede Prama, karena banyak orang yang telah berhasil berubah menjadi baik melalui tulisannya. Masih di acara Kick Andy tersebut juga Gede Prama sempat cerita seorang anak yang nelpon dia yang mengatakan bahwa orangtuanya gagal bercerai setelah mendengar suatu dialog Gede Prama di radio ketika kedua orangtuanya dalam perjalanan menuju pengadilan agama dalam sidang perceraian. Demikianlah, setiap orang mungkin diberi suatu anugerah yang dititipkan oleh Tuhan lewat ucapannya, mungkin lewat otaknya, dan beruntunglah mereka yang memiliki semuanya, otak, kemampuan komunikasi dan suatu karya sebagai wujud nyata.
Dimanakah kita sekarang, tidak perlu berkecil hati, sebarkanlah suatu kebaikan melalui apa yang kita miliki walaupun itu sangat kecil pengaruhnya, mungkin hanya bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitarnya atau mungkin negara dan kemanusiaan.. halah kok saya ngomongnya jadi kayak Gede prama yaaa.. blog ini mungkin salah satu wujud sumbangsih saya sama dunia... halah, begini niy tulisan kalau udah mulai ngantuk.. ngawuurr... met bobo' ^^
Friday, December 14, 2007
Seperated
Ngejar setoran tulisan, sabtu minggu diborong semuanya di hari jum'at hehehe..
Ooo yaa, ini sebuah lagu orang yang lagi patah hati n coba cari pembenaran... halah.. hihihihi..
If love was a bird then we wouldn't have our wings
If love was the sky we'd be blue
If love was a choir, U and I could never sing
'cause love isn't for me and U
If love was an Oscar, U and I could never win
'cause we could never act out our parts
If love is the bible, then we are lost in sin
Because it's not in our hearts
(chorus)
So why don't you go your way,
and I'll go mine
Live ur life
And I'll live mine
Baby, u'll do well
And I'll be fine
'cause we're better off separated...
If love was a fire then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light then we're lost in the dark
Left with no one to hold
If love was a sport, we're not on the same team
U and I are destined to lose
If love was an ocean, baby, we are just a stream
'cause love isn't for me and U
(chorus)
Girl, I know we had some good times
It's sad but now we gotta say goodbye
Girl U know I love U
I can't deny
Can't say we didn't try to make it work for U and I
I know it hurts so much
But it's best for us
Somewhere along this windy road, we lost the trust
So I walk away, so U don't have to see me cry
It's killing me so, why don't U go
(chorus)
(out)
I'm sorry we didn't make it.
(Usher..) ..hhmmm... yang benar..!!.. kuaat.. ?? hurt so much hihihi..^^
Ooo yaa, ini sebuah lagu orang yang lagi patah hati n coba cari pembenaran... halah.. hihihihi..
If love was a bird then we wouldn't have our wings
If love was the sky we'd be blue
If love was a choir, U and I could never sing
'cause love isn't for me and U
If love was an Oscar, U and I could never win
'cause we could never act out our parts
If love is the bible, then we are lost in sin
Because it's not in our hearts
(chorus)
So why don't you go your way,
and I'll go mine
Live ur life
And I'll live mine
Baby, u'll do well
And I'll be fine
'cause we're better off separated...
If love was a fire then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light then we're lost in the dark
Left with no one to hold
If love was a sport, we're not on the same team
U and I are destined to lose
If love was an ocean, baby, we are just a stream
'cause love isn't for me and U
(chorus)
Girl, I know we had some good times
It's sad but now we gotta say goodbye
Girl U know I love U
I can't deny
Can't say we didn't try to make it work for U and I
I know it hurts so much
But it's best for us
Somewhere along this windy road, we lost the trust
So I walk away, so U don't have to see me cry
It's killing me so, why don't U go
(chorus)
(out)
I'm sorry we didn't make it.
(Usher..) ..hhmmm... yang benar..!!.. kuaat.. ?? hurt so much hihihi..^^
Subscribe to:
Posts (Atom)