Judulnya serem yaa.. Tapi ga seseram isinya, jangankan serem, tapi boleh dibilang ga penting. Jadi mending ga usah di baca daripada susah cape-cape baca, ternyata diakhir anda cuma ngomong, ooo cuma ini.. Hayo skarang lanjutin kerjaan anda yang lebih berharga dari bacaan ini.
masih baca? salah sendiri kalau buang-buang waktu..! ^^
Kenapa saya bilang hari pembalasan, karena hari pembalasan identik dengan hari itung-itungan dengan Yang Diatas, hari bayar utang kalau kita punya banyak dosa.. Naah saya ngambil porsi ini, hari bayar utang.. Sabtu dan minggu ini saya bayar semua utang-utang. Kalau mau di urut berdasarkan waktu eksekusi, berikut urutannya;
1. Utang tidur
dah tiga minggu ini saya belum sempat bayar tidur yang kurang setiap hari kerja, maklum buruh, jam setengah delapan kudu dah duduk manis di kantor walau cuma buat nulis blog atau chatting ^^. Biasanya sabtu minggu merupakan hari pembalasan, tidur sepuasnya, bangun kapan tubuh dah ga mau lagi rebahan, bisa jam 9, atau kadang bablas sampai jam 11, tapi yang pasti ga bablas subuh. Naah udah 2x lebaran... Eeh kirain bang toyib, 2x minggu maksudnya, sibuk tugas luar daerah, otomatis ga bisa tidur seenaknya.., sekaranglah saatnya semua utang tidur itu dibales.
2. Utang sama motor
Dah dari sebelum lebaran tu motor minta dirawat, tapi karena dah mau lebaran, mending setelahnya aja, dan yaa kemaren akhirnya dibawa ke dokternya buat medical check up, skalian kasih pitamin (oli).
3. Utang janji
Janji silaturahmi sama teman yang lebaran kemaren married. Satu yang saya suka dari ekspresi setiap orang yang habis married adalah sepertinya ada rasa bahagia yang tergambar dari senyum di wajahnya yang ga ilang-ilang. Mungkin karena suatu proses yang sakral dan bener-bener diredhai sama yang Diatas dan diamini semua kita yang di bumi.Moga tetep begitu yaa pren.
4. Utang strikaan
Ampuun, yang satu ini tidak lagi segunung, tapi udah sepulau, buanyaak banget karena sejak abis lebaran cuma sempat nyetrika yang kira-kira butuh buat kantor dan abis itu sibuk perjalanan dinas, jadi ga sempat-sempat.
5. Utang cuci motor
Berhubung musim hujan, endapan lumpurnya dah tebal banget, jadi ga mungkin dicuci sendiri, dan memang biasanya minimal sekali dua minggu dibawa ke cucian motor biar dimandiin sama yang ahli dan di bedakin lagi sehingga si Meon putih itu kembali cantik
6. Utang cukuran
Ini yang terakhir, cukuran, motong rambut dan tadi alhamdulillah ketemu yang si tukang cukur yang cukurannya bagus. Maklum disitu ada dua orang, yang satu motongnya cocok, sementara yang satunya lagi ga pas. Pas kebagian ke yang ga pas, mau nolak ga enak, yaaa dah pasrah 2 minggu rambut bentuknya ga karuan karena setelah agak dikit panjang, jeleknya dah ga keliatan..
Tuu khan ga penting, makanya dah di bilang jangan dibaca. Ooo yaa tadi pas isi bensin si pertamax dah naik lagi jadi 6.950 rupiah, ala mak mahal kali, sama premium selisihnya dah hampir 2500 perak. Mau balik ke premium sayang motornya nyedok bbm yang kaya timbal, ditambah kapan lagi saya masuk ke golongan orang mampu yang ga perlu di subsidi pemerintah, halah..
Kenaikan BBM ini makin bikin stress mereka yang bawa mobil terbaru yang harus ber-bbm pertamax atau pertamax plus. Udah bensinnya kesedot banyak oleh pemda DKI gara-gara mbus-away, sekarang harga BBM nya ikutan naik. Baca kompas hari ini tentang kesembrawutan kota ini, jadi berpikir ulang untuk melanjutkan hidup dikota ini. Sampai kapan mampu sabar menghadapi kemacetan dan menghabiskan sebagian hidup dijalan sambil menghisap asap kendaraan. Kadang mikir, bukannya akan lebih banyak amalnya berada dalam lingkungan yang benar-benar desperate, bisa bertahan, bersabar, dan tidak ikutan berlaku negatif karena desperate bukankah menjadi ladang amal. Tapi disatu sisi, bukankah terlalu terlalu bodoh jika tetap bertahan dilingkungan seperti itu. Saatnya menata ulang kehidupan sebelum semakin dalam terjebak dalam keputusasaan.. God, give me any clue..!
Kok jadi serius yaa..
jadi ingat lagu jadul yang dinyanyiin Dian Pramana Putra dan 7 Bintang (Atiek CB, Mus Mujiono, Tri utami, Yopie Latul..dua lagi lupa) lagu dengan judul 'Jalan kita masih panjang' dengan liriknya kira-kira gini:
Kusadar hidup ini hanya sebentar
untuk apa putus asa kan baung waktu saja
Mungkin semua orang punya problema
yang harus kita lalui dengan hati yang tabah
lupakan masa lalu kelabu
kita susun langkah baru
jangan hanya menunggu
harapan kesempatan dan juga waktu
tak kan selamanya datang menghampiri hidup kita..
bersyukurlah jalan kita masih panjang..
Tu lagu dah 20 tahun lalu, mereka dah coba susun langkah baru, tapi kok problemnya ga ilang-ilang yaaa.. capee deee..!! (lagu itu ngomongin masalah jalan kan..? jalan kita masih panjang.. ^^)
slamat berlibur, sampai ketemu besok di jalan (abis macet ^^)
Sunday, November 18, 2007
Thursday, November 15, 2007
Private vs Public
Beberapa waktu yang lalu di salah satu milis yang saya ikutin sempat heboh gara-gara satu kata makian di milis tersebut. Semua orang kaget, milis yang nota bene diisi oleh orang-orang praktisi komputer dan otomatis tentu terpelajar,mereka yang udah lama melek internet dan tahu bagaimana etika bermilis kok tiba-tiba ada kata makian. Untuk pertama kali setelah satu setengah taun saya mengikuti milis tersebut admin turun tangan mengingatkan semua anggota tentang etika bermilis, dan itu sebenarnya ditujukan kepada satu orang. Terlepas dari masalah etika, saya jadi mikir, gimana yaa rasanya kalau seandainya yang berlaku tidak sopan tersebut adalah saya. Ga kebayang kemana muka ini akan disembunyikan dari orang-orang. Syukurnya, bangsa ini adalah bangsa pemaaf, sangat cepat melupakan kesalahan orang lain, dan begitu juga di dunia maya seperti milis, suasana cepat reda dan semua orang kembali berbaur seolah sebelumnya tidak terjadi apa-apa.
Alkisah, halah..alkisah.. dulu waktu kecil tetangga saya sering banget branteng, keributan rumah tangga di rumah sebelah sangat kedengaran dari rumah saya karena rumah saya dan tu rumah tetangga berpunggung-punggungan. Semua orang di rumah tetangga itu sepertinya suka banget yelling each other. Dari sana, nenek sering mengingatkan cucu-cucunya yang masih kecil waktu itu agar bisa menjaga diri, menjaga agar apapun yang terjadi didalam rumah jangan sampai kedengaran oleh orang diluar rumah, selesaikan semuanya dirumah dan jangan terbawa keluar rumah. Dan memang karena masih kecil, semuanya itu disimpan dengan baik didalam otak, sehingga jadi pegangan hingga sekarang. Hal serupa sebenarnya biasa ditemui, tidak hanya di Bukittinggi sana yang boleh dibilang orangnya tidak seterpelajar seperti orang-orang di kota besar kayak jakarta, contohnya tetangga dekat rumah di jakarta ini juga sering ribut dan itu kedengaran sekampung, apa ga malu.... Hal ini adalah masalah habit yang ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan pendidikan. Bicara contoh diatas sebenarnya ngomongin masalah pemisahan ruang public dengan ruang private. Pemisahan ruang private dengan ruang public sebenarnya adalah konsep yang berlaku universal, tidak hanya dalam problem rumah tangga tapi juga dalam kehidupan pribadi. Ada hal-hal yang bersifat sangat pribadi yang hanya kita sendiri yang tau yang tersimpan pada hati paling dalam atau hanya orang-orang terdekat yang boleh mengetahui merupakan ruang private kita yang tidak boleh terekspos ke public.
Dengan kemajuan zaman, walah ngomongnya.. hehehe.. era internet yang mengusung prinsip keterbukaan sedikit banyak mengubah cara pandang orang tentang ruang public dan ruang private. Tanpa disadari orang-orang tidak lagi sadar akan perlunya pemisahan ruang tersebut. Prinsip keterbukaan pada net world, telah juga mengubah media non internet untuk ikut terbuka, lebih bebas seperti media cetak, sehingga media cetak juga ikutan menyumbang yang namanya pengaburan pemisah ruang public dan ruang private. Pada media cetak, dah ga asing lagi, berjamur media gosip, semua aib orang yang seharusnya ada di ruang private dan kewajiban setiap orang tidak hanya orang yang bersangkutan untuk menjaganya, tapi juga harus dijaga oleh lingkungannya, justru tersekspos dengan sangat gamblang, dan sialnya lingkungannya juga mengambil peran dalam menyingkapan tersebut. Liat aja, seorang public figure kadang terekspos kehidupan pribadinya berawal dari kebocoran dari keluarga atau teman-taman dekatnya. Yang lebih sial lagi, kadang mereka sendiri yang mengekspos aib pribadinya dengan yang namanya komprensi pers. Brantem sama istri.. komprensi pers, mo bercerai.. komprensi pers, ga boleh masuk rumah.. komprensi pers.. dunia yang aneh..
Di dunia internet sendiri bukan hal yang asing akan penelanjangan kehidupan pribadi, bahkan sangat pribadi orang lain. Kita tidak perlu membahas tentang aksi video bandung lautan api, paling simple aja seperti kasus milis diatas, memaki didepan umum ga ada bedanya buka aib sendiri tentang sikap jelek kita didepan banyak orang. Berkembangnya social networking seperti friendster, multiply sebenarnya kalau ga pinter-pinter justru akan menjadi bumerang bagi diri sendiri yang mungkin tanpa disadari kita telah menyingkap sebagian ruang private ke kalayak internet. Belum lagi fenomena blog yang lagi booming sekarang. Blog yang ide awalnya memang merupakan diary maya, karena namanya diary kadang sebagian orang mindset nya masih seperti diary konvensional, tempat semua keluh-kesah pribadi ditumpahkan, padahal ini didunia maya yang semua orang bisa mengkasesnya. Merupakan blunder besar mengungkap hal yang sangat pribadi di blog yang terpublish untuk semua orang. Dengan sedikit customize sebenarnya blog dapat diperlakukan seperti diary konvensional, tapi kadang karena ketidaktahuan hal tersebut justru tidak dilakukan, dan semuanya terpublish karena default blog memang read to everyone, alias dapat diakses siapapun. Ga tau caranya, baca blog saya sebelumnya, atau bisa consult pribadi.. halah..!
Daah akh, dah setengah tujuh... mande duluuu.. and back to rutinitas ^^
Alkisah, halah..alkisah.. dulu waktu kecil tetangga saya sering banget branteng, keributan rumah tangga di rumah sebelah sangat kedengaran dari rumah saya karena rumah saya dan tu rumah tetangga berpunggung-punggungan. Semua orang di rumah tetangga itu sepertinya suka banget yelling each other. Dari sana, nenek sering mengingatkan cucu-cucunya yang masih kecil waktu itu agar bisa menjaga diri, menjaga agar apapun yang terjadi didalam rumah jangan sampai kedengaran oleh orang diluar rumah, selesaikan semuanya dirumah dan jangan terbawa keluar rumah. Dan memang karena masih kecil, semuanya itu disimpan dengan baik didalam otak, sehingga jadi pegangan hingga sekarang. Hal serupa sebenarnya biasa ditemui, tidak hanya di Bukittinggi sana yang boleh dibilang orangnya tidak seterpelajar seperti orang-orang di kota besar kayak jakarta, contohnya tetangga dekat rumah di jakarta ini juga sering ribut dan itu kedengaran sekampung, apa ga malu.... Hal ini adalah masalah habit yang ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan pendidikan. Bicara contoh diatas sebenarnya ngomongin masalah pemisahan ruang public dengan ruang private. Pemisahan ruang private dengan ruang public sebenarnya adalah konsep yang berlaku universal, tidak hanya dalam problem rumah tangga tapi juga dalam kehidupan pribadi. Ada hal-hal yang bersifat sangat pribadi yang hanya kita sendiri yang tau yang tersimpan pada hati paling dalam atau hanya orang-orang terdekat yang boleh mengetahui merupakan ruang private kita yang tidak boleh terekspos ke public.
Dengan kemajuan zaman, walah ngomongnya.. hehehe.. era internet yang mengusung prinsip keterbukaan sedikit banyak mengubah cara pandang orang tentang ruang public dan ruang private. Tanpa disadari orang-orang tidak lagi sadar akan perlunya pemisahan ruang tersebut. Prinsip keterbukaan pada net world, telah juga mengubah media non internet untuk ikut terbuka, lebih bebas seperti media cetak, sehingga media cetak juga ikutan menyumbang yang namanya pengaburan pemisah ruang public dan ruang private. Pada media cetak, dah ga asing lagi, berjamur media gosip, semua aib orang yang seharusnya ada di ruang private dan kewajiban setiap orang tidak hanya orang yang bersangkutan untuk menjaganya, tapi juga harus dijaga oleh lingkungannya, justru tersekspos dengan sangat gamblang, dan sialnya lingkungannya juga mengambil peran dalam menyingkapan tersebut. Liat aja, seorang public figure kadang terekspos kehidupan pribadinya berawal dari kebocoran dari keluarga atau teman-taman dekatnya. Yang lebih sial lagi, kadang mereka sendiri yang mengekspos aib pribadinya dengan yang namanya komprensi pers. Brantem sama istri.. komprensi pers, mo bercerai.. komprensi pers, ga boleh masuk rumah.. komprensi pers.. dunia yang aneh..
Di dunia internet sendiri bukan hal yang asing akan penelanjangan kehidupan pribadi, bahkan sangat pribadi orang lain. Kita tidak perlu membahas tentang aksi video bandung lautan api, paling simple aja seperti kasus milis diatas, memaki didepan umum ga ada bedanya buka aib sendiri tentang sikap jelek kita didepan banyak orang. Berkembangnya social networking seperti friendster, multiply sebenarnya kalau ga pinter-pinter justru akan menjadi bumerang bagi diri sendiri yang mungkin tanpa disadari kita telah menyingkap sebagian ruang private ke kalayak internet. Belum lagi fenomena blog yang lagi booming sekarang. Blog yang ide awalnya memang merupakan diary maya, karena namanya diary kadang sebagian orang mindset nya masih seperti diary konvensional, tempat semua keluh-kesah pribadi ditumpahkan, padahal ini didunia maya yang semua orang bisa mengkasesnya. Merupakan blunder besar mengungkap hal yang sangat pribadi di blog yang terpublish untuk semua orang. Dengan sedikit customize sebenarnya blog dapat diperlakukan seperti diary konvensional, tapi kadang karena ketidaktahuan hal tersebut justru tidak dilakukan, dan semuanya terpublish karena default blog memang read to everyone, alias dapat diakses siapapun. Ga tau caranya, baca blog saya sebelumnya, atau bisa consult pribadi.. halah..!
Daah akh, dah setengah tujuh... mande duluuu.. and back to rutinitas ^^
Monday, November 12, 2007
Poor Me
Berusan kepikiran, apa siy perbuatan baik dan bermanfaat bagi orang-orang yang terakhir saya lakuin. Herannya, saya kok susah mengingatnya.. susah mengingat bisa berarti dua, pertama karena buanyak banget, atau yang kedua karena udah lama ga lakuin sehingga udah ga ingat. Sepertinya untuk yang pertama ga dey, brarti yang kedua.. jadi kapaan yaa.. poor me..!
Mengingat social life saya dan mungkin teman-teman yang hidup di jakarta juga merasakan hal yang sama, sepertinya sangat minim perbuatan baik dan bermanfaat, jangankan untuk orang banyak, buat satu orang sangat sulit kita bisa lakuin yaaa.. bayangin aja, brangkat pagi-pagi banget, lakuin rutinitas kerjaan kantor seharian, trus udah malem-malem seperti sekarang baru pulang. Jadi kapan waktu untuk melakukan hal yang bermanfaat.
Bersyukurlah mereka yang telah berkeluarga dan punya anak-istri, karena apa yang dilakuin mulai brangkat pagi-pagi hingga pulang kantor malem-malem ada tujuannya yang mulia yaitu untuk mereka, untuk memberi penghidupan yang lebih layak bagi mereka, dan syukur-syukur anak-anaknya kelak menjadi anak-anak yang shaleh dan memberikan bakti yang lebih banyak bagi lingkungannya sehingga dari sana anda akan mendapatkan sedikit fee amalan. Tapi bagaimana dengan yang belum berkeluarga.. poor me..!
Dulu, duluuu banget, ritual setiap menjelang tidur saya biasa mengingat-ngingat apa aja yang saya lakuin hari itu, kadang bete sendiri kalau keingat perbuatan konyol atau kata-kata yang ga pantes yang sempat terucap disiang harinya, saking betenya kadang jadi susah tidur. Walau begitu positip-nya dengan begitu saya bisa introspeksi untuk tidak terulang lagi di hari-hari berikutnya. Sayangnya hal yang sama tidak lagi saya lakuin sekarang. Skarang sebelum tidur saya seperti masih disibukkan oleh kerjaan atau pikiran-pikiran yan terkadang tidak perlu.. poor me..!
Terakhir, saya kadang sering merasa takut jangan-jangan apa yang saya telah lakukan, paling simple dalam 24 jam terakhir ini, ga ada artinya di catatan yang Diatas sana. 24 jam seperti hanya sebuah blog dengan cerita yang sangat biasa, tanpa makna, tidak ada yang istimewa, tidak ada satupun bagian cerita yang di highlight yang berkesan dimata yang Diatas sana. Cerita yang hayna berisi perbuatan yang tidak bermanfaat atau perbuatan-perbuatan yang hanya berorientasi dunia sehingga hanya mengisi buku-buku dunia, tanpa meninggalkan satupun guratan catatan pada buku akhirat.. lebih takut lagi jangan-jangan blog kehidupan tersebut hanya penuh oleh underline merah sebagai pertanda banyaknya dosa..poor me..!
Ati-ati.. lagi sensi..! ^^
Mengingat social life saya dan mungkin teman-teman yang hidup di jakarta juga merasakan hal yang sama, sepertinya sangat minim perbuatan baik dan bermanfaat, jangankan untuk orang banyak, buat satu orang sangat sulit kita bisa lakuin yaaa.. bayangin aja, brangkat pagi-pagi banget, lakuin rutinitas kerjaan kantor seharian, trus udah malem-malem seperti sekarang baru pulang. Jadi kapan waktu untuk melakukan hal yang bermanfaat.
Bersyukurlah mereka yang telah berkeluarga dan punya anak-istri, karena apa yang dilakuin mulai brangkat pagi-pagi hingga pulang kantor malem-malem ada tujuannya yang mulia yaitu untuk mereka, untuk memberi penghidupan yang lebih layak bagi mereka, dan syukur-syukur anak-anaknya kelak menjadi anak-anak yang shaleh dan memberikan bakti yang lebih banyak bagi lingkungannya sehingga dari sana anda akan mendapatkan sedikit fee amalan. Tapi bagaimana dengan yang belum berkeluarga.. poor me..!
Dulu, duluuu banget, ritual setiap menjelang tidur saya biasa mengingat-ngingat apa aja yang saya lakuin hari itu, kadang bete sendiri kalau keingat perbuatan konyol atau kata-kata yang ga pantes yang sempat terucap disiang harinya, saking betenya kadang jadi susah tidur. Walau begitu positip-nya dengan begitu saya bisa introspeksi untuk tidak terulang lagi di hari-hari berikutnya. Sayangnya hal yang sama tidak lagi saya lakuin sekarang. Skarang sebelum tidur saya seperti masih disibukkan oleh kerjaan atau pikiran-pikiran yan terkadang tidak perlu.. poor me..!
Terakhir, saya kadang sering merasa takut jangan-jangan apa yang saya telah lakukan, paling simple dalam 24 jam terakhir ini, ga ada artinya di catatan yang Diatas sana. 24 jam seperti hanya sebuah blog dengan cerita yang sangat biasa, tanpa makna, tidak ada yang istimewa, tidak ada satupun bagian cerita yang di highlight yang berkesan dimata yang Diatas sana. Cerita yang hayna berisi perbuatan yang tidak bermanfaat atau perbuatan-perbuatan yang hanya berorientasi dunia sehingga hanya mengisi buku-buku dunia, tanpa meninggalkan satupun guratan catatan pada buku akhirat.. lebih takut lagi jangan-jangan blog kehidupan tersebut hanya penuh oleh underline merah sebagai pertanda banyaknya dosa..poor me..!
Ati-ati.. lagi sensi..! ^^
Sunday, November 11, 2007
Aceh ver. 1
Huhh, hari ini dah kembali ke kehidupan normal, kembali ketemu jalan panjang, kembali ketemu muacetnya gara-gara si mbus-away. Tapi itulah Jakarta, dan bukan Jakarta namanya kalau tidak selalu berubah, kota yang selalu memanggil untuk kembali, kota tercinta dan dimana cinta itu ada, halah.. hehehe..
Oya ngomongin perjalanan terakhir ke tanah rencong sana, menimbulkan kesan dan pengalaman sendiri. Banyak sebenarnya yang ingin saya ceritakan disini makanya rencana saya akan bagi atas tiga posting yang disini akan saya mulai tentang pengalaman wisata kuliner disana, nantinya akan menyusul cerita tentang kehidupan masyarakat sana, dan terakhir tentang alam negeri tersebut tetutama cerita tentang pengalaman perjalanan ke kilometer 0, yaitu titik ujung paling barat negara ini.. hmm buanyaak amat. Emang..!! emang ga boleh hehehe..
Oke, saya akan mulai dari wisata kuliner. Ada banyak makanan dan tempat makanan yang enak di Banda Aceh, tapi kalau pengen di summarize, 2 hal yang jangan terlewatkan untuk dicoba disana adalah Mie Aceh dan kopi Aceh. Denger kata Aceh, ga afdhal kalau ga ngomongin dua ciri khas aceh tersebut. Karena alasan tersebut, pertama nginjakin kaki di Aceh, hal pertama yang ada dikapala adalah nyari tempat mie aceh paling terkenal di Banda Aceh sana dan untungnya teman kantor yang bareng dateng kesana adalah orang asli banda Aceh, jadi ga diragunakan dia adalah tour guide terbaik. Biar cerita ga muter kemana-mana, enakan saya list makanan dan tempat makan dan minum favorite yang wajib dikunjungi di Banda Aceh sana;
1. Mie Aceh - Razali
Mie Aceh sebenarnya mie biasa yang diolah bisa dalam bentuk mie rebus, mie goreng atau mie basah (mie goreng yang diguyur sedikit kuah). Yang bikin luar biasa adalah rasa mie-nya yang lebih gurih daripada mie yang ada dipasaran, gaa tau dikasi bumbu apa dalam pengolahannya sehingga rasanya lebih gurih. Selain itu, racikan kuah atau bumbu mie gorengnya yang sangat beraroma sehingga memancing selera. Di mie Razali dapat ditemukan beberapa rasa special seperti special kepiting, daging sama satu lagi apa yaaa saya lupa. Bumbu mie akan meresap kedalam kepiting atau daging sehingga rasanya, hmmm mak-nyos. Tidak seperti kepiting pada mie aceh yang dijumpai di jakarta, pada mie Razali ini, ukuran kepitingnya sangat besar, begitu juga dengan special daging sapi, daging yang di potong kecil-kecil seukuran permen berjumlah sangat buanyak, justru udah seperti rendang yang dikasi mie, bukan lagi sebagai komplimentari mie nya sendiri, saking banyaknya. Oo yaa mie Razali ini ada di jalan panglima Polim, kalau dari arah bandara, sampai di tunggu simpang lima, ambil belok ke kiri, kira-kira 500 meter dari situ.
2. Kopi Aceh - Ayah
Kopi aceh Ayah berada di daerah Ulee Kareng. Daerah Ulee kareng berada di pinggiran kota banda aceh arah ke Timur (kalau ga salah... kalau salah yaaa nyasar ^^). Ulee kareng adalah penghasil kopi aceh paling enak, orang Banda Aceh udah tau, kalau pengen nyari kopi aceh yang enak, yaaa ngopinya di ulee kareng. Kedai kopi Ayah, adalah kedai kopi paling rame di Ulee kareng, lokasinya dekat simpang tujuh, hihihi, banyak banget tu simpang, kalau di jakarta, pasti bakal mampet, macet-cet-cet, kalau punya simpang sebanyak itu. Tapi di Ulee Kareng, itu daerah kecil yang ga begitu rame. Ooo yaa ngomongin kopi yaa, kopi Ulee Kareng itu sendiri rasanya seperti salah satu kopi (black coffee) yang ada di Daily Bread bagi yang pernah ngopi di Daily Bread, cuma dengan rasa yang lebih pahit, tapi dengan aroma yang lebih harum. Biasanya selain kopi, mereka menghidangkan roti isi sarikaya, peyek kacang, atau makanan ringan lainnya sebagai teman minum kopi, menurut saya lebih untuk mengimbangi rasa kopi yang extra pahit. Walau mereka menyediakan gula, tapi tetap lebih enak dipertahankan rasa pahitnya, dan cukup makan makanan yang di hidangkan sebagai pengimbang rasanya. Selain rasa, kenapa kopi aceh sangat terkenal apalagi kalau diminum di aceh, itu lebih karena suasananya, karena orang aceh itu terkenal sangat suka nongkrong di kedai kopi. Detilnya saya akan cerita di posting yang berikutnya mengenai kehidupan orang aceh.
3. Nasi Gurih - Iskandar
Nasi gurih itu hampir sama dengan nasi udug nya orang aceh. Cuma dengan racikan santan yang lebih seidikit, tapi lebih kering, sehingga nasinya terasa lebih gurih, makanya disebut nasi gurih. Yang bikin enak adalah lauknya. Pada nasi gurih Iskandar ini, kita bisa pilih ayam rendang, atau telur ceplok. Saya sendiri waktu itu milih ayam rendang, hmmm rasa daging ayamnya sangat enak, bumbu rendangnya lebih smooth rasanya dibanding bumbu rendangnya padang menyebabkan rasa rendang dan aroma nasi gurihnya dapat dirasakan. Selain itu, juga diberi sedikit kari yang terdiri dari goreng sambel teri dan kacang tanah. Hmmm uewak buanget. Lokasi Nasi Gurih Iskandar tersebut dari bandara ketemu tugu simpang lima. ambil jalan lurus tapi yang sisi kanannya, karena lurusan ada 2, satu yang menuju masjid agung, naah pilih yang satu lagi. Kira-kira 500m dari simpang lima, sebelah kanan nantinya akan ketemu lapangan, naaah disitu pilih sisi lapangan yang paling ujung, nanti akan ketemu gerobak iskandar yang menjual nasi gurih dan nasi goreng, dan setau saya cuma jualan dari sore sampai malam hari.
4. Bebek gule
Salah satu masakan idola orang aceh adalah bebek. Dan saya recomment coba cicipi bebek gule yang ada di sisi timurnya masjid Baitul Rahman. Rasa bebeknya sangat gurih, aneka bumbunya tidak terlalu kentara seperti kebanyakan makanan khas aceh lainnya. Biasanya akan dihidang cuma satu piring nasi dan satu piring kecil bebek yang terdiri dari satu potong daging (bisa dada atau paha) dan satu ikatan yang terdiri dari jeroan, hati-ampla-usus dan lainnya Berhubung saya ga demen jeroan, dapat ditukar dengan satu potong daging lainnya.
5. Ayam tangkap
Ayam tangkap, atau dikenal juga istilah ayam sampah adalah ayam goreng yang ditaburi irisan beraneka daun-daunan dan cabe ijo. Saya sendiri ga begitu tau apa aja jenis daun-daunannya. Yang jelas ayamnya tersebut seolah-olah berada dalam tumpukan sampah makanya dipanggil ayam sampah. Ayamnya sendiri sepertinya juga dibumbui sebelum digoreng sehingga rasanya lebih gurih dan aroma bumbunya lebih enak. Saya lupa nama tempatnya, tapi yang jelas berada di pinggiran aceh arah timur.
6. Es Campur - Siang malam
Beda dengan es campur yang lazim kita temui disini, disana es campur merupakan paduan cendol, kacang ijo, kacang merah dan sedikit apa yaaa namanya, yang warnanya merah-merah itu, aaakh lupa.. trus dikasih santen dan gula merah. Jadi cendrung seperti es cendol yang dicampur kacang ijo dan kacang merah. Es campur siang malam dapat ditemui di depan masjid agung sisi utara.
7. Timun kerok
Kalau pengen juz, diaceh itu paling enak pilih juz timum yang dikerok. sangat cocok buat ngilangin haus, karena rasa mentimun serta air gulanya
Apa lagi yaa, saya siy nyoba juga udang tepung, nyam, udang tepung disana kalau dihidang dalam keadaan panas-panas sangat gurih. Selain itu juga nyoba kepiting gule, ukuran kepitingnya yang gede-gede dengan bumbu khas aceh juga oke buat dicoba. Lokasinya dapat dicoba di salah satu restoran di sisi selatan masjid agung, dekat lapangan.. gaa tau tuh lapangan apaan.
udaah akh, dah laper.. ooo yaa di Jakarta kalau pengen nyari makanan aceh yang lumayan enak, bisa ke Mutiah - Benhil. Kalau mau ditemanin, hayukk mampir aja ke kantor pas makan siang atau after office hour, nanti ditemanin.. tapi bayarin yaa ^^
Jangan lupa baca juga tulisan "Kenapa saya ga mau jadi bintang Tamu Wisata Kuliner" dari Adinoto, baca comment orang-orang dibawahnya, lucu-lucu juga.. ternyata Mac gig sama tidak seriusnya dengan OS Mac nya sendiri.. skem..skem..skem.. biar pada ikutan cinta Mac ^^
Oya ngomongin perjalanan terakhir ke tanah rencong sana, menimbulkan kesan dan pengalaman sendiri. Banyak sebenarnya yang ingin saya ceritakan disini makanya rencana saya akan bagi atas tiga posting yang disini akan saya mulai tentang pengalaman wisata kuliner disana, nantinya akan menyusul cerita tentang kehidupan masyarakat sana, dan terakhir tentang alam negeri tersebut tetutama cerita tentang pengalaman perjalanan ke kilometer 0, yaitu titik ujung paling barat negara ini.. hmm buanyaak amat. Emang..!! emang ga boleh hehehe..
Oke, saya akan mulai dari wisata kuliner. Ada banyak makanan dan tempat makanan yang enak di Banda Aceh, tapi kalau pengen di summarize, 2 hal yang jangan terlewatkan untuk dicoba disana adalah Mie Aceh dan kopi Aceh. Denger kata Aceh, ga afdhal kalau ga ngomongin dua ciri khas aceh tersebut. Karena alasan tersebut, pertama nginjakin kaki di Aceh, hal pertama yang ada dikapala adalah nyari tempat mie aceh paling terkenal di Banda Aceh sana dan untungnya teman kantor yang bareng dateng kesana adalah orang asli banda Aceh, jadi ga diragunakan dia adalah tour guide terbaik. Biar cerita ga muter kemana-mana, enakan saya list makanan dan tempat makan dan minum favorite yang wajib dikunjungi di Banda Aceh sana;
1. Mie Aceh - Razali
Mie Aceh sebenarnya mie biasa yang diolah bisa dalam bentuk mie rebus, mie goreng atau mie basah (mie goreng yang diguyur sedikit kuah). Yang bikin luar biasa adalah rasa mie-nya yang lebih gurih daripada mie yang ada dipasaran, gaa tau dikasi bumbu apa dalam pengolahannya sehingga rasanya lebih gurih. Selain itu, racikan kuah atau bumbu mie gorengnya yang sangat beraroma sehingga memancing selera. Di mie Razali dapat ditemukan beberapa rasa special seperti special kepiting, daging sama satu lagi apa yaaa saya lupa. Bumbu mie akan meresap kedalam kepiting atau daging sehingga rasanya, hmmm mak-nyos. Tidak seperti kepiting pada mie aceh yang dijumpai di jakarta, pada mie Razali ini, ukuran kepitingnya sangat besar, begitu juga dengan special daging sapi, daging yang di potong kecil-kecil seukuran permen berjumlah sangat buanyak, justru udah seperti rendang yang dikasi mie, bukan lagi sebagai komplimentari mie nya sendiri, saking banyaknya. Oo yaa mie Razali ini ada di jalan panglima Polim, kalau dari arah bandara, sampai di tunggu simpang lima, ambil belok ke kiri, kira-kira 500 meter dari situ.
2. Kopi Aceh - Ayah
Kopi aceh Ayah berada di daerah Ulee Kareng. Daerah Ulee kareng berada di pinggiran kota banda aceh arah ke Timur (kalau ga salah... kalau salah yaaa nyasar ^^). Ulee kareng adalah penghasil kopi aceh paling enak, orang Banda Aceh udah tau, kalau pengen nyari kopi aceh yang enak, yaaa ngopinya di ulee kareng. Kedai kopi Ayah, adalah kedai kopi paling rame di Ulee kareng, lokasinya dekat simpang tujuh, hihihi, banyak banget tu simpang, kalau di jakarta, pasti bakal mampet, macet-cet-cet, kalau punya simpang sebanyak itu. Tapi di Ulee Kareng, itu daerah kecil yang ga begitu rame. Ooo yaa ngomongin kopi yaa, kopi Ulee Kareng itu sendiri rasanya seperti salah satu kopi (black coffee) yang ada di Daily Bread bagi yang pernah ngopi di Daily Bread, cuma dengan rasa yang lebih pahit, tapi dengan aroma yang lebih harum. Biasanya selain kopi, mereka menghidangkan roti isi sarikaya, peyek kacang, atau makanan ringan lainnya sebagai teman minum kopi, menurut saya lebih untuk mengimbangi rasa kopi yang extra pahit. Walau mereka menyediakan gula, tapi tetap lebih enak dipertahankan rasa pahitnya, dan cukup makan makanan yang di hidangkan sebagai pengimbang rasanya. Selain rasa, kenapa kopi aceh sangat terkenal apalagi kalau diminum di aceh, itu lebih karena suasananya, karena orang aceh itu terkenal sangat suka nongkrong di kedai kopi. Detilnya saya akan cerita di posting yang berikutnya mengenai kehidupan orang aceh.
3. Nasi Gurih - Iskandar
Nasi gurih itu hampir sama dengan nasi udug nya orang aceh. Cuma dengan racikan santan yang lebih seidikit, tapi lebih kering, sehingga nasinya terasa lebih gurih, makanya disebut nasi gurih. Yang bikin enak adalah lauknya. Pada nasi gurih Iskandar ini, kita bisa pilih ayam rendang, atau telur ceplok. Saya sendiri waktu itu milih ayam rendang, hmmm rasa daging ayamnya sangat enak, bumbu rendangnya lebih smooth rasanya dibanding bumbu rendangnya padang menyebabkan rasa rendang dan aroma nasi gurihnya dapat dirasakan. Selain itu, juga diberi sedikit kari yang terdiri dari goreng sambel teri dan kacang tanah. Hmmm uewak buanget. Lokasi Nasi Gurih Iskandar tersebut dari bandara ketemu tugu simpang lima. ambil jalan lurus tapi yang sisi kanannya, karena lurusan ada 2, satu yang menuju masjid agung, naah pilih yang satu lagi. Kira-kira 500m dari simpang lima, sebelah kanan nantinya akan ketemu lapangan, naaah disitu pilih sisi lapangan yang paling ujung, nanti akan ketemu gerobak iskandar yang menjual nasi gurih dan nasi goreng, dan setau saya cuma jualan dari sore sampai malam hari.
4. Bebek gule
Salah satu masakan idola orang aceh adalah bebek. Dan saya recomment coba cicipi bebek gule yang ada di sisi timurnya masjid Baitul Rahman. Rasa bebeknya sangat gurih, aneka bumbunya tidak terlalu kentara seperti kebanyakan makanan khas aceh lainnya. Biasanya akan dihidang cuma satu piring nasi dan satu piring kecil bebek yang terdiri dari satu potong daging (bisa dada atau paha) dan satu ikatan yang terdiri dari jeroan, hati-ampla-usus dan lainnya Berhubung saya ga demen jeroan, dapat ditukar dengan satu potong daging lainnya.
5. Ayam tangkap
Ayam tangkap, atau dikenal juga istilah ayam sampah adalah ayam goreng yang ditaburi irisan beraneka daun-daunan dan cabe ijo. Saya sendiri ga begitu tau apa aja jenis daun-daunannya. Yang jelas ayamnya tersebut seolah-olah berada dalam tumpukan sampah makanya dipanggil ayam sampah. Ayamnya sendiri sepertinya juga dibumbui sebelum digoreng sehingga rasanya lebih gurih dan aroma bumbunya lebih enak. Saya lupa nama tempatnya, tapi yang jelas berada di pinggiran aceh arah timur.
6. Es Campur - Siang malam
Beda dengan es campur yang lazim kita temui disini, disana es campur merupakan paduan cendol, kacang ijo, kacang merah dan sedikit apa yaaa namanya, yang warnanya merah-merah itu, aaakh lupa.. trus dikasih santen dan gula merah. Jadi cendrung seperti es cendol yang dicampur kacang ijo dan kacang merah. Es campur siang malam dapat ditemui di depan masjid agung sisi utara.
7. Timun kerok
Kalau pengen juz, diaceh itu paling enak pilih juz timum yang dikerok. sangat cocok buat ngilangin haus, karena rasa mentimun serta air gulanya
Apa lagi yaa, saya siy nyoba juga udang tepung, nyam, udang tepung disana kalau dihidang dalam keadaan panas-panas sangat gurih. Selain itu juga nyoba kepiting gule, ukuran kepitingnya yang gede-gede dengan bumbu khas aceh juga oke buat dicoba. Lokasinya dapat dicoba di salah satu restoran di sisi selatan masjid agung, dekat lapangan.. gaa tau tuh lapangan apaan.
udaah akh, dah laper.. ooo yaa di Jakarta kalau pengen nyari makanan aceh yang lumayan enak, bisa ke Mutiah - Benhil. Kalau mau ditemanin, hayukk mampir aja ke kantor pas makan siang atau after office hour, nanti ditemanin.. tapi bayarin yaa ^^
Jangan lupa baca juga tulisan "Kenapa saya ga mau jadi bintang Tamu Wisata Kuliner" dari Adinoto, baca comment orang-orang dibawahnya, lucu-lucu juga.. ternyata Mac gig sama tidak seriusnya dengan OS Mac nya sendiri.. skem..skem..skem.. biar pada ikutan cinta Mac ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)