Thursday, October 11, 2007

Fitri yang melow

Bagi yang mengikuti serial Friend hingga episode terakhir, di bagian paling akhir terdapat moment mengharukan yaitu ketika masing-masing mereka meninggalkan kunci apartement, sebagai simbol akhir dari suatu kenangan, kunci dari apartment yang selama ini menyimpan berjuta kenangan sedih, lucu dan bahagia, kini tidak akan dibuka kembali. Penggambaran yang sangat indah akan akhir suatu cerita.

Keharuan yang sama saya rasakan sore ini ketika meninggalkan kantor. Pojokan lantai 3 yang diisi para satpam IT seharian ini sangat rame, lebih rame dari hari-hari sebelumnya yang memang sudah rame, mungkin karena suasana libur yang sangat terasa, sehingga nuansa kerja menjadi hilang. Suasana hati yang dari kemarin tidak enak, tiba-tiba hari ini ceria, lupa akan semua yang menjadi penyebab kegundahan, semua hilang oleh suasana ceria hari ini. Hilang oleh yang namanya game Zuma. Game yang hari ini membuat kita-kita melupakan pekerjaan rutin, game klasik tapi ntah kenapa menjadi permainan yang mengasyikkan hari ini. Saling ledek dan menggoda akan pencapaian score game diantara kita-kita, menjadi hiburan tersendiri, diluar game nya yang juga menghibur. Saking asyiknya, sampai lewat jam pulang, teman-teman masih pada betah duduk dikubikal masing-masing memainkan game ini.

Bagitulah, sampai akhirnya satu per satu teman-teman mulai pamitan pulang, saling bermaaf-maafan dan berkirim salam untuk keluarga dikampung bagi mereka yang mau mudik. Ruangan yang seharian rame, tiba-tiba berangsur sepi, dan akhirnya tinggal saya sendiri. Akhirnya saya pun ikut beres-beres, bersiap pulang. Disaat itulah rasa haru tersebut muncul, ketika saat menatap ruangan yang tadi rame kini kosong, dan terakhir ketika mematikan komputer yang mungkin telah berbulan-bulan tidak pernah mati, seperti jadi penutup untuk saya meninggalkan ruangan kantor, seperti moment ketika para anggota friend menaruh kunci dan meninggalkan ruangan kosong penuh kenangan dibelakangan.

Selamat lebaran teman-teman, selamat menggapai hari kemenangan dengan kebahagiaan, insyaallah atas ijin-Nya kita akan kembali membuat kehebohan di pojok lantai 3 10 hari yang akan datang.. miss u all ^^

Tuesday, October 09, 2007

THROUGH THE FIRE

Chaka Khan

I look in your eyes and I can see
We've loved so dangerously
You're not trusting your heart to anyone
You tell me you're gonna play it smart
We're through before we start
But I believe that we've only just begun

When it's this good, there's no saying no
I want you so, I'm ready to go

[Chorus:]
Through the fire
To the limit, to the wall
For a chance to be with you
I'd gladly risk it all
Through the fire
Through whatever, come what may
For a chance at loving you
I'd take it all the way
Right down to the wire
Even through the fire

I know you're afraid of what you feel
You still need time to heal
And I can help if you'll only let me try
You touch me and something in me knew
What I could have with you
Well I'm not ready to kiss that dream goodbye

When it's this sweet, there's no saying no
I need you so, I'm ready to go

[Chorus]

Through the test of time

[Chorus]

Through the fire, to the limit
Through the fire, through whatever
Through the fire, to the limit
Through the fire, through whatever


Brani..?? ^^

Sunday, October 07, 2007

Real Battle

Lebaran tinggal menghitung hari, hari ini mungkin bakal menjadi hari terakhir buat menyiapkan segala sesuatu. Mereka yang mau mudik, hari ini kesempatan tarakhir blanja-blanja, nyari oleh-oleh buat keluarga di kampung sana. Bagi mereka yang mudik dengan kendaraan sendiri, hari ini semua checklist harus sudah di centang pertanda semuanya oke mulai dari mobil, rute yang akan dilalui, bekal dijalan, oleh-oleh, pakaian pas lebaran kelak dan tentu yang tidak boleh lupa kesiapan fisik sendiri selama perjalanan. Buat yang megang kemudi dibelakang stir, pastikan betul bahwa anda dalam kondisi fisik terbaik karena beberapa orang disamping dan dibelakang anda sangat menggantungkan keselamatannya kepada anda. Khusus buat teman-teman yang mau mudik ke Jawa, boleh dong kapan-kapan ikutan mudik ke Jawa, pengen merasakan juga suasana perjalanan dan lebaran disana, sepertinya bakal memberi suatu nuansa dan pengalaman tersendiri ^^

Ngomongin lebaran, bagi sebagian orang menganggap ini hari kemenangan. Saya sering lupa makna menang disini, kalau tidak salah siy karena telah melewati ujian berat yang namanya puasa, dan untuk itu harus dirayakan karena telah lulus dengan hadiah kembali fitri, semoga yaaa pada kembali fitri. Puasa yang hanya tersisa maksimal 6 hari lagi jika sesuai dengan kalender lebaran pemerintah moga dapat dijadikan hari review, apa kita benar-benar pantas menyambut hari fitri, apakah benar puasa kali ini telah membawa kita kembali ke fitrah.

Kembali ngomongin lebaran, bagi saya pribadi lebaran kali ini tidak jauh beda dengan lebaran sebelumnya, mudik dan jumpa kangen dengan nenek dan ortu. Bedanya, kalau dulu lebaran cuma buat mereka, kali ini mudik juga untuk teman yang kebetulan mau married di Bukittinggi sana, teman yang sudah 12 tahun lebih satu kontrakan. Bedanya lagi, kalau orang-orang pada nyiapin baju buat lebaran, lebaran kali ini saya bawa 'rompi', 'rompi' yang terbuat dari beribu alasan karena bakal banyak serangan, tekanan, apalagi kalau bukan nanyain masalah status, hik..hik..hik.. kasian yaa (huss..., pasti ada yang mau nyela dengan comment 'ga kasian' ;)). Kalau lebaran tahun lalu saya masih bisa berkelit, tahun ini sepertinya tidak ada lagi alasan untuk berkelit. Semuanya seperti telah menjadi hitam putih, iya atau tidak, dah ada apa blum, boleh dan tidak boleh. Walau saat ini saya punya beberapa opsi jawaban, tapi semuanya sulit, semuanya tidak sehitam-putih pertanyaannya.

Pusyiing, ketika semua orang mulai tersenyum menyambut hari kemenangan, saya justru lagi nyusun barisan buat memasuki medan peperangan sesungguhnya, real battle. Wish me luck pren..
ada yang mau bantuin, i'm alone now hik..hik..hik.. ^^

Wednesday, October 03, 2007

Ingatkan jika salah

Lagi-lagi ngomongin masalah nikah (emang sebelumnya pernah dibahas ga yaaa masalah nikah, lupa ding ^^). Oo iya, ngomongin masalah nikah, seorang teman nasihatin saya kemaren di ym, bilangnya 'yang penting priority cari yang saleha'. Kata-kata itu mengingatkan saya pada obrolan dengan teman lainnya yang kebetulan mau nikah, dia mengakui bahwa untuk nyari yang namanya istri dia cendrung nyari yang 'save'. Konotasi save disini tidak jauh beda dengan nasehat teman di ym diatas yaitu yang shaleh.

Saya jadi mikir, jadi bagaimana dengan yang tidak shaleh? Oo yaa mungkin orang-orang berpijak pada Al-Qur'an surat An-nisa' : 26

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…"


atau mungkin pada hadist Nabi saw

"Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka (kembali kepada fitrah atau beruntung)."


Ada dua hal yang saya sorotin dari Ayat maupun hadist diatas;
- Masalah kriteria keji dan baik dari ayat diatas. Siapa yang bisa memberi judgement seorang wanita atau laki-laki itu keji atau baik. Ada kecendrungan yang saya tangkap selama ini orang mendifinisikan sendiri baik dan keji dan kemudian membandingkan dengan dirinya, ooo si ini orangnya ga baik ga pantes buat saya, dan si itu anaknya baik, brarti pantes buat saya. Definisi baik adalah dari kacamata sendiri atau pendapat umum dan tidak pernah menggali sendiri apakah benar-benar seseorang itu sebaik atau seburuk yang dibayangkan. Parah lagi rata-rata kita berpijak bahwa diri kita sendiri adalah orang baik-baik, sehingga yang pantes buat kita juga harus yang baik-baik.

- Masalah memilih berdasarkan agamanya pada hadist diatas, ini mungkin sesuai dengan pengertian teman diatas, kata save berkaitan dengan agama dan akhlaknya yang bagus. Pertanyaan saya adalah bagaimana dengen mereka yang tidak memiliki akhlak yang tidak baik, apakah tidak pantas untuk kita?

Saya cukup terganggu dengan kedua pendapat diatas, sayang saat ini saya tidak lagi memegang tafsir Al-Misbah nya Quraish Shihab, jadi tidak mengetahui hal yang melatarbelakangi adanya ayat diatas dan sayapun tidak mendapatkan referensi di internet tentang asal-muasal hadist diatas. Pendapat pribadi saya mengenai kedua hal diatas adalah sebagai berikut;
- Masalah kriteria keji dan baik, menurut saya tidak mengacu kepada object siapa itu wanita atau laki-laki, tapi menurut saya adalah kajian untuk diri sendiri. Kita melihat tidak ke orang lain tapi menengok ke diri sendiri. Apakah kita benar-benar telah menjadi orang yang baik. Apakah kita telah menjadi hamba yang rajin beribadah, apakah kita benar-benar seseorang berakhlak yang baik, apakah hati kita benar-benar telah bersih dari semua penyakit hati. Goal-nya, kalau kita bisa mencapai, atau minimal menuju ke tahap perbaikan diri untuk hal-hal tersebut insyaallah kita dijanjikan pendamping yang juga baik menurut pilihan-Nya. Kembali, itu bukan melihat ke diri orang lain tapi adalah semacam cermin diri, introspeksi diri. Jangan berhenti untuk menjadi lebih baik kalau ingin mendapatkan yang terbaik ^^

- Masalah hadist 'memilih agamanya', menurut saya itu adalah masalah pilihan terbaik jika kita memiliki suatu rasa ragu akan 4 kriteria yang ada. Tapi kadang kita memiliki niat yang berbeda-beda dan menurut saya tiga kriteria lainnya juga boleh menjadi opsi pilihan asalkan niat tersebut lillahi ta'ala, berdasarkan tujuan yang mulia. Kalau ga salah dulu ada kisah seseorang menikah dengan alasan mengejar derajat kebangsawanan untuk tujuan untuk mempermudah penyebaran agama Islam, bukankah pilihan tersebut jauh lebih mulia daripada sekedar mendapatkan seseorang yang shaleh untuk memperkaya amalan sendiri sementara orang disekililing masih bergelut dengan dosa. Satu lagi, kalau semua yang baik agamanya untuk orang yang baik juga, bagaimana dengan mereka yang agamanya tidak baik? Akankah lebih mulia kalau kita memilih seseorang untuk menyempurnakan agamanya. Sering saya baca hadist ini diangkat untuk menunjukkan bahwa nobody perfect maka dianjurkan untuk milih yang agamanya lebih baik. Kenapa tidak kita coba balikkan, kalau memang tidak ada yang perfect, kenapa kita tidak memilih mereka yang agamanya belum sempurna untuk kita coba sempurnakan dan dengan niat seperti itu kita juga mungkin akan diberikan seseorang yang akan menyempurnakan agama kita, karena jika kita sendiri bilang nobody perfect berarti kita juga tidak sempurna dan dengan itu disempurnakan agama kita, Wallahu'alam.. mohon ingatkan jika pendapat diatas salah ^^