Konsisten
Masih ingat blog saya sebelumnya yang berisi kutipan beberapa cerita dari buku Canda ala Sufi Nashruddin Hoja. Kalau gak ingat, kelewatan.. :). Ok, salah satu tulisan itu bercerita, suatu saat Nasruddin ditanya berapa umurnya, dan Nashruddin menjawab 40 tahun. Orang yang nanya protes kok 40 tahun, bukannya lebih, karena beberapa tahun sebelumnya ketika ditanya, Nashruddin juga menjawab 40 tahun. mendengar prote tersebut, Nasruddin dengan enteng menjawab, 'karena saya konsisten'.
Tulisan yang terkesan enteng dan cuma buat lucu-lucuan ini, menurut saya punya makna yang dalam, maklum saja yang nulisnya sufi gak mungkin nulis sesuatu yang tidak punya makna. Saya sendiri menangkap makna dari tulisan tersebut adalah Nashruddin ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya umur tidak dapat dijadikan patokan akan kesalihan, amalan dan kaitannya dengan kematian. Sepertinya di masyarakat telah lumrah menganggap bahwa bertambahnya umur semakin mendekatkan kita dengan kematian, dan semakin pendek waktu bagi kita untuk melengkapi ibadah. Disini sang sufi ingin membalikkan, bahwa sesungguhnya umur tidak ada kaitan dengan semua itu. Bukankah yang namanya kematian bisa datang kapanpun, gak harus menunggu tua. Untuk itu kesiapan untuk memperbanyak ibadah juga tidak harus menunggu tua, dan tidak harus menghitung-hitung sisa usia, kapanpun kita akan di panggil. Saya yang lagi nulis blog ini, bisa aja gagal menyelesaikan blog ini jika tiba-tiba 'dipanggil'. Lagi, kalau pernah baca blog saya sebelumnya dengan judul 'Pulang' sepertinya pas banget dengan tulisan ini tentang kesiapan kita dipanggil kapanpun.
Naah, kenapa saya jadi keingat tulisan Nashruddin Hoja diatas, hal ini berkaitan dengan masalah pencantuman umur di friendster ketika usia saya kata orang-orang bertambah disaat tujuhbelasan kemaren (padahal gak perlu 17-an, tiap saat umur saya bertambah kok..! :P). Bukan rahasia lagi, nyebutin umur apalagi yang udah bangkotan kayak saya ini di friendster adalah hal yang sensi hehehe, tadinya saya mau nulis 27. Kenapa angka 27..? perhitungan umur seperti ini sebenarnya telah berjalan sejak saya berusia diatas 30 (hil..hiik.. emang udah bangkotan yaaa haaaaaa...mbebes mili..3x :)), angka 30 adalah puncak dari usia saya, setelah itu usia saya akan berjalan surut, karena saya waktu itu ingin menjadikan tolak ukur, berapa sisa usia yang masih saya punya didunia ini. Bukankah siklus hidup itu memang ada puncaknya, mulai dari bayi, anak-anak, dewasa, tua. Masa tua sebenarnya masa seperti kita balik ke kanak-kanakan, dan semakin mendekati kematian (normal), kita akan kembali seperti bayi, ketergantungan kepada orang lain, tidak bisa jalan, dan tidak jarang pikun dan bukankah itu sudah seperti kembali menjadi bayi. Makanya waktu itu saya berpikir, 30 adalah puncak usia, dan setelah itu akan kembali surut, dan 'mungkin' back to zero at 60, wallahu'alam. Tapi setelah merenungkan makna tulisan Nashruddin Hoja diatas, saya tidak lagi mempermasalahkan umur, yang penting apa yang bisa kita lakukan 'saat ini' untuk bekal kelak. Umur it's doesn't matter (halah sok inggris, emang tau artinya kata Tukul ^_^). Sekalian di blog ini saya tetapkan untuk saat ini dan seterusnya umur saya 27 tahun, karena saya konsisten. halah ^_^
Saturday, August 18, 2007
Wednesday, August 15, 2007
Message In a Bottle
Pernah dengar lagu Message in a bottle nya Sting? Lagu itu menceritakan seseorang yang terdampar di suatu pulau di tengah lautan, mencoba mengirimkan pesan melalui sebuah botol dengan harapan dunia menyelamatkannya. Setelah beberapa tahun, pada suatu pagi orang tersebut menerima banyak sekali botol-botol berisi pesan yang sama, SOS.
Message yang saya tangkap dari lagu ini adalah tentang kesendirian, setiap orang merasa terasing sehingga mencoba mengirimkan pesan pada dunia untuk menyelamatkannya, tapi ternyata dia berada pada dunia yang orang-orangnya juga mengalami hal yang sama, loneliness. Saat ini saya merasa berada dalam dunia seperti itu, saya merasa saya dan orang-orang sekitar saya saat ini berada dalam kesendirian dan dalam bentuk berbeda-beda mencoba mengirimkan pesan SOS, tapi sayangnya semua orang melakukan hal yang sama, sehingga tidak ada yang menolong karena semuanya berharap ditolong.
Untuk itu yang perlu dilakukan adalah lebih membuka mata lebar-lebar, berharap dapat melihat orang lain di pulau terdekat yang mungkin sejak lama melihat ke arah anda..
I hope that someone gets my message in a bottle.
(I think i have send too many message in a bottle, but still, no one gets mine.. abis botolnya di labelin siy, kepada titik..titik..titik.., coba kalau gak dilabelin, pasti udah banyak yang nolongin, dan jangan-jangan tulisan ini juga ada labelnya hehehe.., tau aja..! ^_^)
wrote at 1:54 AM, when waking up is hard to do and sleeping is impossible too
Pernah dengar lagu Message in a bottle nya Sting? Lagu itu menceritakan seseorang yang terdampar di suatu pulau di tengah lautan, mencoba mengirimkan pesan melalui sebuah botol dengan harapan dunia menyelamatkannya. Setelah beberapa tahun, pada suatu pagi orang tersebut menerima banyak sekali botol-botol berisi pesan yang sama, SOS.
Message yang saya tangkap dari lagu ini adalah tentang kesendirian, setiap orang merasa terasing sehingga mencoba mengirimkan pesan pada dunia untuk menyelamatkannya, tapi ternyata dia berada pada dunia yang orang-orangnya juga mengalami hal yang sama, loneliness. Saat ini saya merasa berada dalam dunia seperti itu, saya merasa saya dan orang-orang sekitar saya saat ini berada dalam kesendirian dan dalam bentuk berbeda-beda mencoba mengirimkan pesan SOS, tapi sayangnya semua orang melakukan hal yang sama, sehingga tidak ada yang menolong karena semuanya berharap ditolong.
Untuk itu yang perlu dilakukan adalah lebih membuka mata lebar-lebar, berharap dapat melihat orang lain di pulau terdekat yang mungkin sejak lama melihat ke arah anda..
I hope that someone gets my message in a bottle.
(I think i have send too many message in a bottle, but still, no one gets mine.. abis botolnya di labelin siy, kepada titik..titik..titik.., coba kalau gak dilabelin, pasti udah banyak yang nolongin, dan jangan-jangan tulisan ini juga ada labelnya hehehe.., tau aja..! ^_^)
wrote at 1:54 AM, when waking up is hard to do and sleeping is impossible too
Tuesday, August 07, 2007
Mbrebes mili
Lagi.. barusan saya kebangun oleh mimpi aneh dimana dalam mimpi tersebut saya sedang berusaha menghindari seekor laba-laba besar mencoba melompat ke arah wajah saya, secara reflek saya menghindar, disaat yang sama saya kebangun dalam posisi lagi terkaget menggoyangkan kepala seolah-olah sedang menghidar dari laba-laba. Ini bukan mimpi yang pertama, tapi entah yang keberapa, karena itu saya merasa ada yang aneh dirumah ini, saya selalu mengalami mimpi buruk yaa ketemu macem-macem kayak tadi laba-laba, ular, dan sempat juga ketemu nenek-nenek berbaju putih yang biasanya membuat saya terperanjak bangun, dan itu berlangsung dalam 10-30 menit setelah gw tertidur. Jangan-jangan ini rumah ada...!! hiiiiii.
Karena udah gak bisa tidur, saya coba buat tulisan ini, lumayan nunggu mata ngantuk kembali.
Mbrebes mili, salah satu kosa kata jawa yang saya dapat baru-baru ini. Berawal dari seorang teman kantor, my little girl dikantor (karena paling muda diantara kita-kita) yang digodain mulu sama teman, lama-lama matanya berkaca-kaca, akhirnya, bocor deh..
Mbrebes, saya termasuk orang yang mungkin sering banget mbrebes. Dari dulu saya adalah orang yang mudah sekali tersentuh dan biasanya mata saya berkaca-kaca, mbrebes, alhamdulillah. Kok bersyukur, bukannya sebagian orang beranggapan itu tipe cowok cengeng. Bagi saya gak, itu bukan cengeng, tapi itu wujud mengasah rasa. Hari ini berapa kali saya berkaca-kaca, pertama ketika bertemu teman saya yang bokapnya baru mengalami pendarahan di otaknya karena stroke. Yang bikin saya mbrebes bukan karena kondisi bokapnya tapi karena melihat wajah teman saya yang tadinya seorang yang sangat confidence, tenang, tapi tadi seperti hopeless. Betapa kejadian ini begitu memukul mentalnya, bokap yang benar-benar dicintai, walaupun dokter memberi harapan akan kesembuhannya, tetap saja ada rasa khawatir yang mendalam akan kemungkinan kehilangan orang yang dicintai dan mungkin jadi panutan dalam hidupnya. Moga bokap loe bisa sembuh my friend.
Mbrebes kedua ketika teman saya yang lain bercerita, lagi-lagi ada kaitannya dengan teman yang tadi saya ceritain, yaitu bagaimana orangtuanya ketika menjelang ajal menjemput. Teman tadi bercerita bahwa dia baru sadar setelah bokapnya meninggal, ternyata hari-hari menjelang 'kepergiaannya' beliau seperti mencoba melakukan napak tilas kehidupannya, mulai keinginan ke pulang ke kampung halamannya ke Jogja melalui jalan darat, berkunjung ke tempat-tempat yang pernah mengisi sejarah hidupnya, sampai kemudian sakit di jogja dan ingin pulang, yang ternyata makna pulang tersebut bukan kembali ke jakarta tapi pulang ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Yang bikin semakin berkaca-kaca adalah bagaimana orangnya menjelang hari-hari kematiannya berucap bahwa dia ingin pulang ke rumah yang di lihat banyak rumput hijau, dan ternyata ketika proses pemakamannya teman tersebut baru sadar bahwa lokasi kuburan bokapnya itu penuh dengan rumput hijau, na'uzubillah min zaliq. Suatu proses kematian yang sepertinya sangat indah, dimana sepertinya tidak ada border, pembatas antara kehidupan dunia dengan dunia berikutnya, semuanya terpampang dengan jelas dan kehidupan berikutnya tersebut diperlihatkan dengan gamblang oleh malaikat berupa suatu tempat kembali yang indah. Disana saya benar-benar berkaca-kaca, berdo'a dalam hati moga-moga kelak juga mengalami hal yang sama, amin.
Itulah beberapa contoh, kenapa saya sangat mudah mbrebes walau gak sampai mili. Tidak ada salahnya berkaca-kaca, tidak ada salahnya menangis demi suatu yang membawa kepada kebaikan. Bukannya Rasulullah saw dan para sahabat adalah mereka yang berhati teguh tapi tetap mudah menitikkan air mata jika teringat amalan-amalan dan hari akhir atau melihat suatu yang menyentuh perasaan. wallahu'alam.
Wednesday, August 01, 2007
Ordinary People
(John Legend)
Moga-moga gw bisa sesabar ini kelak ^_*
Girl im in love with you
This ain't the honeymoon
Past the infatuation phase
Right in the thick of love
At times we get sick of love
It seems like we argue everyday
I know i misbehaved
And you made your mistakes
And we both still got room left to grow
And though love sometimes hurts
I still put you first
And we'll make this thing work
But I think we should take it slow
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow
This ain't a movie no
No fairy tale conclusion ya'll
It gets more confusing everyday
Sometimes it's heaven sent
Then we head back to hell again
We kiss then we make up on the way
I hang up you call
We rise and we fall
And we feel like just walking away
As our love advances
We take second chances
Though it's not a fantasy
I Still want you to stay
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow
Take it slow
Maybe we'll live and learn
Maybe we'll crash and burn
Maybe you'll stay, maybe you'll leave,
maybe you'll return
Maybe another fight
Maybe we won't survive
But maybe we'll grow
We never know baby youuuu and I
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Heyyy)
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow
(John Legend)
Moga-moga gw bisa sesabar ini kelak ^_*
Girl im in love with you
This ain't the honeymoon
Past the infatuation phase
Right in the thick of love
At times we get sick of love
It seems like we argue everyday
I know i misbehaved
And you made your mistakes
And we both still got room left to grow
And though love sometimes hurts
I still put you first
And we'll make this thing work
But I think we should take it slow
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow
This ain't a movie no
No fairy tale conclusion ya'll
It gets more confusing everyday
Sometimes it's heaven sent
Then we head back to hell again
We kiss then we make up on the way
I hang up you call
We rise and we fall
And we feel like just walking away
As our love advances
We take second chances
Though it's not a fantasy
I Still want you to stay
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow
Take it slow
Maybe we'll live and learn
Maybe we'll crash and burn
Maybe you'll stay, maybe you'll leave,
maybe you'll return
Maybe another fight
Maybe we won't survive
But maybe we'll grow
We never know baby youuuu and I
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Heyyy)
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow
Subscribe to:
Posts (Atom)