Wednesday, May 16, 2007

Umur Nasrudin

"Berapa umurmu, Nasrudin ?"

"Empat puluh tahun."

"Tapi beberapa tahun yang lalu, kau menyebut angka yang sama."

"Aku konsisten."


(dasar, sufi edan.. ^_^)

Sunday, May 06, 2007

I Can't Read You

I'm never shy but this is different
I can't explain the way I'm feeling tonight
I'm losing control of my heart
Tell me what can I do to make you happy
Nothing I ever say seems to come out right
I'm losing control of my heart

And I wish that I could be
Another better part of me
Can't hear what your thinking
Maybe if I just let go
you'd open up your heart

But I can't read you
I wish I knew what's going through your mind
Can't touch you, your heart defending I get left behind
I can't reach you
I wish I knew what's going through your mind
Can't touch you, your heart protecting I get left behind
No no no no no
No no no no no

I like you so much I'm acting stupid
I can't play the game I'm all intense and alive
I'm losing control of my heart
I'm not supposed to be this nervous
I should play my hand all cool and calm
I can't breathe
I'm losing control of my heart

And I wish that I could see
The other better parts of me
Feel this fire I'm feeling
Then you'd see me in control
And baby then you'd know

But I can't read you
I wish I knew what's going through your mind
Can't touch you, your heart defending I get left behind
I can't reach you
I wish I knew what's going through your mind
Can't touch you, your heart protecting I get left behind
No no no no no
Interest

Tadi sore saya dikenalkan dengan seorang Account Manager (AM) baru dari salah satu rekanan perusahaan tempat saya bekerja. Sebagai orang yang baru kenal, biasa kita saling berbagi cerita, dari yang serius soal kerjaan sampai ke hal-hal kecil seperti pengalaman saya ketika perjalanan dinas ke Bangkok. Saya bercerita bahwa bagi saya Bangkok tidaklah semenarik cerita orang-orang atau iklan pariwisata mereka yang ada di tv, tapi ternyata dari AM yang baru saya kenal tersebut, Bangkok merupakan kota yang menarik. Banyak hal-hal yang menarik bagi dia seperti jual beli di perahu, pasar tradisional dan makanan yang enak-enak. Saya jadi berpikir, apa yang menarik dengan pasar tradisional atau makanan yang enak-enak. Di daerah asal saya di bukittinggi sana kedua hal tersebut dengan gampang ditemui, jadi apa menariknya?

Saya jadi teringat cerita seorang teman, ketika dia ditugaskan dengan teman kantornya ke daerah sumatera utara, ketika melewati suatu area persawahan di sana, temannya teman saya ini minta berhenti dan di foto di dekat padi-padi yang sudah menguning. Katanya selama ini dia belum pernah ketemu sawah, dan pengalaman ketemu padi yang menguning tersebut suatu pengalaman sangat mengesankan bagi dia. Bagi saya dan teman saya (kebetulan teman sama-sama dari Bukittinggi), kita punya komentar yang sama, apa menariknya?

Bagi saya, kota yang menarik itu Singapore, perjalanan ke singapore selalu menyisakan pengalaman yang menarik. Kesibukan dan keteraturan kotanya adalah hal menarik bagi saya. Tapi hal sebaliknya justru saya sering denger dari orang Singapore sendiri, bagi mereka jakarta lebih menarik, kota ini kata mereka lebih dinamis jutru karena tidak terlalu banyak aturan seperti di singapore.

Ngomongin masalah pendamping hidup, saya juga sering berbeda pendapat dengan teman tadi, dari pengalaman dia lebih gampang dapatin teman ce berbeda daerah, sementara kalau yang satu daerah kata dia, dia agak susah nyambung, sehingga buat pendamping dia justru terobsesi buat dapatin orang yang satu daerah, karena menurut dia susah dapatinnya. Hal sebaliknya berlaku bagi saya sehingga kita punya target yang bertolak belakang.

Saya jadi teringat sebuah kisah dalam buku Canda ala Sufi karangan Nashruddin Hoja, dikisahkan seorang bertanya kepada Nashruddin, jika dia disuruh memilih antara kebijakan dengan harta, mana yang Nashruddin mau pilih. Nashruddin menjawab dia akan memilih harta. Orang yang bertanya heran, Nashruddin yang selama ini dia kenal sebagai seorang yang bijak kenapa lebih memilih harta daripada kebijakan. Ketika ditanya alasannya Nashruddin berkata, bahwa dia tidak butuh lagi kebijakan karena dia telah memilikinya, tapi kalau harta dia belum punya.

Hikmah yang ingin disampaikan oleh kisah Nashruddin diatas adalah, sesungguhnya manusia akan lebih cendrung memilih sesuatu yang belum dia miliki, coba menggapai sesuatu yang sulit di raih, mencari suatu yang belum pernah ditemui. Itu semua manusiawi, sesuatu yang menarik bagi sebagian orang belum tentu menarik bagi yang lainnya hanya karena dia telah memiliki, wallahu'alam :)
Pujian

Seorang teman sempat mengingatkan saya ketika saya memberikan pujian pada seseorang lewat sebuah forum. Teman tersebut mengatakan, apakah saya yakin bahwa orang yang saya puji memang seperti pujian yang saya tulis di forum tersebut.

Ucapan teman tersebut menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini perihal motif seseorang melemparkan kata pujian. Dalam banyak hal, suatu pujian merupakan ungkapan yang ikhlas, ekspresi penghormatan terhadap orang lain. Hal ini sangat alamiah, banyak orang justru tidak bisa menahan diri untuk mengungkapkan penghargaannya atas apa yang dilihat atau dirasakan dari orang lain, yaa karakter, tindakan, bentuk fisik, bahkan terhadap hal-hal yang spesifik sekalipun seperti pujian akan senyum seseorang.

Pada kasus yang menjadi sorotan teman diatas, saya cendrung menggambarkan pujian tersebut adalah merupakan suatu pengharapan, terlepas dari kenyataan apa yang saya puji adalah suatu yang benar adanya ataupun tidak, saya berharap orang yang saya puji bisa seperti yang saya ucapkan. Disini pujian seperti sebagai sebuah do'a, dan biasanya yang memuji akan menggambarkan suatu yang ideal yang ada pada object yang di puji. Pujian ini akan bernilai positif, jika object yang di puji yang ternyata tidak seperti yang dipujikan, mencoba memperbaiki diri, membuktikan dirinya adalah seperti yang dipujikan.

Dalam hal strategi, pujian kadang bermata dua, ungkapan pujian terkadang sengaja dibuat agar object yang dipuji merasa tersanjung dan lupa diri. Terkadang disini pujian juga bertujuan untuk melihat respon orang yang di puji, apakah orang tersebut memiliki karakter sebagai orang yang gila akan pujian sehingga dapat dimanfaatkan. Banyak orang menggunakan strategi ini untuk menguasai dan mengendalikan orang lain. Pujian yang tidak ikhlas adalah seburuk-buruknya pujian :)