Sunday, May 06, 2007

Pulang

Kematian bisa datang kapan saja, masalahnya adalah bagaimana kita mempersiapkan diri menerimanya. Apa yang terjadi sesaat ketika roh berpisah dari jasad, merupakan tanda tanya besar. Tidak ada satu orang pun yang dapat mendiskripsikan apa yang dialaminya saat ketika rohnya diangkat.

Saya percaya, membayangkan saat menjelang kematian dapat menjadi tolak ukur apa yang telah kita buat di dunia untuk dibawa ke akhirat. Cobalah untuk merenung sejenak saja, sejenak saja ketika sulit tidur, sejenak saja ketika lagi tidak banyak kegiatan di kantor dan waktu-waktu senggang lainya. Renungkan apa yang ada dalam bayangan kita jika saat itu juga kita harus 'pulang'. Mungkin akan muncul bayangan ketakutan akan kesalahan yang telah kita perbuat, ketakutan akan amal ibadah yang masih kurang, ketakutan akan hati yang belum bersih.

Dengan memikirkan sesaat sebelum kita dipanggil, moga dapat menjadi cara untuk introspeksi keimanan, untuk menjadi lebih baik. Saya percaya, mereka yang tersenyum saat meninggal dunia, mereka diperlihatkan perbuatan baik yang mereka perbuat, dan mereka tersenyum dan puas karena dengan bekal tersebut mereka siap untuk menemui-Nya.

wallahu'alam
Beautiful Mind

Pernah nonton Beautiful Mind khan? Satu yang menarik dari film ini adalah film tersebut dengan sangat bagus menggambarkan dunia orang yang terkena schizophrenia alias dunia yang ada di mata seorang yang gila.

Naaah, pernahkah anda membayangkan jika anda menjadi gila, apa yang ada dalam dunia 'gila' anda? Sekalian preparation jika bener-bener gila, siapa tau bayangan yang anda gambarkan disini muncul hehehe…

selamat menyelami dunia gila anda, bisa share disini, siapa tau dunia gila kita sama dan kita ketemu di dunia gila yang sama ;-)
Astrology

Percaya gak percaya, bagi yang percaya pada ramalan berdasarkan zodiak kudu revisi zodiaknya apa masih sama dengan sebelumnya, karena menurut info terakhir (info beneran apa scam gak tau deh) rasi bintang berubah tiap 50 tahun. Info tersebut menyebutkan dari pengamatan astronomi terakhir rasi bintang menjadi;


1. Capricornus- --------- --------- --21 Jan -16 Feb 26 hari

2.Aquarius-- -- --------- --------- ----16 Feb - 11 Mar 24 hari

3.Pisces---- -- --------- --------- -----11 Mar - 18 Apr 38 hari

4.Aries----- -- --------- --------- -------18 Apr - 13 Mei 25 hari

5.Taurus---- -- --------- --------- ------13 Mei - 22 Jun 40 hari

6.Gemini---- -- --------- --------- ------22 Jun - 21 Jul 29 hari

7.Cancer---- -- --------- --------- ------21 Jul - 10 Ags 20 hari

8.Leo------- -- --------- --------- --------10 Ags - 16 Sep 37 hari

9.Virgo----- -- --------- --------- --------16 Sep - 31 Okt 45 hari

10.Libra---- --- --------- --------- --------- 31 Okt - 23 Nov 23 hari

11.Scorpius- --- --------- --------- ------23 Nov - 29 Nov 6 hari

12.Ophiuchus- -- --------- --------- ----29 Nov - 18 Des 19 hari

13. Sagitarius-- --------- --------- ------18 Des - 21 Jan 34 hari

perubahan ini 'katanya' karena posisi bumi yang tiap tahunnya bergeser sehingga sudut terhadap rasi bintang tersebut berubah menyebabkan tanggal rasi bintang itu terlihat juga berubah.

Terlepas dari masalah perubahan rasi, suatu hal yang menarik mengamati tentang ramalan berdasarkan konstilasi bintang-bintang yang berjarak jutaan tahun cahaya dari bumi tersebut.

Kenapa ada ramalan bintang, itu tidak lebih karena kepercayaan bahwa lingkungan termasuk benda-benda langit seperti bintang mempengaruhi terhadap kehidupan makhluk hidup termasuk manusia. Bisa di mengerti sekecil apapun radiasi kosmik yang berasal dari benda-benda langit tersebut dapat mempengaruhi manusia dan itu di mulai sejak seorang lahir. Makanya zodiak mengambil pasokan tanggal lahir karena pada saat itulah seorang manusia pertama kali tercacah sinar kosmik. Apapun yang terimpact dari cacahan pertama itu akan mempengaruhi di masa-masa berikutnya, bayangkan misalnya suatu struktur tertentu dalam otak yang mengendalikan emosi kita di digitalisasi ketika tercacah pertama memiliki format 111000101, ketika tercacah lagi akan menjadi 110000100 sehingga terjadi perubahan karakter tergantung pada konstilasi bintang yang ada. Contohnya orang yang dilahirkan Gimini, ketika konstilasi bintang taurus mungkin akan mengubah sesuatu dalam diri orang tersebut sehingga berdampak terhadap karakter, karir dan asmara orang tersebut (alaaah, yang keuangan dan asmara ngarang bangeeet :D). Berdasarkan logika diatas (kembali seurieus neh), seharusnya mereka yang lahir 13 Agustus misalnya berarti memiliki zodiak Leo, dengan penggantian konstilasi seperti diatas seharusnya tidak perlu ganti zodiak karena memang pada saat dilahirkan memang dalam kondisi rasi bintang Leo, gak perlu harus pindah ke cancer, karena rasi yang mempengaruhi pertama kali adalah Leo.

Kembali, percaya gak percaya dengan logika diatas sepertinya sain modern harus mulai mencoba melakukan penelitian tentang ini, bisa macam-macam misalnya dibidang kedokteran tentang kesamaan suatu struktur unsur pembangun otak bayi-bayi yang dilahirkan dengan zodiak yang sama, pisikologi tentang karakter orang-orang dengan zodiak sama dan lainnya. Kalau gak ada yang mau melakukan saya boleh deh melakukannya asal ada yang membiayai (hehehe mimpi kali yeee)

Tulisan ini kembali hanya coba melogikakan ramalan yang selama ini dianggap scam oleh mereka yang terlalu mendewakan logika (padahal emang scam hehehe)

Terakhir, bagaimana LEO hari ini (untung masih LEO ;));

Kamu kadang cenderung merasa terlalu yakin apa yang kamu inginkan akan menjadi kenyataan. Kemungkinan gagal selalu ada, jadi siap-siap saja.

Asmara :Berbaikan kembali biasanya jadi lebih mesra.

Keuangan :Bila ada lebih sebaiknya ditabung, jangan dihambur-hamburkan.

Pekerjaan :Ketelitian kamu akan sangat membantu kelancaran pekerjaan.


my 'opposite' yang kebetulan zodiak nya juga gak berubah (siapa yaaa :))

Kamu nggak perlu merasa kurang pe-de karena temen deket lebih sukses, terima saja kenyataan ini dengan lapang dada, jangan dipikirin terus.

Asmara :Kayaknya kamu perlu suasana baru deh

Keuangan :Pengeluaran nggak sebesar yang kamu kira

Pekerjaan :Kesibukan di luar kantor jangan sampai mengganggu pekerjaan kamu



yang jadi pertanyaan, kok bisa tau karir/keuangan yaaa, kalau asmara masih bisa dilogikakan karena mungkin sesuatu dalam diri seseorang tersebut yang mempengaruhi terhadap asmaranya berubah ketika rasi tertentu, tapi yang namanya rejeki kok bisa tau.. wallahu'alam, just for open mind :)
Logika Spiritual

Dalam sebuah diskusi seputar ijtihad, saya mengutarakan bahwa pada dasarnya dalam beragama kita selalu berijtihad, berijtihad untuk diri sendiri. Untuk berijtihad sesungguhnya kita menggunakan hal utama yang ada dalam diri setiap manusia yaitu otak dan hati. Otak identik dengan logika sementara hati identik dengan keyakinan. Beragama tanpa logika menurut saya suatu penyangkalan terhadap makna diciptakannya kemampuan berpikir oleh Tuhan. Otak merupakan suatu filter awal, tapi hati memiliki tingkatan yang lebih tinggi. Ketika otak dengan segala logika menyimpulkan tentang suatu makna atau tindakan yang berhubungan dengan spiritual, kembalikahlah ke hati untuk memutuskannya.

Saya juga menolak bahwa semuanya harus di logikakan. Ada sisi ibadah yang telah di contohkan Rasulullah saw dan sangat jelas di tulis di Al-Qur’an, menurut saya tidak pantas untuk dilogikakan. Ibadah yang langsung berhubungan dengan Khalik seperti Shalat, puasa dan ibadah haji merupakan area ini. Logika sedikit bisa dilibatkan untuk daerah di sekitar ibadah tersebut, misalnya untuk menelusuri masalah sunnah untuk memanjangkan jenggot, mencukur kunis, berpakaian diatas tumit dan banyak lainnya. Area ini cendrung merupakan area yang berhubungan dengan penampilan seseorang secara fisik. Sedikit hal yang mengganggu saya adalah dimana bagi sebagian orang hal ini menjadi patokan tentang kualitas ke-islaman seseorang (apa anggapan saya saja kali yaa… :D). Seseorang dipandang lebih tinggi keislamannya jika berjenggot, pakai baju gammis. Pengkotakan mulai terjadi, ekslusivisme mulai terbentuk karena bagi sebagian percaya bahwa seorang baik hendaknya bergaul dengan yang baik-baik saja untuk menjaga dirinya. Pengakuan bahwa mereka adalah kelompok yang baik menyebabkan ekslusivisme itu terbentuk. Ujung-ujung dari semua ini adalah dakwah yang tidak tepat sasaran. Dakwah dari yang mengetahui ke orang yang telah mengetahui, hanya dari ‘yang baik’ untuk yang ‘telah baik’ saja, tidak menyentuh kepada sasaran yang seharusnya menerima dakwah. Yang ‘merasa benar’ semakin berada di jalur ‘kebenaran mereka’, sementara yang jelas-jelas tersesat, karena tidak tersentuh, akan semakin tersesat. Apakah ini bentuk hidayah yang ada dalam Al-Qur’an, bahwa mereka yang tersesat adalah mereka yang tidak dibukakan oleh Allah hatinya, menurut saya tidak, tapi lebih karena mereka tidak menerima pencerahan.

Kembali ke tulisan yang berkaitan dengan logika dan hati, adalah ibadah sosial dimana disini logika lebih banyak berperan, karena menurut saya Al-Qur’an dan sunnah dari Rasulullah saw hanya memberikan kerangka. Suatu penggambaran menarik saya dapatkan ketika dulu Yusril Ihza Mahendra memberikan ceramah ramadhan di masjid Salman ITB Bandung jauh sebelum beliau terlibat di dunia politik, dimana beliau menggambarkan hal ini sebagai suatu lukisan dengan bingkainya, agama itu hanya memberikan bingkai, sebagai suatu batasan, sementara kita manusia boleh melukis segala sesuatu asal tidak keluar dari bingkai. Disinilah, jalan seseorang dalam ibadah sosial bisa berbeda-beda, selama tidak keluar dari kaidah agama. Tidak ada suatu jalan yang baku yang harus diikuti semua orang dalam ibadah sosial, tidak ada pembenaran satu jalan, setiap orang bebas mengekspresikan diri masing-masing. Sebagai contoh, agama mengatakan bahwa sesuatu perbuatan yang diharamkan tidak boleh digunakan untuk tujuan kebaikan, seseorang yang menghidupi keluarganya dengan uang hasil korupsi, memberi nafkah merupakan salah satu ibadah sosial, tetapi dari hasil korupsi merupakan suatu cara yang salah, yang telah melewati bingkai. Bukankah banyak cara lain untuk memberi nafkah, banyak cara tersebut sebagai kebebasan berekspresi dalam beribadah.

Satu yang jadi catatan disini adalah dimana bingkai tersebut biasanya sangat tipis, bingkai tersebut akan lebih jelas jika hati dilibatkan. Disinilah dalam beribadah, logika pun tidak bisa di biarkan sendiri, hati merupakan tingkatan tertingginya. Kebenaran abadi sesungguhnya ada di dalam hati demikian para sufi beranggapan. Sufi sering menggambarkan hati itu seperti sebuah cermin, dimana pantulan Allah ada didalamnya. Jika cermin itu bersih kita bisa melihat pantulan Allah, tetapi jika hati tersebut kotor, kita tidak akan dapat melihat pantulan ‘Kebenaran’, bagaimana kita bisa bertanya ke hati, sementara hati memberikan pantulan (jawaban) yang salah. Hal-hal yang mengotori hati yang biasa disebut sebagai ‘penyakit hati’ tersebutlah yang harus selalu dibersihkan. Sifat ria, sombong, iri dan lainnya merupakan debu-debu yang menutupi cermin kita untuk mendapatkan jawaban kebenaran melalui hati.

Terakhir, aktualisasi spiritual dengan memperbaiki cara dan kualitas ibadah merupakan suatu keharusan. Keterbasan pengetahuan, kekurangan keimanan, banyaknya dosa-dosa yang menutupi hati menyebabkan kebenaran dalam beribadah yang kita yakini sekarang belum tentu merupakan suatu ibadah yang sudah benar adanya. Zaman yang berubahpun, menuntut kita untuk merekstruturisasi ibadah sosial kita. Islam merupakan agama yang agile, mungkin kitalah yang membuatnya tidak agile, wallahu’alam ☺

(Mohon koreksi karena kebenaran datangnya dari Allah, dan kesalahan dari diri saya sendiri. Apalagi tulisan ini adalah karya otak yang sangat mungkin salah dan bias oleh hati yang masih kotor)